
Alice terlompat kaget dan berputar cepat. Matanya terbelalak menatap wanita
dengan rambut pendek yang sudah berdiri di sampingnya. Begitu
mengenali wanita itu sebagai Aisha, sahabat sekaligus istri dari sepupu nya.
“Aisha..” Alice mendesah sambil memegang dada.
“Aisha kau membuatku terkejut setengah mati.”
Aisha mendekat dan tersenyum lebar. “Kau terlalu gampang
terkejut.”
“Aisha kau kan tahu aku selalu merasa waswas kalau berjalan sendirian di jalan sepi”
kata Alice. “Dan aku punya alasan bagus untuk itu.”
“Baiklah, baiklah. Aku minta maaf. Ayo, cepat jalan Aku sudah hampir mati kelaparan” kata
Aisha sambil menggandeng lengan Aisha.
“Tunggu..” Alice melepas tangan aisha kemudian menatapnya. “Kau ingin ke apartement ku?”
“Tentu saja, ayo cepat jalan.!! Aku sangat lapar” Aisha menggandeng kembali tangan Alice dengan tatapan manja
“Tapi kenapa? Ini sudah sangat malam dan juga bukan kah hari ini kau bersama rayhan
menghadiri pesta?” Alice kemudian menatap Aisha dari ujung kaki hingga ujung kepala
.
__ADS_1
Aisha hanya bisa menghembuskan nafas kasar dan menatap sahabatnya
“lihat lah dirimu kenapa berjalan tanpa menggunakan Sepatu?” tanya Alice
“Aku sangat lelah berjalan kaki menggunakan High heels ini, jadi aku melepasnya ketika
berjalan kemari”
“Astaga” Alice hanya menatap heran sahabatnya “ Baiklah ayo ke apatement”
Beberapa menit kemudian mereka tiba di depan gedung apartemen Alice.
Sebenarnya bangunan yang disebut-sebut sebagai gedung apartemen itu tidak
benar-benar mirip gedung apartemen dalam bayangan kebanyakan orang. Gedung
itu hanya bangunan tua tingkat dua berukuran kecil. Setiap lantainya memiliki dua
apartemen yang berhadapan. Tidak ada lift, hanya ada tangga yang tidak terlalu
”sekarang katakan padaku kenapa kau kemari sendirian? Apa Rayhan tau kau disini?” Tanya Alice langsung ketika mereka telah masuk ke dalam apartement.
“Untuk apa dia tau? Dia bahkan tidak menahan ku ketika keluar dari mobil nya”. ketus Aisha
“Apa kalian Bertengkar?
Aisha sejenak memandangi sahabatnya
“ kau tau dia begitu marah padaku hanya
karena aku ingin tau siapa wanita yang dia kencani sebelum kami menikah” ia kemudian mengehala nafas
__ADS_1
“dia membuatku merasa bodoh” Aisha mencoba menahan air matanya agar tak keluar.
Alice yang mendengar itu hanya diam dan memeluk aisha
“sudah sudah.. besok aku akan bicara baik-baik pada rayhan tentang masalah ini”
“aku akan menginap malam ini disini boleh kan?” tanya aisha
“tentu saja boleh, sekarang ayo makan katanya kamu lapar”
“hmm.. aku hanya ingin langsung tidur saja, nafsu makan ku mendadak hilang”
Aisha lalu berdiri dan langsung membaringkan diri ke kasur
***
[rumah rayhan]
RAYHAN berdiri di koridor lantai dua rumah nya, mata nya tak henti melihat ke arah jalan yang berada di depan rumah..
“kemana wanita itu pergi? Dia begitu bodoh jika tak tau arah jalan pulang” gumam rayhan yang terus memainkan tangan nya dan sesekali melirik jam tangan yang terpasang di tangan kiri nya.
Tak lama suara notif hp nya berbunyi, tanda bahwa seseorang mengiriminya pesan
“alice?” Rayhan menyipitkan mata nya ketika melihat bahwa yang mengiriminya pesan ditengah malam begini adalah alice.
Dia pun membuka pesan yang dikirim oleh Alice
“Aisha menginap di apartement ku malam ini” begitu lah isi pesan yang dikirim oleh alice kepada rayhan.
Ada rasa lega dan juga kesal dalam diri Rayhan pertama dia lega bahwa Aisha berada di apartement alice tapi yang membuatnya kesal adalah dia tak di beritahu kan langsung oleh Aisha bahwa istri nya itu akan menginap di luar
__ADS_1
“Apa ini bentuk kemarahannya padaku?”. gumam Rayhan
“sungguh kekanakan”