Love Destiny (Takdir Cinta)

Love Destiny (Takdir Cinta)
BAB 17 Ciuman pertama Aisha


__ADS_3

Rayhan yang berada di ruang kerjanya terlihat Gusar dia terus memikirkan sesuatu yang ganjal di hatinya


kemudian suara dering telfon berbunyi disaku celana nya terlihat nama kontak HANA terpampang disana


"Halo ...apa?dimana kamu sekarang? " Tanya rayhan segera dia mengangkat telfon nya


tuttt..


rayhan langsung mematikan telfon dan segera berdiri dari duduknya dia kemudian naik kelantai atas dan melihat Aisha sedang Tertidur diatas kasur, Rayhan melihat jam di lengannya sudah menunjukkan jam 4.00 tapi dia tetap menutup pintu kamar dan Berjalan keluar ke bagasi untuk mengambil mobilnya


Rayhan mengendarai mobil nya seorang diri menuju ke suatau tempat..


[Rumah Sakit]


Rayhan terlihat berlarian di lorong rumah sakit kemudia berhenti di depan seorang perawat


"maaf sus saya mau bertanya ruangan pasien bernama Hana Humairah dimana yah?" tanya rayhan


"silahkan bapak belok kanan di depan dan cari ruangan 407.!! disana pasien Hana berada" jawab perawat tersebut


"Terima kasih sus"


Rayhan kemudian berlari ke tempat yang di tunjukkan padanya, setelah menemukan nya rayhan langsung membuka pintu kamar dan melihat Hana sedang di infus di atas ranjang dan juga asistennya Yuri yang duduk di samping Hana


"Rayhan? kamu datang?" Tanya Hana


rayhan tidak berkata apapun dia langsung masuk dan terlihat ngos ngosan dengan nafasnya karena efek berlari


"Yuri tolong tinggalkan kami berdua disini" pinta Hana


Yuri pun keluar dari kamar Rumah sakit itu


"Apa kamu terluka? sebelah mana yang sakit? siapa yang menabrak mobil mu? apa sudah melaporkan nya ke polisi? " Rayhan terus melontarkan pertanyaan pada Hana yang masih sedikir mengatur nafasnya


"bernafas lah dulu lalu bertanya" Ucap Hana


"ku pikir kamu mengabaikan ku karena tadi kamu langsung mematikan telfon ky"

__ADS_1


ternyata tadi ketika Hana menelfon dia mengatakan pada rayhan baru dia baru saja kecelakaan karena mobil nya di tabrak seseorang di lampu merah tapi rayhan langsung mematikan telfon nya ketika dia sudah menjawab pertanyaan rayhan


"Aku bertanya pada mu sebelah mana yang sakit?" tanya rayhan yang mengabaikan ucapan Hana


"duduklah disini aku akan memberitahu mu" Hana menyuruh Rayhan duduk di Atas kasur


rayhan pun berjalan dan duduk di dekat Hana..


kemudian hana Mengambil satu tangan Rayhan dan menaruhnya di dada tepat jantung nya berdetak


"sebelah sini yang sakit ray" Ucap hana lirih menatap mata rayhan


mereka berdua hanya terus saling memandang hingga akhirnya Hana menarik rayhan kemudian Mencium bibir nya, Rayhan yang mendapatan perlakuan seperti itu ikut terhanyut dia langsung menarik Leher Hana lebih dalam kepadanya dan Mel*** habis bibir Hana.. tapi ketika tanpa sadar Rayhan buyar dengan Bayangan Aisha yang tersenyum padanya rayhan pun langsung melepaskan Ciumannya


"Maaf Hana ini sudah diluar batas" rayhan langsung berdiri dari posisinya sekarang


"Ray.."


belum selesai bicara rayhan langsung memotong ucapan hana


didalam mobik rayhan tak henti henti nya mengutuk dirj nya sendiri atas tindakan ceroboh yang ia lakukan di rumah sakit tadi


"kau sudah bodoh rayhan, bagaimana bisa kamu kehilangan kendali, Bodoh " rayhan sesekali memukul kemudi Mobilnya


sesampainya di rumah jam sudah menunjukkan pukul 6.00 Rayhan kemudian naik ke atas kamar


cekrekk....


Aisha yang baru saja bangun kaget dengan Suara pintu yang baru saja terbuka


"kak rayhan? Apa kak rayhan dari luar?" aisha melihat pakaian rayhan yg menggunakan jaket terlihat bingung


"Itu.. aku tadi di tlfon oleh teman lamaku dia baru saja masuk RS jadi aku mendatanginya "


"mm baiklah " Aisha terus menunduk dan menyembunyikan wajahnya yang masih terlihat sembab akibat tangisannya semalam


"Apa kamu Menangis semalam?" tanya rayhan ketika memperhatikan wajah Aisha lebih dekat

__ADS_1


"ahh tidak kok " Aisha mencoba berbohong


"Tapi matamu terlihat sembab"


"Itu hanya efek ketika org baru bangun tidur" Aisha lalu berjalan ke arah kamar mandi untuk menghindari Rayhan


belum sampai di pintu kamar mandi Tangan Aisha sudah di tarik oleh Rayhan


"Kamu berbohong padaku" Ucap rayhan ketika melihat lagi mata aisha lebib dekat


"Aku tidak bohong kok, semalam sebenarnya aku menonton sebuah film yang teramat sedih jadi aku juga ikut terhanyut dengan alurnya" Jawab aisha berbohong


(yah semalam memang aisha menonton sebuah film yang begitu sedih hingga menghancurkan Hati nya berkeping keping)


"Bukan kah kau pernah berjanji pada ibu mu bahwa apapun Situasinya kamu tidak boleh berbohong pada suami mu" Rayhan masih mencoba membuat Aisha jujur


"sudah ku bilang aku hanya menonton film semalam, dan juga apa urusannya dengan kak rayhan jika aku menangis? "


rayhan yang mendengar itu merasa sedkit kesal karena ini pertama kali nya Aisha menjawab pertanyaan nya dengan lantang dan berani melihat nya dengan Tatapan tajam


"kamu .. apa sekarang kamu sudah berani menatap suami mu dengan tatapan tajam mu itu? hah? " Rayhan sedikit membeti tekanan pada aisha


merasa bersalah aisha menundukkan kepalanya dan Mencoba meminta maaf


"Maaf kak "


rayhan yang melihat aisha meminta maaf langsung mendorong nya ke Pinggir Tembok lalu mengangkat dagu aisha kemudian mencium bibir Mungil aisha


seketika itu pun Aisha tampak Kaget dengan tindakan Rayahn dia mencoba melapas ciuman rayhan namun tenaganya kalah kuat dengan Rayhan..


melihat aisha yang sudah kehabisan nafas rayhan pun melepaskan ciumannya dan berkata


"Maaf " ucap rayhan yang langsung meninggalkan Aisha kemudian berjalan masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri


Aisha yang terkejut masih mematung di tempatnya berdiri


"ini adalah kali pertama nya aku berciuman " guman Aisha

__ADS_1


__ADS_2