Liontin

Liontin
Mencari Petunjuk


__ADS_3

Setelah paman Deni dan Dika selesai mandi dan kembali kerumah nenek Aisyah, paman Deni dan keluarga ditemani Ella berangkat menuju makam ibu Dania dan Ayah Brian.


Di pemakaman , tampak makam Ibu Dania berderet dengan makam suaminya dan sebelahnya lagi makam nenek Aisyah serta engkong Parta , kemudian mereka menabur bunga yg sempat dibeli oleh Ella sebelum berangkat , Deni bersimpuh di depan makam Ibu Dania bersama suaminya , ia menangis dalam doanya , bibi Susi meraih tangan suaminya yg juga ikut membacakan doa . Aura dan Dika turut disebelahnya. Sementara Ella bergantian dari makam nenek Aisyah , engkong Parta dan ayah ibunya.


Setelah selesai dari makam , mereka kembali ke rumah , Deni sudah ikhlas saat ini , dengan tekad yg kuat Deni akan membangun semuanya dari awal . Menemani Ella anak dari adiknya itu. Walau dengan entah apa itu , yg penting tetap berusaha.


Sesampainya dirumah mereka kembali bersama membantu persiapan acara kenduri dan doa dimalam hari nanti. Membungkus kue maupun menaruh di box kue yang sudah dipersiapkan.


Hingga malam harinya , paman Deni mewakili Ella sebagai tuan rumah dan perkenalan dirinya kepada warga di tempat itu. Dan mengucapkan terima kasih atas dipanjatkan doa kepada adiknya beserta bibi Aisyah.


Setelah acara selesai Ella meminta keluarga paman Deni menginap lagi , ada beberapa hal yg ingin Ella sampaikan.


" maaf paman , Ella menahan paman dan keluarga untuk pulang kerumah , ada beberapa hal yg ingin Ella sampaikan..." kata Ella ketika duduk diruang tamu yg telah dirapikan itu.


" apakah ada hal penting nak...." tanya paman Deni yg mulai tampak serius.


" ini menyangkut kematian ibu Dania ...saat ini bukan masalah ikhlas atau engga ikhlas nya . Namun Ella masih kepikiran dengan bibi Leana...." kata Ella yg menahan lanjutan perkataannya .


" lalu....? " paman Deni melihat bola mata Ella secara intens , karena malam ini Ella tidak memakai kaca mata.


" saya akan mencari bibi Leana, dimanapun ia berada saat ini , karena beliau juga keluarga Ella , maukah paman dan keluarga membantu Ella...? " tanya Ella kepada Paman dan bibi serta anak anaknya.


" bagaimana caranya...?" jawab paman Deni dengan pertanyaan itu.


" kemarin malam , Ella menemui orang kepercayaan Ayah waktu lampau, ia berkata bahwa , yg banyak tahu dan kaitan dengan bibi Leana adalah engkong Parta suami nenek Aisyah , bisa kemungkinan , jika ada sesuatu atau mungkin berkas atau apa yg berkaitan dengan bibi Leana berada dirumah ini...bisakah paman membantu saya mencarinya....? Ella meminta bantuan dari Paman Deni, untuk mencari sesuatu yg mungkin berkaitan dengan bibi Leana.


" baiklah mari kita cari , entah itu apa yg penting bisa jadi petunjuk , kita bagi saja....bla bla bla...! " kata Paman Deni kemudian membagi team untuk mencari sesuatu itu. Aura dan bibi Susi mencari dikamar Ella sementara Deni dan Dika dikamar nenek Aisyah , dan ada satu kamar lagi yg dulu ditempati engkong Parta sewaktu sakit di periksa oleh Ella.


Setelah beberapa waktu berjalan , Meraka kumpul lagi diruang tengah , paman Deni mendapatkan tas nenek Aisyah di lemari kamar nenek dan beberapa lembar kertas . Sementara bibi Susi dan Aura hanya mendapatkan buku buku Ella dan catatan catatan yg tercecer , sementara Ella sendiri mendapatkan kertas kertas yg tulisannya sudah buram bahkan banyak yg sudah tidak bisa terbaca.


" Tas ini hanya ada kertas , berupa surat dokter dan kartu nama atas nama Budiman SH. berada di kantong lipatan tas ini " paman Deni menjelaskan apa yg dia temukan dikamar nenek Aisyah. Ella tampak lemas ketika mengetahui isi itu. Kartu nama itu ternyata ada dua , yg satu sudah Ella ambil. Ella pun menjelaskan tentang itu kepada paman Deni.


Bibi Susi dan Aura mendapatkan kertas kertas Ella yg tulisannya tidak jelas , Ella memijit kepalanya karena hal itu dan kelihatan tampak pusing oleh karenanya.


Sementara Ella sendiri mendapatkan kertas kertas seperti resep dan beberapa resep dokter dan tulisannya pun tidak jelas.

__ADS_1


" itu resep punya engkong sewaktu sakit " kata Ella lemas dan pasrah karena itu.


" apa ada tempat lain nak Ella selain kamar...?" tanya paman Deni , dan Ella kembali mengingat ingat , sewaktu menemukan file perusahaan dan surat ayah yg sudah Ella serahkan ke om Budiman.


" beberapa bulan lalu Ella menemukan file file perusahaan di belakang Foto ibu dikamar nenek Aisyah..." kata Ella yg masih tampak lemas.


" coba cek lagi siapa tahu ada petunjuk disana " paman Deni antusias untuk mencari lagi , ia kemudian menuju ke kamar nenek Aisyah , kemudian menurunkan foto foto itu , tampak dibelakang foto Dania ada sebuah kotak yg mirip lemari kecil , paman Deni pun membuka nya, namun di dalam sudah kosong tidak ada apa apa .kemudian paman Deni keluar kamar membawa foto foto itu dan di taruh di atas meja.


" hanya ada lemari kecil yg berada dibalik foto ibumu , tapi sudah kosong..." kata Paman Deni yg tampak juga kecewa karena tidak mendapat petunjuk apa apa.


" isi lemari itu sudah saya ambil paman...dan saya sudah serahkan ke kuasa hukum , pak Budiman yg ada kartu namanya tadi..." kata Ella tampak semakin lemas.


" kalau foto itu , dibelakangnya ada lemari tidak yah...?" ucap Dika sambil menunjuk foto diruang tamu , dan yg kemarin sempat ia lihat.


" coba..." paman Deni pun mengambil foto foto itu , foto Dania , nenek Aisyah dan engkong Parta disana , berukuran kertas HVS itu kemudian diturunkan. Namun kosong didinding belakang foto itu kosong tidak ada apa apa.


Paman Deni lemas dan membawa foto itu ke meja lagi..


" bentar yah..." kata Aura seperti melihat sesuatu.


Paman Deni pun membalik foto adiknya , Dania.


" ini ada 2 foto , seperti foto Dania , Delia dan Leana " kata paman Deni , membuat Ella terlonjak dan segera mengeceknya.


" ini Ibu dan bibi Delia mirip banget , terus yg ibu yang mana paman , saya tidak bisa membedakan ...?" tanya Ella yg antusias itu , begitu takjub , karena tidak ad perbedaan sama sekali.


" ini ibumu yg pakai pita jepit bunga bunga, kalau yg pakai bando itu bibimu Delia , dan yg ini bibimu Leana " jawab paman Deni memperjelas foto yg satu.


Kemudian Ella mengambil foto satu lagi , di foto itu tampak 4 gadis saling berangkulan Ella penasaran dengan itu.


" kalau yg ini siapa saja paman...?" tanya Ella sambil menunjuk foto yg baru ditemukan itu.


" ini bibi Delia dan ini bibi Leana....kalau yg dua ini paman lupa namanya..." kata Paman Deni sambil mengingat ingat nama nama teman adiknya itu.


" tapi paman pernah bertemu sama mereka ...?" tanya Ella lagi

__ADS_1


" sepertinya sudah beberapa kali , terutama ini..si...si..hah Dina , yah Dina namanya.. Kalau ini Dina , ini kalau ngga salah si Meta..." kata Paman Deni menjelaskan sambil mengingat ingat nama nama itu.


" tapi kalau Meta baru bertemu sekali kayaknya , tapi kalau Dina sudah beberapa kali..." jawab paman Deni da yakin akan hal itu.


" tapi sahabat paling akrab bibi Delia hanya bibi Leana ya , paman....?" Ella


" iya...mungkin liontin itu lambang persahabatan Delia dan Leana " sambung bibi Susi yg sejak tadi diam saja.


" mungkin..." jawab paman Deni.


" apa Dina ini juga punya saudara kembar paman , karena saya punya teman ibu ya sepetinya mirip dengan yg namanya Dina ini...?!" tanya Ella kepada paman Deni yg tampak berfikir.


" kalau itu paman tidak tahu ,... lho emang siapa...? Paman Deni balik bertanya kepada Ella


" mama dari temanku, mirip dengan yg namanya Dina ini , tapi namanya Andin paman..." penjelasan Ella ini berkaitan dengan mamanya Alex yg pernah ditanyakan Ella, dan Alex menunjukan foto keluarga mereka saat itu.


Paman Deni mangut mangut dan masih mencerna nama yg disebut Ella tadi , sepertinya mirip.


" nama lengkapnya siapa...?" tanya paman Deni penasaran dengan nama yg disebut Ella itu.


" Andini paman, berbeda kan..." Ella menjelaskan nama dari mama Alex , paman Deni melotot karena namanya sama persis beda huruf belakang saja.


" nama Dina adalah Andina...kalau lebih lengkapnya paman tidak tahu.." jawaban paman Deni membuat Ella mengerutkan kening , "apa benar mereka kembar juga ?" batin Ella penasaran.


" em..gini aja paman....Ella minta tolong sama paman dan yg lain , terutama paman dan mbak Aura, bagaimana...? Ella melirik paman Deni dan Aura. Yg masih tampak berfikir.


Paman Deni manggut manggut dan menjawab


" boleh "


Aura yg tadi diam pun menjawab sama dengan ayahnya itu.


" terus apa yg nanti paman dan Aura lakukan...?" tanya paman Deni yg penasaran dengan permintaan tolong dari Ella itu.


" Paman Deni menyelinap di perusahaan Alexander grup ...!"

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2