Liontin

Liontin
Deni Ketemu Ella


__ADS_3

" Ada foto ini ya , Bun , kak di dinding ruangannya...!" Dika berkata dengan suaranya bergetar .


" Dania...?" kata Deni yg masih tak percaya.


" Foto bibi Dania dek...?" tanya Aura penasaran dan di angguk i oleh Dika.


" masih ada lagi siapa ya...bentar ..." Dika mencari gambar gambar lama milik Aura dan bolak balik memperhatikan.


" yg gambar bibi Dania tadi di atas , yg dibawahnya foto orang ini yah. , Bun..kak..." Dika memperlihatkan foto orang yg sedang memangku anak kecil di galeri foto milik Aura.


" bi..bi..bibi Aisyah..!" ayah Deni tersentak kaget. hal itu membuat Dika mengangguk. Deni meneteskan air matanya itu.


" masih ada lagi cerita nih yah..jangan nangis dulu..." kata Dika


" ISS...apaan dek ...?" aura menimpali


" kan mbak ya bilang , siapa tahu kita ketemu lagi , terus aku kan bilang kalau saya main kesini sama ayah boleh , dan dia bilang ok , Dika mau pastiin foto itu soalnya , katanya apa kak coba...besok aja sekalian pas selamatan 1 tahun meninggal nenek dan 1 tahun meninggalnya ayah...itu kata si cewek..!" jelas Dika panjang lebar.


" jadi bibi Ais sudah meninggal , dan ayah , apa maksudnya Wardoyo ya..." kata ayah Deni masih berfikir yg ngga ngga.


" Dik , temani ayah kesana pastikan foto itu benar , ayah sudah kangen sama bibi kamu " kata Deni yg tidak sabar ingin ke tempat Ella


" sabar yah mau Maghrib, kalau mau kesana nanti habis Maghrib saja ya , kita sholat bareng dulu " kata bunda Susi menengahi.


merek berempat bersiap siap untuk sholat Maghrib, Deni sangat antusias akan hal itu. sudah tidak sabar bertemu Dania adiknya yg menghilang sekian lama itu.


setelah selesai sholat mereka bergegas menuju ketempat Ella , berjalan agak cepat , bunda Susi sempat protes , dan mereka pun dengan sabar menuju ke rumah Ella.


Setelah sampai dekat rumah Ella , tampak di sana banyak orang berkumpul untuk memasang tenda ala kadarnya ada bapak bapak yg.menyiapkan tenda , sementara ada beberapa ibu ibu menyiapkan makanan dan minuman.


" permisi pak , apa bener ini rumah bibi Aisyah atau rumah ibu Dania ya pak...?" tanya Deni bertanya bapak bapak , yg tampak mengernyitkan dahinya.


" iya bener rumah nenek Aisyah , ...kalau Ibu Dania itu...bang bang ,Bu Dania kan Almarhumah ibunya Ella kan ya...?" jawab bapak bapak itu sambil memastikan ke temanya.

__ADS_1


" iya ji...Bu Dania mah Almarhumah ibunya Ella.." jawab bapak bapak itu sambil.memandang Deni dan keluarga.


sementara Deni yg mendengar " Dania adalah Almarhumah ibunya Ella " semakin syok dan kemudian menangis tergugu di tempat itu , istrinya dan anak anaknya langsung memeluk ayahnya itu.


" neng...neng Ella.....nih ada yg nyari...!!!., bang ajak ke dalam noh ..." kata seorang paruh baya memanggil Ella dan meminta temennya untuk membawa masuk Deni dan keluarga.


bapak bapak itu mengantar Deni sampai depan pintu


" Dika...kok malam malam dan ini...?" Ella menunjuk seorang lelaki yg tergugu menangis dan disebelahnya ada ibu ibu dan seorang gadis.


" mbak , ini Ayah saya Deni Wiratmaja , kakak kandung bibi Dania..." terang Dika sambil menahan air matanya , namun tetap tumpah.


" Paman Deni..." Ella langsung memeluk pamannya itu , orang tidak dikenal , namun pernah dengar cerita dari nenek Aisyah.


Deni yg dipeluk pun membalasnya , namun kemudian badannya lemas tak bertenaga.


" Mpok Mpok...bantuin pok orangnya pingsan..." teriak Mbak Wati ke arah Mpok Odah.


kemudian mereka membawa Deni ke bangku balai panjang di ruang tamu itu dan diberi bantal oleh Ella.


" kalau bibi ini siapa..? tunjuk Susi yg juga meneteskan air matanya.


" saya istrinya ayah Deni nama saya Susi , ini anak gadis kami Aura , yg sudah kamu kenal adalah Andika..kalau kamu..?


" Saya Daniella, biasa dipanggil Ella bi , anak dari ibu Dania..." kemudian bibi Susi memeluk Ella dengan erat, begitu pula Aura. Dika masih menemani ayahnya yg masih pingsan.


Bunda Susi kemudian bangkit berdiri dan menyalami ibu ibu di sana meminta maaf atas kejadian ini. dan menjelaskan siapa dirinya dan suaminya dan Ella , kemudian mereka sedikit berbincang dan bertukar kabar begitu juga Aura mengikuti bundanya. Ella masih terdiam membeku disitu , mengolesi minyak angin dan aroma terapi ke arah pamannya.


Beberapa saat kemudian Deni sadar dari pingsannya , kemudian duduk dan menangis lagi. ibu ibu yg membantu persiapan acara pun keluar dari ruangan itu , tinggallah Deni sekeluarga dan Ella.


" nama saya Daniella paman , panggil saja Ella..." kata Ella dan ditanggapi senyuman , yg masih terisak dalam tangisnya.


" ibumu...? " tanya paman Deni karena masih tidak percaya jika Dania telah meninggal.

__ADS_1


" ibu meninggal setelah melahirkan ku paman " jawab Ella sedih karena bagaimanapun juga saat itu belum bisa apa apa , sudah ditinggalkan oleh ibunya , Dania.


" lalu selama ini , diasuh oleh bibi Aisyah...? " pertanyaan pernyataan itu di angguk i Ella.


" nenek meninggal satu tahun lalu , kemudian Ella disuruh mencari orang dan ketemu ,ternyata ayah masih hidup, tapi dalam keadaan kritis , ayah minta ke makam ibu kemudian ayah juga meninggal , tepat seminggu setelah nenek meninggal " penjelasan Ella membuat semua di ruangan itu ikut sedih .


" sebelum meninggal nenek Ais pesan , bahwa ada paman Deni yg sangat sayang dengan ibu Dania , kemudian disuruh mengambil liontin ini dari tas nenek untuk mencari kebenaran tentang ibu.." kata kata Ella membuat Deni melongok , ketika Ella mengambil kalung Liontin yg dipakai oleh Ella.


" Dania ibumu tidak memiliki Kalung liontin ini..." kata kata paman Deni membuat Ella dan yg lainnya melongo dan bertanya tanya.


" tapi kata nenek , ayah sangat menyayangi ibu dan mencium liontin itu.. !" kata kata Ella semakin membuat penasaran , mungkin hanya Deni yg tahu


" kalung ini harusnya ada dua , tapi dua duanya bukan punya ibu Dania...Kalung Liontin ini milik Bibi Delia saudara kembar ibu Dania..." kata kata Deni...membuat syok Ella dan penasaran


" lalu...?"


" kalau kalung liontin ini sampai ke tangan ibu kamu , paman tidak tahu , tapi pada intinya Kalung ini milik Delia bibimu , saudara kembar yg persis tidak ada bedanya , termasuk perbedaan warna matanya yg berbeda , satu warna hitam dan satunya warna biru..." paman Deni menjelaskan.tentang saudara kembar adiknya itu dengan ciri khas yg sama.


" apakah seperti ini paman..." Ella membuka kaca matanya dan memperlihatkan bola matanya yg sama persis milik ibu dan bibinya sesuai yg diceritakan oleh pamannya.


" iya benar sekali...matamu pun mirip dengan mereka... " jawab paman Deni.


" lalu hubungan dengan kalung itu apa yah ". tanya bunda Susi yg sejak tadi memperhatikan interaksi paman dan ponakan itu.


Paman Deni masih terdiam , mungkin karena ia tidak tahu atau mungkin karena hal lainnya.


" sepertinya yg bisa jawab hanya satu , yaitu pemilik kalung satunya , sahabat karib dari Delia yg tahu " jawab paman Deni membuat penasaran


" siapa yah orang itu...?" kali ini Aura ikut menanyakannya tentang orang yg bersahabat dengan bibinya itu


" Leana adik kandung Ayahmu Ella.."


\=\=\=\=\=\=\=\=≠\=

__ADS_1


__ADS_2