Love Destiny (Takdir Cinta)

Love Destiny (Takdir Cinta)
21


__ADS_3

Hana memegang cangkir kertas berisi kopi panas dengan sebelah tangan, sementara tangan


lainnya memegang ponsel yang ditempelkan ke telinga.


“Ya, aku akan pulang setelah semua pekerjaan ku selesai disini” katanya di ponsel sambil


memandang keluar jendela kaca besar yang menghadap halaman depan gedung Hotel.


“Kau akan tinggal di sini sampai setelah Tahun Baru, bukan?” Suara berat Paman nya terdengar di ujung sana.


“Tentu saja,” sahut Hana sambil menyesap pelan kopinya. “Ngomong-ngomong, Mama masih


di Jakarta?”


“dia telah kembali ke Portugal, ada apa menanyakan dia?”


“Tidak apa-apa aku hanya ingin tau apakah dia masih hidup atau belum” Nada suara Hana


terdengar Kesal ketika megingat Ibu nya


“Tidak usah mencari kabar nya lagi, urus saja kehidupan mu” Suara berat dan khas membuat


Paman nya Hana terlihat seorang Mafia “Berhentilah mencari tau keberadaan mama mu, lupakan dia dengan begitu kau akan hidup tenang”


“Baiklah paman” Hana hanya bisa mengiyakan keinginan sang paman nya itu


Dari kecil Hana sudah di besarkan oleh paman nya di Paris, ayah nya telah meninggal ketika


dia masih dalam kandungan dan Mama nya meninggalkan diri nya seorang diri di sebuah panti asuhan untung lah sang paman yang kembali ke Indonesia mengetahui perihal kondisi Hana


dan pada akhirnya dia di bawa ke Paris.


***


[POV author]


SAMBIL duduk bersandar di sofa, Rayhan terpekur menatap layar laptop di hadapannya. Ia sudah terlalu sering memandangi foto-foto yang muncul silih berganti memenuhi seluruh layar laptop itu.


Foto-foto yang dipotret dengan tangan dan kameranya sendiri.


Foto-foto dengan objek yang sama. Foto-foto wanita itu. Ia tahu seharusnya ia tidak boleh lagi membenamkan diri dalam kenangan tentang wanita di foto itu. Ia tahu ia tidak pantas, tetapi ia merasa belum sanggup menghapus bayangan wanita itu dari pikiran, ataupun menghapus foto-fotonya dari laptop Sampai sekarang.


Lamunannya buyar ketika bel pintu rumah nya berbunyi. Tangannya otomatis menurunkan layar laptop, lalu bangkit dan berjalan ke pintu.


Rayhan mengerjapkan mata melihat Aisha berdiri di hadapannya dengan


Raut datar yang tak biasa tersungging di wajah nya.


“Ternyata kau masih ingat pulang” Rayhan minggir sedikit ketika gadis itu berjalan masuk ke dalam rumah.


tak ada jawaban dari aisha, ia terus berjalan dan menaiki tangga.

__ADS_1


Ketika akan membuka pintu kamar tiba-tiba sebuah tangan menghentikan pergerakan nya.


“Apa ini cara mu bersikap pada suami mu?” Rayhan menatap tajam seakan ia ingin menerkam Aisha


“Maaf” hanya kata itu yang keluar dari bibir Aisha, ia tak berani memandang atau pun melihat sekilas pada rayhan.


Rayhan tertawa kecil ketika mendengar kata yang di ucapkan Aisha


“Jadi sekarang kamu harus menyadari dimana letak batasan mu aisha” Ia menggenggam lengan istri nya dengan Kuat


“aku tidak bermaksud untuk membuat hubungan kita buruk, tapi kamu harus tau posisi mu


disini, jangan pernah ikut campur masalah kehidupan ku di masa lalu dan bila perlu di masa sekarang juga, mengerti?”


Rayhan tanpa sadar mengatakan kata yang begitu menusuk bagi Aisha


“Baik, mulai sekarang aku tidak akan lagi mencampuri apapun dalam Hidup mu” Aisha


langsung masuk ke dalam kamar tanpa menoleh sedikit pun pada rayhan.


Setelah lama saling mendiam kan diri Aisha beranjak dari kamar menuju ruang Tamu, ia


berniat melanjutkan acara menonton drakor di TV tapi ketika sampai disana ternyata Tv yang


berada di ruang Tamu sedikit bermasalah dan tak mau menyala.


Aisha menatap Rayhan berjalan ke lemari dapur dan mulai mencari-cari sake


simpanannya.


Laptop yang setengah tertutup di meja menarik perhatiannya. Karena tidak tahu apa yang mesti dilakukannya sambil menunggu Tv nya baik, Aisha iseng-iseng menegakkan layar


laptop dan melihat apa yang sedang dikerjakan laki-laki itu sebelum ia membunyikan bel pintu.


Foto seorang wanita berambut panjang sebahu terpampang jelas di layar. Wanita yang tersenyum lebar ke arah kamera itu jelas orang Asia, tetapi di latar belakang foto itu terlihat patung Liberty


“kak Hana?” Aisha sedikit kaget ketika melihat foto Hana di laptop Rayhan


“Apa mungkin dia juga mengidolakan Kak Hana?” Aisha tertawa kecil ketika memikirkan


hal itu


.


Sebelum Aisha sempat berpikir lebih jauh, fotonya lenyap dari layar dan digantikan foto lain. Masih wanita yang sama, namun di lokasi yang berbeda.


Aisha mulai heran ketika melihat foto-foto selanjutnya juga menampilkan wanita yang sama.


”Apakah ini laptop kak Hana?” pikir nya


Lalu foto berikutnya muncul dan Aisha tertegun. Kali ini wanita itu tidak sendirian

__ADS_1


di dalam foto. Rayhan sang suami juga ada di sana. Sepertinya foto itu diambil di restoran. Mereka berdua duduk berdampingan dan tersenyum.


Hanya saja si wanita


tersenyum ke arah kamera seperti foto-foto sebelumnya, sedangkan Rayhan tersenyum memandang wanita itu. Dan itu bukan senyum biasa. Di dalam foto itu tersenyum seakan-akan...


“Ekhem..”


Aisha tersentak mendengar suara Rayhan. Wajahnya terasa panas dan ia merasa


seakan ia tertangkap basah mengintip rahasia orang lain. Perasaannya tidak enak.


“Apa yang kamu lakukan disana “ kata Rayhan sambil berjalan mendekatinya.


“itu hmm aku ingin menonton Tv tapi sepertinya Tv ini bermasalah” ucap Aisha terbata-bata


sambil menunjuk ke arah Tv besar yang ada di samping kanan nya.


“Tv nya memang sedang rusak, kalau mau menonton pake Tv di kamar Tamu saja” kata


Rayhan tergagap Ia melirik laptop di meja dengan pandangan tak karuan.


“ya ampun kenapa laptop itu masih di sana” ucapnya dalam hati


Rayhan mengikuti arah pandang Aisha dan melihat laptop-nya sudah


Bergeser sedikit. “Kau membuka nya?” tanyanya.


“belum,” Aisha terlihat pura-pura tak tahu “ aku berniat meminjam nya untuk menonton tapi


baru saja ingin ku buka kak rayhan mengagetkan ku tadi” Ucap Aisha.


Rayhan menghampiri laptop dan mematikannya. “Jangan sembarangan membuka barang


orang lain sebelum mendapat izin”ketus rayhan yang kemudian mengambil alih laptop tersebut.


“Maaf, lain kali aku akan sedikit berhati-hati dalam menyentuh barang kak rayhan”


“gunakan saja komputer yang ada di dalam kamar untuk menonton”.Rayhan kemudian memberikan segelas Susu hangat pada Aisha.


“ ambil ini dan pergi lah ke atas, Aku akan membersihkan dapur terlebih dahulu” kata nya


“tidak perlu kak, biar aku yang melakukan nya” aisha baru saja akan berjalan menuju dapur tapi tangan nya ditarik oleh rayhan


“apa kamu tidak memiliki telinga? Biar kan aku yang membersihkan nya kau naik lah keatas”


nada perintah rayhan yang tak bisa lagi di tolak oleh aisha


“baiklah .”


Sesampai nya di kamar aisha tak bisa berheni memikirkan foto yang ada di laptop rayhan.

__ADS_1


Ia merasa heran mengapa ada begitu banyak foto Hana di sana dan sepertinya foto-foto itu belum pernah di unggah oleh Hana di akun sosial media mana pun Dan lagi foto mereka berdua yang tampak bahagia seakan ada sesuatu di antara mereka yang tak di ketahui nya?? Jika mereka seakrab ini mengapa ketika di acara pernikahannya rayhan tampak diam seribu bahasa, mereka juga seperti saling menjaga jarak, ada apa sebenarnya?


Pertanyaan-pertanyaan ini terus bersemayam di pikiran Aisha..


__ADS_2