
Ella sampai rumah Nenek Aisyah pukul 3 dini hari , dan Adrian langsung pulang.
" makasih bang " kata Ella ketika keluar dari mobil.
" sama sama mbak..." kata Adrian sambil nyengir , agak lucu sih pakai panggil mbak segala.
Mobilnya melaju pelan saat melewati perkampungan itu , Adrian sudah biasa melewatinya bahkan sebelum nenek Aisyah meninggal , ia menjadi kepercayaan paman Leon 10 tahun yg lalu , anak yatim piatu dan sempat menjadi preman jalanan , ketika ketemu paman Leon ia dididik , dan disekolahkan oleh paman Leon bahkan hingga sampai kuliah . Adrian bukan kacang yg lupa kulitnya , ia selalu mengikuti dan menjalankan perintah paman Leon , termasuk ketika menjadi penghubung kabar dengan nenek Aisyah. ketemu nenek Aisyah pun tidak sengaja karena Adrian saat itu mencari Daniella Liontin atas perintah paman Leon, nenek tidak curiga sama sekali ketika orang suruhan dari paman Leon , karena sudah diberitahu oleh suaminya dahulu , engkong Parta.
Saat ini Adrian dipercaya memimpin perusahaan Alexander, karena Jonathan tidak mau terlalu kelihatan di perusahaan itu , sementara anaknya Jonathan, Alex juga tidak mau untuk sementara , karena alasan pribadi , Adrian pun menelisik hal itu , Adrian jadi ingat perkataan Ella , dari hal yg di minta untuk tidak meninggalkan jejak tadi , ternyata selain dirinya , ada orang lain yg juga menelisik kehidupan Alex yaitu Ella , sehingga Adrian jadi tahu , bahwa Ella tahu tentang dunia IT dan hacker.
Sementara Ella yang baru masuk rumah masih terlihat sepi , Ella kemudian menelepon team Black Jaguar diruang tamu.
"................"
Ella mengakhiri teleponnya itu , karena suasana masih sepi telepon itu didengar oleh bibi Susi yg sudah terbangun dari tidurnya untuk siap siap memasak bersama ibu ibu. Bibi Susi akan ke dapur , karena mendengar suara Ella yg bertelepon akhirnya berhenti dan mendengarkan. " apa keponakan ayah ini orang kaya ya , minta rumah sama mobil kaya pesan kacang rebus" batin bibi Susi yg penasaran akan perkataan Ella waktu telepon tadi. Tapi , bibi Susi tidak mau berfikir yg tidak tidak kemudian melangkah ke dapur .
" eh bibi sudah bangun...?" sapa Ella ketika melihat bibinya itu. Bibi Susi mengangguk dan melangkah mendekati Ella.
" keganggu Ella telponan ya bi...?" Ella melanjutkan pertanyaannya.
" engga , emang bibi biasa bangun jam segini , kebetulan Mpok Odah ngajakin masak pagi , buat siap siap entar...kamu baru pulang ..?" kata bibi Susi yg menelisik penampilan Ella saat ini agak kusut.
" iya bi , ada keperluan , jadi agak larut pulangnya..." jawab Ella sambil menguap karena ngantuk .
" istirahat dulu...atau mau sholat dulu baru istirahat...? " Nyess.... Sebuah kata yg sederhana, Ella seperti ada yg memperhatikan saat ini , biasanya nenek Aisyah, sekarang bibi Susi yg baru kenal seakan memberikan kenyamanan dan kedamaian bagi Ella , mengingatkan sesuatu yg selalu ia lupakan bahkan , Sheila yg selalu bersamanya pun belum pernah seperti itu.
" iya bi Ella sholat dulu , eh...tapi kan belum waktunya bi..." kata Ella sambil nyengir karena sebenarnya sudah sangat ngantuk itu. Bibi Susi tersenyum melihat Ella yg salah tingkah ini.
__ADS_1
" ya udah , bibi bikin minuman dulu kalau begitu , belum ambil minum kan...? " bibi Susi melangkah menuju ke dapur , Ella pun mengikutinya.
Bibi Susi memasak air secukupnya untuk membuat teh buat Ella. Sementara Ella mengambil dua gelas dan teh serta gula yg berada di rak dapur itu.
" bibi ngga sekalian nih , kok airnya dikit banget , hanya pas satu gelas....?" tanya Ella ketika mengambil air yg sudah mendidih diatas kompor itu.
" buat kamu dulu , entar bibi sama yg lain , bibi bikin lebih banyak...." Ella mengangguk angguk karena ucapan bibi Susi .
Beberapa saat kemudian Aura pun sudah bangun dan ikut berada disitu.
" belum tidur mbak...?" tanya Aura kepada Ella.
" ih kok manggil mbak sih mbak...kan aku seumuran mas Dika..." Ella menimpali pertanyaan Aura yang nampak terkekeh itu.
" terus...?" tanya Aura
" panggil nama saja mbak , biar lebih akrab , kan aku adik sepupu mbak..." kata Ella sambil menyeruput tehnya , bibi Susi tersenyum melihat anaknya ini mulai akrab dengan Ella, terbiasa melihat anaknya yg pendiam dan jarang bergaul terhadap teman temannya , entah apa yg membuat seperti itu , Aura tidak pernah bercerita maupun mengeluh pada bundanya ini.
" mbak Aura kesibukannya apa...?" tanya Ella menelisik kehidupan Aura.
" em..bantu bunda di tokonya..." jawab Aura sedikit ragu.
" pernah kuliah....?" tanya Ella dan Aura menganggukkan kepala.
" di...? Lanjut Ella
" Universita xxx di kota S fakultas manajemen dan bisnis..." jawab Aura tampak juga masih ragu untuk mengatakannya , khawatir bundanya sedih karena cita cita Aura belum tercapai.
__ADS_1
" dia itu dulu punya cita cita , pingin bantu ayahnya diperusahaan di Wiratmaja sana, tapi karena pamannya begitu ia urung untuk bekerja disana jadi bantu bunda di toko " bibi Susi menimpali percakapan keduanya .
" kalau di perusahaan lain mau ngga mbak...?" Ella mencoba memberi tawaran kepada Aura.
Aura masih diam membisu karena ucapan bundanya tadi. Sesuatu yg belum bisa tercapai.
Bibi Susi nampak tersenyum karena melihat anaknya hanya menunduk itu.
" kemarin sempat mencoba mengirim lamaran kerja ke perusahaan Anderson kalau ga salah dan perusahaan apa gitu...tapi entahlah , kalau diterima ya Alhamdulillah , kalau ngga yg belum rejeki..." bibi Susi malah yg menjawab pertanyaan pertanyaan dari Ella, Aura yg tampak pemalu dan pendiam itu melongok memandang bundanya tapi kemudian menunduk lagi.
" ini minum dulu , ngga usah banyak dipikirkan..." kata bibi Susi sambil menaruh teh hangat didepan Aura .
Beberapa saat kemudian Mpok Odah datang dan diikuti beberapa ibu ibu yg lain , mereka bercengkerama dan bercanda . Aura yg tadinya diam kini ikut juga bercengkerama disana. Ella tersenyum melihat kepolosan Aura .
Ketika hari sudah pagi Ella ikut kerumah bibi Susi , rencananya ganti baju dan mandi dulu . Sementara paman Deni dan Dika masih ditempat nenek Aisyah bergantian dengan bibi Susi dan Aura nanti.
Ella tampak mengedarkan pandangannya di kediaman Paman Deni yg baru itu , ternyata dekat dengan rumah nenek Ais , walau perkampungan tapi tampak nyaman , rumah paman Deni tepat pinggir jalan , walau bukan jalan raya , tapi cukup untuk keluar masuk mobil. halaman rumah paman Deni juga tidak terlalu sempit seperti pada umumnya kehidupan kota. Walaupun perkampungan tapi ini bagian dari kota J di pinggiran.
Ella memandang arah depan rumah paman Deni , tampak deretan rumah dan warung dipinggir jalan itu , Ella sedikit mengenal dengan orang orang disana , karena seringkali lewat bahkan mampir untuk membeli sesuatu.
Aura dan bibi Susi masuk rumah untuk mandi dan ganti baju terlebih dahulu. Ella tidak melihat pamannya ini mempunyai kendaraan satupun yg ditaruh dirumah. "mungkin waktu keluar dari sana tidak diberi uang sepeserpun sama kakaknya itu" batin Ella berkecamuk dengan keluarga ibunya itu.
Setelah selesai mereka kembali ke rumah nenek Aisyah.dan bergantian paman Deni dan Dika untuk bergantian mandi dan ganti baju.
" pakai motor Ella paman , kayaknya masih kuat kalau buat berdua.." kata Ella sambil nyengir memaklumi kendaraannya itu.
Akhirnya mereka berdua menaiki motor Ella menuju rumahnya.
__ADS_1
" ye ....... curang..." kata Aura yg belum sempat masuk rumah , Ella terkekeh karenanya disambut aura ikut tersenyum , kemudian mereka masuk ke dalam rumah , dan membantu yg ada di dapur.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=