
BAB 24
“kenapa menagis?Tidak kah aku sudah mengatakannya dari awal, aku masih mencintai wanita lain tapi kamu masih menginginkan pernikahan ini bukan” ucap rayhan.
Aisha hanyaterdiam memandangi sang suami, batinnya begitu terluka lantara kata-kata yang menusuk dari rayhan, ia mencoba bangkit dari duduk nya. Ia melangkahkan kakinya keluar dari ruangan tersebut tanpa bersuara dan tanpa melihat rayhan.
Lidah nya keluhdan hatinya terluka, Aisha hanya terus berjalan menelusuri koridor Gedung itu,sedang Rayhan diam tak bersuara di tempatnya. Ada rasa bersalah dan penyesalan tentang kalimat yang ia lontarkan kepada Aisha.
***
Malam telah tiba, Rayhan telah pulang dari kantornya tapi ketika dalam perjalanan iamendapat notif pesan dihandphone miliknya
“Apa kamu bersama Aisha? Aku di rumah mu sekarang tapi tidak ada siapa-siapa” *alice, Isi pesan alice yang tertulis di Handphone Rayhan.
“Jadi dia belum pulang?” Ucap rayhan yang sedikit khawatir
Rayhan pun mencoba menghubungi nomor Aisha namun tidak ada jawaban, nomornya aktif tapi
tak diangkat.
“Sial, apa dia mencoba melarikan diri yang kedua kali nya” Ketus Rayhan yang mencoba menahan
Emosinya.
Rayhan akhirnya sampai di rumah dan melihat Alice berada didekat pintu sedang duduk sambil
memainkan Hpnya.
__ADS_1
“Apa kamu tidak bersama Aisha?” Tanya Alice
“Tidak, tadi dia pulang lebih dulu dari kantor. Kupikir dia pulang kerumah tapi sepertinya dia mencoba kabur lagi”
"Kabur? Apa kalian bertengkar? Kenapa Aisha kabur apa yang telah kamu lakukan padanya?” pertanyaan yang bertubi-tubi dilontarkan oleh Alice dia merasa marah pada sepupunya itu lantaran ini sudah kali kedua Aisha tak pulang kerumahnya
“Sudahlah, mari berbicara didalam, kepalaku sedang sakit memikirkan ini”
Rahyan membuka pintu rumah kemudian masuk dan langsung naik ke atas kamarnya.
Disisi ruang tamu nampak Alice mencoba menelfon seseorang
“Halo, Tante Aisha tidak pulang kerumah. Sepertinya mereka sedang bertengkar dan aku tidak tau penyebab masalahnya” ucap Alice pada seseorang diseberang sana
“astaga anak itu benar-benar keterlaluan, Tante barukan ke Indonesia pekan depan tolong cari Asiha dan jangan sampai orangtua nya tau permasalahan ini” Ucap mama Rayhan di balik telepon
“Baiklah tante jangan khawatir aku akan mengurus ini nanti” ucapnya kemudian menutup telepon
Rayhan telihat turun dari tangga dengan menggunakan baju kaso putih dan celana pendek ala anak
muda.
“Kau masih belum mendapat kabar darinya?” tanya Rayhan di ujung tangga.
“Belum” sahut Alice dengan nada cemas. Ia memindahkan ponsel dari telinga kiri ke telinga kanan.
“Kalau teman kampus nya apakah kamu sudah menghubungi mereka?” tanya Rayhan sekali lagi
__ADS_1
“Tidak ada yang tau, aku sudah menghubungi beberapa teman kampusnya tapi mereka tidak tau” Sejenak Alice menatap sepupunya yang berdiri di ujung tangga tanpa ekspresi apapun.
“Kau mengkhawatirkannya?” tanya Alice tiba-tiba
Rayhan menaririk napas dan mengeluarkannya dengan perlahan.
“Dia sudah dua kali menghilang tanpa kabar, jika mama tau aku pasti akan digantung olehnya” Ucapnya yang kemudian berjalan ke arah dapur mengambil secangkir air putih lalu meneguk.
“Reval juga tidak bertemu dengannya setelah pulang dari kantor” kata Alice pada Rayhan.
Rayhan menunduk menatap jari kakinya. “Oh, begitu” suara Rayhan yang agak frustasi.
“sekarang malam sudah sangat Larut dan dia belum khawatir, aku takut sesuatu terjadi padanya” Ucap Alice yang kemudian menghampiri Rayhan disebuah kursi makan. “aku bahkan menelpon Ibunya tentang keberdaan Aisha”
Rayhan yang sedang meneguk air langsung menumpahkan nya karena kaget dengan ucapan Alice
“Apa? Kamu menghubungi mertuaku? Apa kamu sudah gila bagaimana jika mereka tau tentang situasi sekarang?” Ucap Rayhan mulai emosi.
“jangan emosi begitu, aku tidak mengatakan bahwa Aisha kabur dari rumah. Aku hanya bertanya tentang apakah sekarang Aisha tinggal di rumah ibunya atau dirumah mu” lanjut nya.
“lalu apa kata mereka” tanya Rayhan
“mereka mengatakan bahwa Aisha dan kamu sekarang tinggal di rumahmu, untung saja mereka tidak tau kalau aku mengetahui bahwa kamu dan Aisha tinggal disini” Alice menghela Napas “ Aku juga sempat terkejut karena menelpon Ibunya Aisha, mungkin itu karena aku sangat khawatir padanya. Jadi tanpa sadar aku menelpon ibunya” Lanjutnya
Rayhan menelan ludah, dan berkata dengan suara lirih“ Jika terjadi sesuatu padanya maka semua orang akan membunuhku”
“yah termasuk aku” Ucap Alice dengan nada kesal.
__ADS_1
*************************************************************************************************************************************
MAAFKAN SEGALA KEKURANGAN TULISAN INI..WKWKWK