Love Destiny (Takdir Cinta)

Love Destiny (Takdir Cinta)
22


__ADS_3

Aisha melirik kalender di meja kerjanya. Tanggal 15 September. Ia mendesah pelan,


lalu mengalihkan perhatiannya ke tumpukan buku yang baru dikembalikan hari ini.


Ia harus mengembalikan semua buku itu ke rak masing-masing. Tetapi ia merasa


tidak bertenaga. Padahal hari ini seharusnya ia merasa bersemangat. Hari ini skripsi nya telah di Acc dan tinggal menunggu Ujian.


Ini semua gara-gara kejadian kemarin, ketika ia melihat foto-foto Hana di laptop rayhan.


sampai sekarang pikiran nya masih lari kesana kemari


.


“Sungguh ini membuat ku akan gila” gumam nya sambil mengacak-acak rambut nya yang masih berantakan


***


Hari ini rayhan berangkat sangat pagi ke kantor karena harus menjemput klien dari malaysia di bandara. Ketika memasuki gedung kantor yang begitu besar rayhan melihat sesosok wanita berpakaian Rapi dengam gaya rambut yang di gerai lurus begitu saja.


“Hana?” ucap nya setelah ia memandangi baik-baik wanita yang ada di depan pintu


gedung.


Rayhan berjalan semakin mendekat dan pada saat itu pula Hana melihat nya.


“Ray apa kamu punya waktu hari ini?” tanya hana begitu rayhan telah berada di hadapan nya


.


“Mari bicara di ruangan ku, tidak enak di lihat banyak orang disini” Rayhan kemudisn berjalan mendahului Sang mantan


.


[Ruang Kantor]


Rayhan hanya terus memainkan laptop nya di sebuah meja sedang hana terus menatap nya dengan tatapan Tak berekspresi.


“Bisa kah kau menghentikan pekerjaan mu itu? Hanya sebentar” Ucap Hana yang kemudian duduk di sebuah sofa yang tak jauh dari meja kerja rayhan


.


“Bicara lah aku akan mendengarnya”


“Aku akan kembali ke Paris..” Hana terlihat memandangi rayhan sejenak kemudian melanjutkan perkataan nya “ Dan mungkin aku akan menikah disana”


Rayhan yang mendengar itu langsung menghentikan tangan nya yang dari tadi mengotak atik laptop nya.


Ia memandang Hana sejenak “ apa kau menyetujui nya?” tanya Rayhan sedikit Ragu


“Tergantung Jawaban mu” hana menatap lekat sang pujaan hati seakan di dalam hati nya menyampaikan sebuah kode bahwa diri nya masih mencintai nya lebih dari


apapun


.


“apa maksud perkataan mu?” rayhan perlahan bangkit dari tempat duduknya dan beralih ke sofa di hadapan Hana

__ADS_1


.


“Aku datang kesini untuk menanyakan hal ini pada mu, haruskah aku kembali kesana dan menikah dengan pria yang tak ku kenal?” Tanya Hana dengan penuh harap atas jawab rayhan


“ Itu terserah pada mu, yang menjalani pernikahan adalah dirimu jadi yang tau jawabannya hanya lah kamu Han”


“tidak Ray, aku butuh jawaban mu” Hana menghampiri Rayhan yang duduk di


hadapan nya


Ia kemudian duduk bersujud di hadapan rayhan sambil memegang tangan nya dan


mulai menggenggam nya seakan dirinya tak bisa melepaskan rayhan begitu saja.


“ bahkan jika dunia membenciku aku tak mampu melepaskan tangan ini, aku tak sanggup Ray” Hana menenggelamkan wajahnya dalam genggaman tangan antara


dirinya dan rayhan


.


Sungguh ini adalah sesuatu yang sulit bagi Rayhan ia ingin terlepas dari wanita ini


namun hati nya masih begitu sulit untuk melakukan nya.


Rayhan hanya terdiam


“Ray apa kah mencintai mu salah? Aku hanya tak bisa melakukannya sungguh”


Hana terus menangis di hadapan rayhan, ia kemudian bangkit dan duduk di samping rayhan yang dari tadi hanya mematung.


Hana terus memukul-mukul lengan dan dada rayhan sambil mengangis.


“Ayo katakan pada ku Ray, katakan bahwa kau akan membawa ku pergi dan kita


akan hidup bahagia”


Rayhan menangkap tangan Hana ketika dirinya terus di pukul


“Ini salah,” Rayhan mencoba menyadarkan Hana dari keputus asaan nya


“kita tidak akan bahagia dengan cara seperti itu Han, aku sangat mencinta mu bahkan aku mungkin tidak akan pernah lagi mencintai wanita mana pun tapi aku tidak bisa meninggalkan Aisha begitu saja, lalu bagaimana dengan orangtua ku dan


orangtuanya? Kita akan melukai banyak orang” ucap nya


“Lalu kau tega melihat ku terluka?” hana manatap senduh ke dalam mata rayhan


“hana..” belum selesai berbicara Hana sudah memotong perkataan rayhan dengan kalimat yang mengejutkan


“Kalau begitu Nikahi aku lalu Ceraikan Aisha”


“Aku tidak bisa melakukan nya” Rayhan langsung berdiri dari hadapan hana kemudian berjalan ke arah jendela dengan Memijat kening nya


“Kenapa tidak bisa? Kalian tidak saling mencintai” cetus hana


“Tapi Mama tak pernah merestui kita Han, dan lagi aku tak bisa menceraikan Aisha dengan waktu sesingkat ini, apa yang akan orang katakan nanti” Rayhan mencoba menjelaskan pada hana tentang Rumit nya masalah yang harus ia hadapi.


“Jadi kamu lebih peduli terhadap Dia di bandingkan aku? Secepat itu kau mengalihkan hatimu” ucap Hana

__ADS_1


“Ini bukan soal aku peduli pada nya atau membela nya. Aku hanya tak ingi semua


nya menjadi semakin rumit”


Rayhan menghampiri Hana yang berdiri di ujung Sofa.


Ia kemudian memeluk nya kemudia berbisik “Aku sungguh mencintai Mu Hana tapi mulai sekarang mari jadikan ini sebagai takdir kita yang tak bisa bersama, Aku mungkin akan menyakiti mu dan juga Aisha jika kita terus seperti ini”


Ada kesedihan dalam diri rayhan ketika harus mengikhlas kan segala bagi diri nya


dan Hana


Hana hana membalas pelukan itu. Pelukan nya semakin erat dan dalam bersamaan tangis nya yang tak henti..


***


Disis lain Aisha yang pulang dari perpustakaan menyempatkan datang ke kantor rayhan.


Entah kenapa hari ini dia begitu merindukan suaminya setelah pertengkaran kecil yang terjadi kemarin.


“Aisha” sapa seorang pria yang baru saja keluar dari lift


“kak reval, Kok ada disini kata nya hari ini mau ngajar di fakultas” tanya Hana


“sebenarnya begitu tapi Pak prof. Hari ini yang akan masuk sendiri mengajar, katanya dia sangat merindukan mahasiswa nya jadi aku tidak jadi menggantikan beliau” jawab nya sembari melihat kiri kanan tak karuan


“ah seperti itu’ Aisha sedikit heran dengan tingkah reval yang melirik kesana


kemari “Ada apa kak? Sepertinya sedang mencari seseorang” tanya nya heran


“Oh tidak apa-apa aku hanya mencari seseorang yang akan mengirim berkas ini”


reval yang berbohong sambil tersenyum kecut


“aduh bisa gawat nih, sepertinya Hana masih di ruangan Rayhan, bagaimana jika


kejadian Di hari pernikahan mereka terulang kembali dan Aisha melihat nya jika


naik sekarang” gumam nya dalam hati


Tadi ketika akan menemui rayhan di ruangan nya Reval tidak sengaja melihat sang boss berjalan bersama Hana masuk kedalam ruang kerja rayhan. Jadi dia


mengurunkan niat nya untuk bertemu rayhan dan sekarang ketika turun ia bertemu


dengan Aisha.


“oh iya apa kak Rayhan ada di ruangan nya sekarang?” tanya Aisha tiba-tiba ditengah kebingungan Reval.


“dia ada kok” reval menjawab nya secara refleks


“oh astaga apa yang kukatakan sekarang? Benar-benar bodoh aku bahkan tidak bisa


berbohong” kata Reval dalam hati yang mengatai diri nya sendiri


“kalau begitu saya permisi kak, saya mau keruangan kak Rayhan dulu” Aisha kemudian berlalu melewati Reval yang hanya diam.


“Tunggu aku akan ikut” Reval berlari kecil dan membuka lift yang hampir tertutup.

__ADS_1


__ADS_2