
Ella melajukan motor bututnya ke kontrakan dimana Sheila berada di sana , hari ini mereka tidak kuliah , sekitar satu jam Ella tiba dikontrakkan disambut wajah Sheila yg cemberut , Ella nyengir karenanya.
" kemana aja sih , ga balik balik kesini , dari kemarin gua tuh nungguin elu..." kata Sheila sewot membuat Ella terkekeh karenanya , kemudian Ella mencubit dagu Sheila dengan gemas.
" ellah...baru sehari gue tinggalin , nih muka tambah kusut neng...?" kata Ella menggoda Sheila.
" gue kesepian tahu..." Sheila merengek karenanya tapi Ella malah semakin terkekeh dibuatnya.
" eh , Shel...lu kayaknya mau punya kakak ipar deh..." kata Ella membuat Sheila mengerutkan kening.
" emang ...? tanya Sheila tidak percaya.
" em ...gue ada cerita....tapi jangan potong omongan gue sebelum kelar...!" kata Ella dan Sheila mengangguk.
" gini ...nih..waktu gue ke rumah nenek Ais.....bla bla bla...." Ella menceritakan semuanya kepada Sheila tentang bertemu dengan pamannya Deni dan beberapa yg ditemukan sebagian kisah ibunya dan ayahnya ,kemudian ia juga cerita jika habis dari mansion ayahnya dan menemukan kertas resep dokter dll. tapi belum menceritakan tentang sepupunya yg bekerja di Anderson beserta pamannya yg akan bekerja di Alexander.
" terus lu mau cari petunjuk kemana dulu nih....?" tanya Sheila penasaran kepada Ella
" ke rumah sakit dulu sebelum mencari bibi Sumini di pulau K " jawab Ella tentang apa yg akan dia kerjakan selanjutnya.
" gue ikut...eh..La...maaf , kayaknya lu juga harus hati hati sama orang orang kepercayaan yg dari ayahmu dulu , siapa tahu mereka terlibat , tapi saat ini masih mencari kesempatan dalam kesempitan lu...." perkataan Sheila ini ada benarnya , kerena Ella memang belum percaya sepenuhnya kepada mereka , terutama paman Leon.
" iya iya...makanya lu sebagai sahabat selalu ingetin gue kalau gue kadang terlalu , dan lu ingetin gue kalau gue ada yg salah...intinya elu selalu ingetin gue mau benar atau salah..." kata Ella panjang lebar , Ella hanya butuh teman curhat dan teman berbagi keluh kesah.
" lalu hubungannya gue mau punya kakak ipar mana......?" tanya Sheila , yg sejak tadi menunggu tentang kakaknya yg Deket Ama cewek.
" eh iya lupa...lha itu mbak Aura pan sekarang gantiin geu di sono , Kaka lu kayaknya demen deh sama mbak Aura....mbakk Aura kan orang kalem , muslimah, kalau senyum kelihatan lesung pipinya kelihatan , kakak Lo kan orangnya ga suka yg neko-neko , pokoknya cantik dah mbak Aura...." penjelasan Ella membuat penasaran Sheila .
" kapan kapan gue ajak ketemu deh...." lanjut Ella.
__ADS_1
Sheila termenung karena perkataan Ella , baru kali ini Sheila tahu kalau kakaknya juga suka sama persmpuan , padahal sudah lama tidak melihat atau mendengar berdekatan dengan perempuan paling hanya Toni teman kuliahnya dulu dan kini menjadi rekan kerja.
" ok...gue juga penasaran sama tuh orang...." antusias Sheila dengan orang yg bernama Aura.
" ya udah yuk kita berangkat menuju rumah sakit ..." ajak Ella ke Sheila , untuk mencari petunjuk di rumah sakit , meski agak jauh dari tempat itu , Ella tetap harus mencarinya .
" naik motor....? " tanya Sheila kepada Ella karena tidak melihat mobil dibawa Ella.
" yee...gue kan belum bisa nyetir mobil shel
.....!" kata Ella yg memang belum bisa mengendarai mobil.
" taksi online aja nyok...kita duduk nyantai....jauh juga soalnya...." kata Sheila memberikan ide naik taksi online.
" mahal kali Shel ....!" kata Ella sambil mukanya sedikit ditekuk itu.
" iss...ya udah yok....." Ella mengalah padahal pinginnya muter muter naik motoran sambil mencari petunjuk dalam pencarian bibi Leana .
akhirnya Ella dan Sheila memesan taksi online untuk mengantar mereka menuju rumah sakit yg menurut catatan resep dan berkas yg ditemukan Ella , karena yg ditemukan di rumah dan di kamar bibi Leana adalah sama. sebuah Rumah Sakit Jiwa di kota B bersebelahan dengan kota J ini.
Perjalanan memakan waktu satu setengah jam , dan sampailah mereka di rumah sakit yg dimaksud , Ella dan Sheila berjalan menuju lobi rumah sakit itu dan menanyakan kepada securty penjaga .Setelah mendapat info dari securty Ella dan Sheila menuju suster penjaga dan menanyakan beberapa hal yg berkaitan dengan bibinya . Suster tersebut menyarankan ke dokter yg sesuai di lembaran lembaran resep dan surat keterangan dokter , walaupun sudah tidak terbaca itu.
Ella dan Sheila mengikuti petunjuk suster penjaga itu menuju ruangan dokter Panji .
Ella mengetuk pintu terlebih dahulu , sesudah dipersilahkan masuk Ella dan Sheila duduk di bangku dalam ruangan tersebut sambil.menunggu dokter Panji yg sedang ke toilet.
beberapa saat kemudian dokter Panji datang dan mempersilahkan duduk di depan meja dokter Panji .
Dokter Panji mendengarkan penjelasan dari Ella mengenai berkas dan keterangan dokter di rumah sakit ini.
__ADS_1
" sebentar ya mbak , saya coba cari dokumen itu karena sudah sangat lama , dan sudah lebih dari lima belas tahun lalu " Ella mengangguk dengan penjelasan dokter tersebut.
" baik dokter..." Ella menunggu dokter Panji mengambil dokumen yg tersimpan .
tak berselang lama , dokter Panji membawa dokumen yg dia cari dan di bawa kehadapan Ella. dan dokter Panji membuka lembaran lembaran dokumen tersebut untuk mencari yg sesuai tanggal yg tertera di berkas yg dibawa Ella.
" nah ini , ketemu sesuai tanggal dan tahun tersebut, disini nama pasien adalah Leana.." kata dokter tersebut bahwa pasien tersebut bernama Leana dan orang itu adalah bibinya . Ella shock , ternyata bukan hanya ibunya yg menjadi korban tetapi bibinya juga mengalami penyakit kejiwaan .
" lalu berapa lama dia dirawat disini dokter...? " tanya Sheila karena Ella, masih terlihat shock karena mendengar itu.
" beberapa bulan tinggal disini , karena tidak ada perubahan ada kerabatnya membawa pulang , itu menurut keterangan di dokumen ini..." kata dokter Panji membuat Ella dan Sheila berfikir kerabat
" namanya siapa dokter ....? " tanya Ella penasaran dengan keterangan kerabat dari dokter tersebut.
" disini tertulis nama...Meta Andriyani , yah dia kerabat yg telah membawa Leana saat itu...." kata dokter Panji sambil menutup dokumen tersebut . Ella kaget karena tidak ada kerabat yg dikenal oleh Ella saat ini.
" maaf dokter , apa di dokumen itu ada alamat ibu Meta Andriani...?" tanya Sheila sambil melirik Ella yg terlihat bengong mendengarkan keterangan dokter Panji.
" di sini tidak ada alamat yg jelas dari yg tertera di dokumen ini hanya merujuk sebuah kota yaitu kota J ..." kata dokter Panji mengakhiri petunjuk yg ingin Ella ketahui .
" Meta.., Meta...ah bukankah itu temannya bibi Leana dan bibi Delia..menurut keterangan paman Deni.." monolog Ella dalam hati.
" apa masih ada yg mau ditanyakan...?" kata dokter Panji yg masih menunggu Ella berbicara.
" sepertinya sudah cukup dokter , kalau begitu kami permisi , dan terima kasih keterangannya , semoga bisa membantu kedepannya..." kata Sheila , sambil menyeret Ella keluar dari ruangan tersebut.
" sama sama " jawab dokter Panji yg terlihat masih muda tersebut.
Ella dan Sheila akhirnya keluar dari rumah sakit jiwa , tempat bibinya Leana pernah dirawat.
__ADS_1