Love Destiny (Takdir Cinta)

Love Destiny (Takdir Cinta)
Episode 26


__ADS_3

BAB 26


Alice yang sedari tadi duduk disamping Aisha tak henti-hentinya memanjatkan doa agar sahabatnya itu lekas siuman. Entah apa yang terjadi tapi Alice benar-benar merasa marah pada Rayhan karena kesalahan sepupunya itu membuat Aisha berakhir dirumah sakit sekarang.


***


Disis lain Rayhan dan Joe duduk berhadapan disebuah meja mundar dengan kopi yang masin-masing berada di depannya.


“sekarang katakan padaku apa yang terjadi sebenarnya?” Tanya Rayhan


“Aku menemukan Aisha pertama kali dipinggir jalan dengan keadaan Kacau, saat aku hendak meminggirkan mobil dia langsung terjatuh dan tak sadarkan diri” Ucap Joe dengan tatapan penuh ketidaksukaan. “sepertinya seharian dia tidak makan, dan itu membuat kondisi tubuhnya sangat melemah” lanjutnya


 


Rahyan hanya menataplekat Joe seakan meminta penjelasan lebih mengenai Aisha.


“apakah kamu menikahi Aisha karena cinta? Atau karena sebuah tuntutan?” Tanya Joe tiba-tiba


“Untuk apa seorang Bodyguard dari Model terkenal ingin mengetahui kehidupan Rumah tangga saya?” jawab Rayhan yang mulai emosi dengan tingkah Joe


“hahahahah..” suara tawa yang membuat orang-orang disekitar sesaat melirik mereka. “anda seharusnya tidak menikahi wanita itu ketika Anda masih berhubungan dengan wanita lain bukan?” Joe serasa menyindir orang yang sudah menjadi musuhnya sejak dulu.


“apa maksudmu?”


“Sudahlah Rayhan, jika kamu ingin mempertahankan Rumah tanggamu dengan Aisha maka tinggalkan Hana sekarang juga atau aku akan membuat masalah untuk Hidupmu.” nada suara Joe mulai terdengar seperti ancaman.


Rayhan tertawa kecut mendengar ocehan Joe yang membuatnya merasa Kesal.


“kau pikir siapa dirimu berani mengancamku?”


“aku adalah Joehan orang yang memiliki darah Pak adiwijaya sama seperti dirimu” Joe hanya menatap ngakak pada Rayhan dan mengeluarkan Tawa dengan nada yang mengejek.


 


Rayhan dengan raut wajah yang emosi berdiri dari kursinya kemudian maju mendekatkan dirinya


ditelinga Joe.

__ADS_1


“kau hanyalah anak haram yang tidak pernah dianggap oleh keluarga Adiwijaya, jadi jangan pernah menyebut nama itu sebagai bagian dari Darahmu, mengerti” ucap Rayhan kemudian berlalu meninggalkan Joe di kursinya.


 


Joe hanya terdiam dan menatap lurus, diujung bibirnya tertarik seakan meremehkan ucapan Rayhan. Ia tau betul dimana posisinya dikeluarga Adiwijaya namun Hatinya merasa cemburu dengan keadilan Tuhan yang diberikan padanya.


“semua hal yang ku inginkan terus berada di genggaman mu Rayhan, Namun kali ini aku tidak akan kalah. apapun resikonya aku akan melangkah dihadapan mu untuk pertama kalinya, kau mengambil segalanya dan tidak menyisakan satupun untukku maka jangan salahkan aku jika kali ini aku akan berusaha lebih keras.” Gumamnya yang menatap lekat kepergian Rayhan di ujung ruangan.


Hhmm sebenarnya apa hubungan Rayhan dan Joe yah?


***


Didalam ruang inap Alice terlihat menerima sebuah telepon diujung ruangan


“Iya tante Aishabaik-baik saja tidak perlu khawatir” ucap Alice yang sedikit gugup


“Ibu sangat khawatir, besok isnyaallah ibu akan ke kota” ucap Ibu nya Aisha di seberang Telepon.


“Oh tidak tante, tidak usah kesini Aisha Baik-baik saja kok, hanya saja sekarang dia tidak bisa bicara dengan tante karena dia sedang melakukan pemeriksaan.” Ucap Alice yang berbohong tentang keadaan Aisha


 


“Alice?halo”


“ah iya tante, maaf Alice sedikit melamun tadi, hehehh”


“Kamu ini, ya sudah ucapkan salam Tante sama Aisha yah bilang ke  dia jangan lama-lama mengabari ibunya”


“Iya tante nanti saya sampaikan kok”


“Baiklah kalau begitu tante Pamit yah nak, Assalamualaikum” Salam Ibunya Aisha


“Waalaikumsalam “


Alice pun menghela nafas lega ketika panggilan tersebut berakhir, ia sebenarnya tidak niat berbohong pada Ibu nya Aisha. namun karena mendengar bahwa Ayah Aisha sedang Sakit di kampung, Alice mengurungkan niat nya untuk berkata jujur dan dia hanya mengatakan bahwa Aisha dirumah sakit karena faktor kelelahan saja dan akan segera pulang setelah pemeriksaan.


 

__ADS_1


Baru saja akan berjalan ke arah pintu ruangan, Alice mendengar suara Aisha yang sedikit meringiskesakitan.


“Aisha kamu sudah siuman?” Ucapnya yang kemudian berlari keluar ruangan memanggil dokter


Namun ketika membuka pintu Alice tidak sengaja bertambrakan dengan Rayhan.


“astaga Alice kalau jalan itu jangan terburu-buru begini” ucap Rayhan yang sedikit kesal


“aduh sana minggir aku mau manggil dokter dulu, Aisha udah bangun”


“benarkah?” Rayhan pun langsung berlari masuk dan menghampiri Aisha


“apa kamu baik-baik saja? Mana yang sakit? Disini atau disini?” Rayhan bergantian memegang tangan dan kepala Aisha.


Ia begitu khawatir melihat keadaan istrinya yang terus meringis kesakitan


“Aisha ayo bicara”


“mm itu.. Perut aku yang sakit kak” ucapnya


“Tunggu sebentar” Rayhan hendak keluar untuk menyusul Alice yang kelamaan namun baru saja akan


melangkah tiba-tiba lengannya di tahan oleh Aisha.


“ada apa Aisha?” tanya Rayhan


“Maaf kak” Ucap Aisha yang nampak terdengar lemah


“Tidak ada yang perlu dimaafkan sekarang yang utama adalah kamu” Rayhan menatap penuh penyesalan lantaran telah melukai istrinya dan berakhir dirumah sakit.


 


************************************************************************************************************************************


maaf baru bisa Up sekarang soalnya Kemarin-Kemarin Mahasiswa lagi sibuk dijalanan.. heheheh


SELAMAT MEMBACA ;)

__ADS_1


__ADS_2