Love Destiny (Takdir Cinta)

Love Destiny (Takdir Cinta)
BAB 9


__ADS_3

[Ruang kerja Rayhan]


Disana rayhan terlihat sedang melihat panggilan seseorang di hp nya (*Hana❤)tertulis nama kontak si pemanggil di hp rayhan..dia berpikir sejenak kemudian mengangkat panggilan hana


"Halo"


"Ray aku Merindukan mu" Hana langsung memberikan pernyataan yang membuat rayhan tak bisa berkata-kata


"Halo rayhan apa kamu bisa mendengarku? Aku sangat merindukan mu hiks..hikss" terdengar suara tangis dari balik telepon rayhan tapi dia hanya terus diam


"Ray aku tau kamu pasti mendengar ku, tolong katakan sesuatu! Aku mencoba menahan ini tapi aku benar-benar tidak bisa rayhan, aku sungguh sangat merindukanmu bahkan rasanya aku ingin gila hiks..hikss..hiks"


"Maafkan Aku hana" tuuutt...


Rayhan langsung memutuskan sambungan telfon dari Hana. Dia begitu frustasi hingga hampir melempar semua barang diatas meja nya


"Ini sungguh sangat menyebalkan" kesal nya sambil mengacak-acak rambutnya


[Keesokan harinya ]


Aisha bangun lebih awal dari biasanya itu karena dia sudah menjadi seorang istri dan tugasnya adalah menyiapkan keperluan sang suamu di pagi hari, ketika aisha membuka matanya dia terkejut dengan kehadiran Rayhan di samping nya yang masih tidur terlelap


"Dia begitu tampan ketika sedang tidur tapi begitu dingin saat dia menatapku" ucap aisha yang merasa sedih mengingat sikap rayhan padanya


"Baiklah waktunya untuk mandi dan melakukan tugas mu aisha ayo semangatt" dia pun turun dari kasur dan segera membersihkan diri kemudian menyiapkan baju kerja Rayhan dan memasak untuk sarapan


Kring..kring..


Suara telepon rumah berbunyi aisha yang mendengar itu langsung berjalan keruang tamu

__ADS_1


"Halo.."


"Halo nyonya aisha ini saya mba Sari" ucap mba sari di balik telepon


"Iya mba ada apa menelfon sepagi ini? Bukannya mba sari sudah ada dirumah kalau jam segini yah? " tanya Aisha


"Mohon maaf nyonya saya mengganggu sepagi ini, tapi saya mau izin bekerja karena suami saya sedang sakit dan dokter mengatakan dia harus beristirahat total selama 1 bulan full jadi saya berencana ingin membawanya ke kampung dan merawat nya disana"


"Tapi saya khawatir tuan Rayhan akan marah jika saya izin terlalu lama maka dari itu saya mau minta tolong nyonya, sampaikan izin saya pada tuan rayhan untuk beberapa hari kedepan nanti setelah saya sudah kembali dari kampung saya akan langsung masuk bekerja " Lanjut mba sari


"Tidak apa-apa rawat lah suami mba terlebih dahulu, izin untuk 1 bulan pun saya akan izin kan masalah kak rayhan tidak perlu khawatir nanti saya akan bicarakam padanya dia pasti akan mengerti dan memberi izin pada mba sari kok" ucap aisha


"Terima kasih nyonya dan maaf bila saya merepotkan "


"Tidak kok mba ini sama sekali tidak merepotkan , dan tolong sampaikan salamku pada suama mba sari yah semoga sakit nya segera di sembuhkan oleh Allah"


"Iya nyonya sekali lagi terima kasih sata tutup dulu teleponnya"


Karena mba sari cuti bekerja akhirnya Aisha lah yang akan mengerjakan semua pekerjaan rumah mulai sekarang


"Siapa yang menelfon" suara rayhan mengagetkan Aisha yang masih berdiri di tempatnya


Ternyata rayhan sudah sangat rapi dengan setelan kerja nya


"Ahh itu mba sari yang menelfon katanya dia ingin cuti bekerja untuk 1 bulan karena suaminya sedang sakit" ucap aisha


"Tidak apa-apa kan kak jika 1 bulan ini mba sari tidak masuk bekerja? " lanjut aisha


"Tidak apa-apa nanti aku juga akan datang menjenguk suami mba sari nanti"

__ADS_1


"Dan juga untuk pelayan sementara nanti aku akan mencari nya di Agen pribadi mama" ucap rayhan


"Tidak usah kak aku bisa kok mengerjakan pekerjaan rumah sementara mba sari cuti" Aisha memang anak yang sering mengerjakan pekerjaan rumah ketika masih gadis


"Tapi kamu kan sudah akan masuk kuliah lagi minggu depan apa itu tidak membuatmu kelelahan ?"


"Tidak kok kak, aisha sudah terbiasa melakukan semua pekerjaan rumah ketika masih tinggal bersama bapak dan ibu"


"Baiklah itu terserah pada mu, aku berangkat dulu" rayhan langsung pamit pada aisha


"Sarapan lah dulu kak ini masih jam 6.30 pasti tidak akan telat ke kantor" aisha mencoba menahan rayhan


"Tidak usah aku sedang buru-buru menjemput klien di bandara "


"Kalau begitu tunggu sebentar" aisha berlari ke arah dapur dan membawa sebuah Roti bakar isi coklat


"Ini makan lah diatas mobil kak, tidak baik jika pergi dengan keadaan perut kosong" Aisha menyodorkan roti bakar itu pada rayhan


"Terima kasih " rayhan kemudian mengambil roti pemberian aisha


"Baiklah hati-hati di jalan kak"


"Mmm" rayhan pergi begitu saja tanpa menoleh ke arah aisha


Aisha mencoba menguatkan hatinya atas sikap rayhan yang begitu dingin


"Tidak apa-apa aisha, mungkin kak rayhan memang sedang buru-buru..suatu saat nanti dia pasti akan melihat mu sebagai istrinya"


Diatas mobil rayhan menyetir mobilnya sambil melirik roti bakar pemberian Aisha

__ADS_1


Dia sedikit tersenyum nanar ketika melihat roti itu


"Kau sepertinya sangat berusaha untuk pernikahan kita aisha, tapi maaf aku sangat egais pada mu" ucap rayhan


__ADS_2