Liontin

Liontin
Semuanya Masih Abu Abu


__ADS_3

" Leana adik kandung Ayahmu Ella.."


" bagaimana cara mencari keluarga ayah , kemarin ketemu ayah saja di negara S die Eropa sana.." wajah Ella menunduk dan sedih mengingat kembali kejadian satu tahun itu.


" negara S ...? paman Deni seakan tak percaya jika adik iparnya berada disana , Ella pikir pamannya ini tidak tahu secara detail tentang ayahnya itu , sehingga terlihat kaget dan ragu jika ayahnya di rawat selama ini di negara S di Eropa. Ella juga berfikir jika pamannya ini bahkan tidak tahu , jika ayahnya adalah Brian Anderson .


" paman tahu nama lengkap ayah....?" tanya Ella seketika membuat Deni tampak berfikir.


" Yairs Wardoyo , yg paman tahu...." Ella hanya menunduk dan geleng geleng kepala saja, tepat seperti tebakannya , kemudian Ella melihat sekitarnya , tampak masih ada orang yg lalu lalang membantu Ella untuk persiapan acara besok .


" besok Ella kasih tahu tentang semuanya...paman sekeluarga menginap disini ya...!" perintah Ella kepada Paman dan bibinya.


Ella lalu mengambil minum yg disediakan Mpok Odah tadi dan menyuruh paman bibinya serta Kakak sepupunya itu untuk meminum dan menikmati cemilan yg ada. Deni tidak begitu mengenal engkong Parta , jadi ketika Ella bercerita kisah dari awal hingga hari ini hanya pada inti intinya saja tidak lebih.


" Jadi apa rencanamu Nak...? " kata Paman Deni kepada Ella yg masih menikmati teh hangatnya itu.


" belum tahu paman , nanti Ella tanya dulu dengan orang kepercayaan ayah..." kata Ella


Mpok Odah datang , ikut mengobrol dengan mereka , sesekali bertukar pendapat dan pikiran . Dan kemudian mbak Watik keluar membawa nampan berisi nasi dan sayur . Mbak Sri juga datang membawa lauk dan berbagai jenis lalapan , kemudian mereka pun memperkenalkan diri . Mpok Odah mempersilahkan untuk makan malam seadanya dan mereka pun menemani , karena bunda Susi ingin lebih akrab dengan mereka.


Setelah selesai makan , mereka melanjutkan perbincangan , terutama ibu ibu sambil membungkus berbagai makanan untuk acara besok.


Deni pun keluar menemui bapak bapak yg lagi istirahat , berkenalan dengan mereka bersama Andika , sesaat bercerita tentang Deni yg selama ini mencari keberadaan adiknya itu , dan bapak bapak pun antusias saling berbagi cerita. Hingga waktu menunjukkan pukul 9 malam , bapak bapak pamit untuk pulang , Deni mengucapkan terima kasih.


Deni sesaat melihat Ella sedang bertelepon dengan seseorang. Deni mengabaikannya , kemudian masuk ke dalam rumah di ikuti oleh Dika.


Ella juga masuk kedalam rumah.


" Nak , tolong besok antar paman ke makam ibu dan ayahmu , serta bibi Aisyah ya .." pinta paman Deni dan Ella pun mengangguk.

__ADS_1


" Paman dan bibi menginap kan...?" tanya Ella dan mereka serempak menjawab iya sebagai pertanda setuju.


" tapi paman , Ella mau keluar sebentar. Nanti dikunci saja pintunya ,mungkin pulangnya larut malam nanti " kata Ella sembari pamit untuk keluar.


" mau kemana mbak ...?" tanya Dika yg sedikit penasaran.


" ada perlu sebentar..." kata Ella tanpa menjelaskan. Dan kemudian Ella keluar rumah , dan dijalan depan sudah ada mobil yg menunggunya. Adrian yg datang menjemput Ella


" sudah lama bang..." tanya Ella kepada Adrian.


" baru datang mbak..." Ella mengernyitkan dahinya ketika Adrian menyebutnya mbak tadi. Adrian hanya tersenyum.


" kemarin ngga boleh panggil non , sekarang dipanggil mbak malah kaget...." Adrian paham akan reaksi Ella yg mengernyitkan dahi itu , dan Ella akhirnya tertawa.


" terserah bang Adrian deh , yg penting jangan panggil non , rasa bagaimana gitu..." Ella masih tertawa namun kemudian memandang Adrian kembali.


" apa ada sesuatu...?" tanya Ella yg melihat Adrian seperti memikirkan sesuatu.


" itu paman Deni , baru pindah dari kota S Minggu kemarin dan tadi siang... bla bla bla..." Ella pun bercerita dengan detail tentang kedatangan pamannya itu.


" makanya saya pingin ketemu paman Leon saat ini , tadi juga sudah info ke paman Leon" Ella menjelaskan kenapa malam malam begini mendatangi paman Leon.


*****


Sementara yg ada dirumahnya nenek Aisyah, Deni dan keluarga masih duduk di ruang tamu , mereka membicarakan selanjutnya.


" Apa saat ini Ella sudah kerja atau mengurus perusahaan Wardoyo grup ya...?" kata Deni pelan dan hanya didengar mereka berempat.


" ya ngga tahu yah , mau tanya ini itu juga ngga enak , suasana baru ketemu , dan lagi acara seperti ini..." jawab bunda Susi yg , masih merasakan momen bertemunya Anak dari adik iparnya itu.

__ADS_1


" ya mungkin kuliah sambil kerja yah , dilihat dari acara ini , Aura rasa lebih dari cukup si Ella..." Aura menimpali perkataan ayahnya.


" kalau misal ayah disuruh kerja di perusahaan Wardoyo grup, ayah mau...?" kata bunda Susi yg mencoba realistis , karena suaminya ini belum dapat kerja. Deni hanya menggelengkan kepala.


" Ayah tidak mau mengambil kesempatan dalam kesempitan , kalau di perusahaan lain mungkin akan ayah pertimbangkan , masalahnya kalau disana pasti banyak juga yg mengenal ayah...ayah tidak mau mengganggu reputasi dan misi Ella saat ini....sepertinya Ella sedang menyelidiki sesuatu , entah itu apa , ayah tahu dari dia tanya masalah liontin tadi..." penjelasan dari Ayah Deni membuat mereka kembali ke percakapan sebelumya itu.


" semoga diberi jalan yg terbaik dan mudah ya yah...kasihan Ella sudah tidak ada siapa siapa lagi saat ini , apalagi untuk berkeluh kesah..." kata bunda Susi yg masih memikirkan keadaan Ella saat ini.


" tapi tadi mbak Ella pergi pakai mobil , sopirnya gondrong , itu siapa yah...?" Dika ikut menimpali percakapan mereka.


" Ayah tidak tahu dek , kan ayah juga baru bertemu , dan belum kenal siapa siapa disini , kecuali bapak bapak dan ibu ibu tadi yg membantu disini..." ayahnya merasa asing ditempat ini , tapi merasakan keakraban dari warga yg ada membuat ia bersyukur , karena Ella tidak merasa kesepian karenanya.


" ya udah ini sudah malam sebaiknya kita istirahat . Tadi sudah dikasih tahu kan kamar kamarnya..." kata ayah Deni memastikan kamar mereka .


" iya yah , aku tidur sama Ella nanti , Dika sendiri dikamar nenek Aisyah , gapapa kan dek...?" jawab Aura dan di angguk i oleh Dika adiknya .


*****


Sementara itu , Ella dan Adrian sudah sampai di tempat paman Leon. Paman Leon sedang menikmati kopi dimalam hari di samping rumahnya yg asri itu.


Sesekali paman Leon menikmati rokoknya, untuk sekedar menemani malam ini sebelum nona mudanya datang ke tempat itu.


Tak berselang lama Ella dan Adrian datang dan disambut istri paman Leon , kemudian ia masuk kembali untuk membuatkan minuman dan cemilan yg sudah disiapkan.


" selamat malam paman..." Ella memulai menyapa paman Leon dan kemudian salaman dengan paman Leon dan duduk disebelah paman Leon. Begitu juga Adrian mengikuti apa yg dilakukan oleh Ella.


Istri paman Leon keluar membawa minuman dan menghidangkan kepada Ella dan Adrian.


" silahkan dinikmati non , mas Adrian..." kata bibi istri paman Leon.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2