Liontin

Liontin
Sebuah Rencana


__ADS_3

Sesudah mereka pergi kini tinggallah paman Leon dan Adrian. paman Leon berdiri dari kursi rodanya itu.


" Adrian...." paman Leon memanggil Adrian yg masih sibuk dengan berkasnya.


" ya Tuan..." jawab Adrian kepada Paman Leon...


" ck...jangan panggi tuan , sudah lama kamu aku peringatkan itu Adrian..." tegas paman Leon yg saat ini berdiri dekat jendela lantai 5 ruangan Adrian.


" baik Paman " jawab Adrian dan Paman Leon tersenyum tipis.


" menurutmu , nona Leana saat ini berada dimana ...?" tanya paman Leon kepada Adrian.


" saya juga tidak tahu paman , akan tetapi jawaban sebenarnya adalah ditempat paman Parta , karena terakhir kali beliau lah yg mengurus semua kebutuhan nona Leana saat itu " Paman Leon mengangguk anggukkan kepalanya


" saya sependapat denganmu , masalahnya , kang Parta saat ini sudah tiada..." paman Leon mencoba mengingat apa saja yg dilakukan saat itu.


" mungkin beberapa berkas ataupun resep yg tersisa bisa menunjukkan di mana keberadaan nona Leana paman ...jika mungkin ada , maka tempat itu adalah rumah neneknya nona Ella , karena saat itu juga nona Ella menemukan berkas yg dikirim oleh Tuan Brian di brankas rumah itu..." Adrian mencoba mencari kemungkinan kemungkinan yg bisa menunjukkan keberadaan Nona Leana saat ini.


" kalau begitu kita bisa minta tolong kepada nona Ella untuk mencari sesuatu yg tersimpan dirumahnya itu , apalagi waktu itu juga menanyakan soal liontin yg ia pakai tersebut...mungkin ini ada kaitannya " paman Leon mencoba untuk berpendapat tentang segala kemungkinan dan tentunya juga berhubungan dengan Ella .


" Bagaimana jika beliau tanya siapa Leana paman...?" tanya Adrian.


" jawab sesuai fakta , nona Ella orang yg cerdas. tidak akan mudah memberitahukan ke orang lain , kecuali dia sudah menyelidikinya..." paman Leon sempat takjub dengan kemauan Ella , dengan menyamar dan berbagai cara agar bisa menemukan otak dibalik Kematian orang tuanya itu. bahkan dengan beraninya menjadi pacar dari keluarga yg dia curigai.


" baik Paman , nanti saya akan menghubunginya , atau bila bertemu dengannya , beliau sangat rapi sekali untuk berkomunikasi walau itu sekedar telpon biasa..." Adrian yg sering kali tidak dapat menghubungi Ella akan susah hanya dia yg mampu menghubunginya , kemudian nomor itu tak terlacak , dan jika ditelpon pun memakai kata sandi tertentu. Rumit jika berhubungan dengan Ella saat ini.

__ADS_1


" iya benar , ia sangat rapi lebih rapi dari ayahnya , bahkan untuk mengurus Wardoyo grup , dia menggunakan jebakan dan benar benar dipisahkan dari Anderson corp. kecerdikan dia melebihi ayahnya dahulu , hanya saja masalahnya bukan sekedar perusahaan semata , karena berbagai pihak telah menghancurkan keluarganya " paman Leon mengenang kejadian demi kejadian yg dialami oleh Ella


" bahkan, ketika diminta untuk menjadi ketua Black Jaguar , ia memilih bertarung , dan mencari mereka yg paling kuat " Paman Leon mengenang pemilihan ketua waktu itu


" Dan nona Ella kalah dari Naomi..." kata Adrian dan Paman Leon gelang geleng kepala.


" Nona Ella sebenarnya tidak kalah , tapi mengalah , karena nona Ella memang tidak menginginkan untuk di sana , bahkan nona Ella tahu kelemahan Naomi kala itu , tapi strategi mengalahnya pun tidak akan kelihatan dari siapapun kala itu , mungkin hanya saya yg tahu strategi itu, dan itu sering dipakai kang Parta dalam menghadapi musuh untuk memainkannya " penjelasan dari Paman Leon membuat Adrian memahami sesuatu yaitu untuk menang dalam pertarungan tidak harus didepan dan memegang piala , tapi bisa menguasai segala keadaan dan mengendalikannya .


*******


Dua Minggu kemudian , keluarga Deni Wiratmaja , telah pindah ke kota J dan saat ini mereka disibukkan untuk mengurus berkas berkas , pindah alamat dan identitas .


dan saat ini Demi Wiratmaja menambahkan nama belakangnya menjadi Deni Wiratmajaya , Jaya sendiri dari nama Susi Jaya Maulana , dari nama ayah bunda susi .


Aura sendiri saat ini mencoba membuka usaha sendiri secara online selain mengembangkan butik kecilnya di kota J dibantu bundanya . dan untuk tempat , karena tadinya mereka kontrak ruko maka saat ini dipindah dekat dengan rumahnya , sesuai obralan Deni dengan penjaga warung kopi saat itu , namun yg ia sewa hanya 1 ruko saja , karena baru mulai kembali serta pindah tempat. nanti jika sudah lancar kemungkinan akan bertambah lagi.


Sementara Andika ingin kuliah , namun karena nilai pas pasan akhirnya nanti dulu untuk kuliah kalau uangnya sudah cukup , padahal bundanya ingin Dika kuliah dan mau membiayainya . Namun Dika menolaknya " ingin mencari biaya sendiri Bun" jawabnya setiap kali ditanyai .


Beberapa kali Dika mencari kerja di bengkel bengkel motor ataupun mobil , namun belum mendapatkannya . kini Dika bersama ayahnya jalan jalan mereka sama sama mencari pekerjaan , karena memang hanya istri dan anak perempuannya saat ini yg bisa menghasilkan uang.


karena lelah berkeliling akhirnya mampir di ruko istrinya , sekedar membantu , begitu juga Dika.


" Dik , mending kamu kuliah deh , ntar kalau kuliah ada waktu senggang sekalian bantu kakak sama bunda buat antar barang..." kata Aura kepada Dika adiknya.


" nganter pakai apaan ?" jawab Dika sambil bertanya bagaimana mengantar barang , ngga ada kendaraan saat ini.

__ADS_1


" ya ntar beli motor , kalau modal bunda cukup dan sisa " bundanya menjawab pertanyaan Dika.


" pinginnya sih , tp Dika mau cari sendiri dulu ya Bun ?" kata Dika sesuai perkataan kemarin kemarin.


" kamu dibilangin kok..." Aura mendatangi Dika dan menoyor kepala Dika .


" ih kakak...nih Bun ? adunya kepada bunda Susi , bundanya hanya geleng geleng kepala.


" Ya udah kalau ga mau , ayah sama Dika bantuin dulu bunda sama kakak Aura nanti kalau rejeki kan dapet kerja yah..." kata Bunda Susi yg terlihat cantik walau sudah hampir berkepala lima itu , serta pakaian tertutup , dan memakai kerudung masa kini.


" ya Bun...ya udah ayah mau ngopi di tempat biasa dulu ya , sekalian tanya tanya siapa tahu butuh tenaga " kata Ayah Deni yg kemudian berlalu menuju warung kopi langganan.


******


waktu berlalu dan kine Ella sedang berada di kontrakan bersama Sheila . Ella memasak sementara Sheila membungkus , pesanan pesanan dari orderan onlinenya . Biasanya ada yg membantu membungkus , namun hari ini mereka berdua minta ijin libur dulu , karena ada kepentingan.


" Shel , Minggu depan 1 tahun nenek meninggal , rencana selamatan mau dibarengin sama Ayah , lu mau ikut atau kaga ....? " tanya Ella sambil menoleh ke arah Sheila yg nampak berfikir untuk ikut atau ngga nya.


" Bukannya kaga mau La , tapi Minggu besok gue sama nyokap mo ke rumah nenek , yg masih sakit ..." kata Sheila tampak kecewa karena tidak bisa ikut.


" ya udah gapapa... doain aja ya dari rumah Lo , kasih tempat yg terbaik buat nenek sama ayah..." kata Ella memohon untuk mendoakan


" amin , iya La pasti gue doain , tapi maaf ye ngga bisa ikut , lu gapapa kan kalo sendiri...? " Sheila mengaminkan


" ya gapapa lah , di sana juga banyak orang ntar..." jawab Ella yg kemudian menumis kangkung dan di sebelahnya sudah antri untuk digoreng nanti , ikan asih dan tempe , tak lupa juga untuk membuat sambal terasi.

__ADS_1


__ADS_2