Love Destiny (Takdir Cinta)

Love Destiny (Takdir Cinta)
BAB 12


__ADS_3

"Maksud kak rayhan apa?" Aisha bingung dengan pertanyaan Rayhan


"Kenapa kamu mengiyakan ucapan mama tadi di meja makan? Apa kalian sengaja merencanakan sesuatu ? Atau jangan jangan kamu memang sangat ingin memiliki anak iya? "


"Maaf yah kak, tuduhan yang kak rayhan bilang itu nggk benar, aku cuma nggk mau berdebat panjang dengan mama dan juga untuk masalah anak memang nya aku salah jika menginginkan nya? Bunkah itu wajar toh kita sudah menikah" Aisha kesal dengan Tuduhan rayhan yang mencoba menyudutkan nya


"Ohh jadi kamu sangat menginginkan anak? Kalau begitu keinginan mu tidak akan terwujud karena aku tidak menginginkan kehadiran seorang Anak di dalam pernikahan ini, mengerti" Tegas Rayhan


Aisha mencoba manahan air mata nya ketika rayhan mengatakan hal menyakitkan itu


"Kenapa?"


"Apa nya yang kenapa?" Tanya rayhan


"Kenapa kak rayhan tidak mau punya anak dari Aisha? " Aisha mencoba untuk tidak mengangis di hadapan rayhan


"Itu Karena aku tidak mencintai mu Aisha, Maaf jika mengatakan ini tapi sejak awal pernikahan kita aku sama sekali tidak pernah Tertarik dengan mu"


"Kamu sendiri yang memilih penderitaan ini, Aku bisa saja memohon pada mama untuk pembatalan perjodohan tapi kamu bahkan langsung menerima nya bahkan tanpa melihat calon suami mu " rayhan terus berbicara semau nya tanpa tau bahwa Perasaan aisha benar benar terluka oleh nya


Aisha sebisa mungkin tegar dan kuat dengan Ucapan rayhan, hati nya bagaikan tertusuk seribu jarum


Pada awalnya dia memang tidak mencintai rayhan tapi seiring dengan berjalan nya waktu aisha mencoba membuka hati nya untuk menerima rayhan dan itu sudah terjadi Aisha telah mencintai rayhan kemudian aisha mencoba meyakinkan suaminya itu untuk mencintai aisha juga tapi sayang dengan ucapan rayhan yang dia dengar sepertinya harapan untuk mendapatkan cinta dari rayhan telah pupus..

__ADS_1


"Baiklah kak aku mengerti perdebatan ini sebaiknya di hentikan sebelum mama mendengar nya di bawah" Aisha mencoba mengalah kemudian dia berjalan naik ke atas kasur dan memnbaringkan Tubuhnya


Rayhan yang melihat aisha berbaring membelakangi nya merasa sedikit bersalah dengan ucapan yang ia lontar kan tadi ke Aisha


"Jangan pernah mencintai ku aisha kamu benar benar akan melukai dirimu" ucap rayhan dalam hati


Rayhan sebenarnya tau perasaan aisha kepadanya, itu karena aisha terus mencoba memberi perhatian lebih padanya terlebih lagi aisha selalu mengalah dan mencoba menghindari berdebat denganya tapi rayhan sebisa mungkin mengabaikan nya karena bagi rayhan Pernikahan ini hanya akan berjalan sementara


Tak lama diam di samping aisha, rayhan lalu turun dari kasur dan berjalan menuju ruang kerja nya


"Itu kan rayhan" bu sarah melihat rayhan berjalan ke arah ruang kerjanya dia pun mengikuti langakah putra nya


"Rayhan kamu ngapain di sini? Ini kan sudah larut malam" tanya bu sarah


"Mama? Kok masih belum tidur?" Rayhan mengabaikan pertanyaan mama nya


"Pertanyaan apa mah" rayhan pura pura tidak tau


"Kamu ngapain kesini di jam seperti ini?"


"Tentu saja mengurus kerjaan di kantor lah mah"


"Rayhan kamu jangan bercanda yah, mama itu tau kalau sebelum tidur kamu dan reval itu sudah mengerjakan semua pekerjaan kantor karena tidak ingin kerepotan ketika esok hari nya jadi sekarang kamu kembali ke atas dan tidur" Pinta bu sarah

__ADS_1


"Tapi kan mah.."


"Tidak ada tapi tapian rayhan , ayo cepat ke atas"


Rayhan pun mengalah pada mama nya, dia lalu kembali ke atas


"Dasar anak bodoh, bagaimana bisa aisha hamil kalau kamu selalu nya tidur di ruang kerja, pokoknya aku harus membuat aisha hamil agar rayhan bisa melupakan wanita itu" gumam bu sarah setelah kepergian rayhan


Ketika akan naik keatas ranjang tiba tiba aisha membalikkan badannya menghadap rayhan dan saat itu pula rayhan melihat pemandangan yang menakjubkan, Aisha selalu tidur tanpa menggunakan Bra dan itu membuat benjolan di dadanya begitu terlihat apalagi posisinya saat ini sedang menghimpit kedua dadanya sehingga hampir saja memperlihatkan dada aisha seutuhnya akibat leher baju nya yang tertarik kebawah


"Sial kenapa gadis ini selalu tidur tanpa bra sih? Ini membuatku gila" kesal rayhan


Rayhan juga lelaki normal jadi ketika melihat hal hal sensitif seperti ini nafsu birahi nya juga akan timbul


Akhirnya rayhan memilih tidur di bawah lantai dengan beralaskan selimut tebal,karena jika dia memilih tidur disamping aisha nanti tanpa sadar dia akan menyerang gadis itu dengan nafsunya yang tidak terkontrol


Keesokan hari nya Aisha bangun terlebih dahulu


"Huaaa, ini sudah pagi ternyata" ucap aisha ketika bangun dari tidurnya


Ketika akan berjalan ke kamar mandi aisha melihat rayhan yang tidur di lantai hatinya begitu sakit melihat suami nya lebih memilih tidur di bawah di bandingkan tidur bersama nya, tapi dia tetap menyayangi rayhan sepenuh hati meski mendapat seribu penolakan..


Aisha berjalan ke arah rayhan kemudian memperbaiki selimut yang sudah turun ke kaki nya

__ADS_1


"Semenjijikan itu kah aku di mata mu kak? Sampai kau rela tidur di lantai daripada tidur di atas ranjang bersama ku" Aisha meneteskan air mata nya di depan Rayhan dan tak sengaja air mata aisha jatuh di tangan Rayhan, dia kemudian masuk kedalam kamar mandi


Rayhan sebenarnya telah tersadar dari tidur nya ketika selimut yang di pake nya di tarik oleh aisha ke atas badan rayhan namun dia tetap berpura pura tersadar hingga akhirnya rayhan mendengar apa yang di ucapkan Aisha


__ADS_2