Liontin

Liontin
Meninggalnya Brian


__ADS_3

Budiman dan Daniella serta Brian akhirnya berangkat menuju ke makam Ny Dania, walaupun keadaan yg sangat tidak memungkinkan , Ella menangis sepanjang perjalanan. Karena ayahnya ini nekat dengan keadaannya.


Perlengkapan kursi roda beserta infus dan juga oksigen turut serta melengkapi kondisi itu , ketika tiba di pemakaman.


Sebelumnya kondisi pesawat dan mobil pun di modifikasi agar seperti rumah sakit berjalan.


Perjalanan yg membutuhkan cukup waktu , memaksa perawat dan dokter pribadi Brian andil dalam kondisi itu . karena tentu sangat mengkhawatirkan. Namun apa daya mereka atas keinginan dari tuannya ini , sudah 18 tahun dalam kondisi seperti itu dan ketika Daniella datang untuk menjenguknya , seakan kondisi yg lemah dan tidak memungkinkan itu berubah drastis , semangat untuk hidup telah kembali . Tapi entah yg dirasakan oleh tuan Brian sendiri dengan mengetahui istrinya yg sudah tiada.


Ketika sudah sampai pemakaman kondisi Brian semakin stabil dan bisa duduk di kursi roda , walaupun sambil sedikit terbaring dan kaki diluruskan ke depan.


Budiman menyiapkan bodyguard nya untuk menjaga tuannya itu. Beberapa diantaranya sudah paruh baya , termasuk anak buahnya Parta dahulu. Parta juga dimakamkan di samping Nyonya mereka di tempat itu.


Beruntung jalan setapak menuju makam Ny Dania tidak banyak bebatuan dan terlihat rapi.


Tampak disebelah makam Ny Dania masih basah dan baru , dan itu makam dari Nenek Aisyah.


Brian menangis tersedu dan meluapkan segala yg ia rasakan , Ella berada disebelahnya dan memeluk tangan Ayahnya itu . Ella juga ikut menangis bahkan air matanya seakan sudah mulai habis, membuat Budiman dan dokter serta perawat yg disampingnya ikut merasakan kesedihan yg dialami oleh tuan mereka bersama nona muda mereka .


" Nak ....nanti ketika ayah tiada , makamkan lah disebelah ibumu , ayah tidak mau lagi berpisah dengan ibumu " Brian tampak lega setelah mengatakan itu dan Ella hanya bisa mengangguk . Seakan itu adalah permintaan terakhirnya.


Namun berapa saat kemudian nafas Brian tersengal dan memburu .


" nak...." Brian masih berusaha berbicara kepada Ella walaupun kondisinya memburuk saat ini. Para perawat dan dokter segera menanganinya, namun , Brian sudah tidak mau dan menggelengkan kepala .


" Terima kasih ..." masih tersengal untuk mengucapkan kata.


" Man...jangan lupa " nafasnya masih memburu seakan enggan untuk berhenti mengucapakan sesuatu.


" wasiatku kepada Liontin " kata itu terucap hingga beberapa saat berhenti.


" nak.......selamat tinggal " kata terakhir itu membuat Ella semakin erat memeluk ayahnya. Nafas Brian panjang dan hembusan nafas terakhirnya di tempat ini.


" innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un" kata terakhir diucapkan oleh Budiman dan bodyguard yg berada dekat tempat itu .

__ADS_1


Ella segera membawanya kerumah nenek Ais untuk menyucikannya dan acara pemakaman seperti pada umumnya. Ella tampak tegar menghadapi ini , namun sisi hatinya nampak kesedihan yg luar biasa.


Budiman mengatur siapa saja yg mengantar ke rumah nenek Aisyah agar tidak terlihat begitu mencolok , sehingga hanya sekitar 5 orang yg bersamanya termasuk Ella dan Budiman sendiri . Team dokter dan perawat dialihkan ke penginapan terdekat , sementara bodyguard yg lain mengawasi dari jauh.


Bibi Odah nampak kaget dengan kehadiran Ella yg menangis ketika turun dari mobil ambulan yg mengantarkannya.


penjelasan dari Budiman membuat mereka mengerti.


" Yg sabar Neng , semua sudah ditakdirkan seperti ini , bibi malah baru tahu , kalau ayahmu masih ada dan beruntung kamu bisa menemuinya " kata kata Mpok Odah membuat Ella kembali menangis dan akhirnya luruh dalam pelukan Mpok Odah .


Hingga sore harinya jenasah Brian dimakamkan , namun hanya memakai BAY Wardoyo di nisannya.


Malam harinya acara doa bersama pun dilaksanakan , seperti pada neneknya dahulu . Budiman menemani. Sementara bodyguard yg menyamar menemani mereka diluar.


" maaf om...apakah om kenal dengan Paman Leon ? " Kata itu terucap ketika dia sudah selesai sehingga Budiman yg mendengarnya hanya menganggukkan kepala.


" Dulu Leon dan ayahmu adalah korban dari penyerangan yg dilakukan oleh kelompok itu , tapi entah dia sudah meninggal atau masih hidup , karena saya hanya bisa menyelamatkan Tuan Brian saat itu " jawaban Budiman seakan memberitahukan jika Budiman tidak tahu keadaanya sekarang.


" Paman Leon masih hidup , bahkan dia mengirimkan Adrian untuk selalu menjaga kami waktu itu , dan yg tahu sepertinya hanya Nenek Aisyah. Karena yg berhubungan langsung adalah nenek " kata Ella mengagetkan Budiman dan membuat penasaran bagaimana keadaannya sekarang. Dan kemudian Budiman mengingat nama Adrian yg pergi bersama Parta untuk tugas keluar kota perintah dari Brian.


" bentar , saya telepon bang Adrian dulu agar dia memberikan informasi yg lebih lengkap " kata Ella yg kemudian mengambil ponsel pintarnya untuk menghubungi Adrian.


" halo bang. Maaf , bisa kerumah nenek sebentar ada yg perlu saya bicarakan "


" Baik saya tunggu " Ella mematika sambungan teleponnya dan menunggu Adrian yg datang.


Beberapa saat kemudian diluar terjadi keributan , Ella pun keluar dari ruangan itu. Karena hari sudah malam.


" bang...maaf dia teman saya " kata Ella membuat para bodyguard yg menyamar jadi warga itu menganggukkan kepalanya dan mempersilahkan Adrian masuk.


" maaf bang diluar terlalu ketat " kata Ella agar Adrian mengerti situasi saat ini.


" maaf non , ada acara apa ini ?" tanya Adrian yg penasaran karena depan rumah nenek Ella masih ada tenda dan beberapa bangku untuk warga yg mendoakan ayahnya itu.

__ADS_1


" Tuan Brian baru saja meninggal saat menjenguk makam istrinya tadi siang , nak Adrian " jawaban itu sukses membuat kaget Adrian dan segera menatap orang di balik pintu rumah Nenek Ais.


" Pak Budiman...!?" Adrian seakan tidak percaya jika didepannya adalah pak Budiman dan lebih tidak percaya lagi jika tuan Brian baru saja meninggal.


" kita ketemu lagi nak Adrian , hampir 19 tahun kita tidak bertemu. Bagaimana kabarnya ?"


" Alhamdulillah baik pak Budiman , kenapa kejadiannya mendadak sekali dan apa non Ella sudah bertemu dengan pak Jatmiko hingga sudah bertemu dengan mereka " kata Adrian membuat Budiman kaget akan hal itu.


" Jatmiko ?" seakan masih tidak percaya dengan hal itu. Budiman memastikan semuanya terlebih dahulu.


" benar pak Budiman, kami , saya dan non Ella sempat ke tempat Tuan Leon dan disarankan untuk ketemu pak Jatmiko , setelah mencari petunjuk mengenai pak Budiman tidak ketemu , niatnya kesana untuk mencari keberadaan pak Budiman " kata yg diucapkan oleh Adrian membuat pak Budiman geleng geleng kepala.


" Jatmiko tidak tahu keberadaan saya , hanya Alden yg saya percaya untuk mengurus perusahaan perusahaan saat ini , lalu hubungan apa dengan Jatmiko " kata pak Budiman membuat Ella dan Adrian kaget ,


" Sepertinya ada yg janggal akan hal ini " lanjut Budiman, ia mengetahui Jatmiko dulu bergabung dengan team kuasa hukum dari Yairs Wardoyo dan perusahaan itu adalah di bidang pertambangan.


" jangan jangan Alden termakan omongan Jatmiko , sehingga Jatmiko tahu selain pertambangan itu ?" Pikiran pak Budiman melayang , jika Alden memberitahu perusahaan lainya selain pertambangan yg dimiliki Brian saat ini dengan atas nama Yairs Wardoyo


" tolong untuk hati hati dengan orang bernama Jatmiko , Nak Adrian bagaiman keadaan Leon sekarang " tanya pak Budiman mengalihkan pembicaraan yg serius tadi dengan keadaan Leon.


Akhirnya Adrian menceritakan keadaan Leon. Dari Leon tidak mau bertemu dengan Ella hingga pertemuannya dengan nona mudanya itu.


" baiklah besok kita kesana , apa nona akan ikut kesana atau bagaimana , ?"


" saya mau kuliah om , untuk menunjang perusahaan milik ayah " kata Ella yakin terhadap keputusannya itu.


" Baiklah , emm , besok bisa bertemu , untuk membahas semuanya dan kita nanti bertemu Alden juga " kata Pak Budiman ketika mengutarakan maksud yg ingin ia ungkapkan


" Baik om atur saja" Ella sudah lelah. 3 hari ini sudah bolak balik eropa ke negaranya ini , dan mengurus pemakaman ayahnya juga. Dan masih banyak yg ia pikirkan.


Akhirnya pak Budiman menginap di tempat Adrian di apartemen nya , sementara bodyguard disewakan hotel oleh Budiman beserta dokter dan perawat.


Ella sendiri tidak mau dikawal karena nantinya orang akan curiga.

__ADS_1


Ia akan seperti biasanya lebih dulu


__ADS_2