Love Destiny (Takdir Cinta)

Love Destiny (Takdir Cinta)
18


__ADS_3

***


Sebuah ruangan kosong yang hampa, kaca yang berserakan dan barang-barang yang berhamburan


kemana-mana. Tampak seorang wanita tertunduk menangis di pojokan ruangan


“haruskah aku benar-benar merelakan mu rayhan? Aku begitu sangat mencintai mu” Hana terus saja menangis di ujung ruangan kamarnya


Sedangkan diluar ruangan terlihat seseorang hanya berdiri di depan pintu


“Bagaimana? Hana mengamuk?” tanya Joe simpatik begitu dia masuk ke ruang rumah Hana.


Yura yang merupakan asisten Hana hanya mengembuskan napas panjang dan berat.


Ia memandang Joe, lalu mengangguk lesu.


“Hari ini dia tak mau membuka pintu dan hanya menangis di dalam kamarnya,” gumamnya, lalu


menjatuhkan diri ke kursi dekat kamar Hana


Joe tersenyum menghibur kecil.” Kamu sudah sangat lama berdiri didepan kamar Hana, sekarang


kau boleh pulang, aku yang akan mengurus Hana hari ini” kata Joe pada temannya itu


Yura hanya mendesah dan cemberut.


“Ngomong-ngomong, seharian ini kamu pergi kemana?” tanya Yura mengalihkan pembicaraan.


Joe mengerjapkan mata. “aku sedang berlatih tinju di Arena”


“oh begitu, baiklah sekarang aku pulang yah, tolong bujuk Hana untuk membuka pintu


kamarnya”


“akan ku coba membujuknya” Joe tersenyum kecil pada sahabatnya itu


***


[di kafee Alice]


Aisha sedang duduk di sebuah sofa dan pada Saat itu ponsel Aisha berdering.

__ADS_1


“Hallô?”


“hallô,Aisha ku harap hari ini kau tidak sibuk.”


Senyum Aisha langsung mengembang dan semangatnya bangkit begitu mendengar suara laki-laki itu.


“Kak Rayhan!” serunya gembira. “Bagaimana kak Rayhan bisa tahu nomor teleponku?”


Sejak kejadian terakhir di kamar bersama Rayhan, Aisha merasa berubah ada getaran yang


membuatnya begitu bahagia ketika menyangkut tentang suaminya Rayhan


“Tadi aku menelepon ke Alice menanyakan apakah kafee nya bisa di pake untuk suatu perayaan


dan sekalian aku meminta nomormu” sahut Rayhan di ujung sana.


“Aku ingin meminta maaf karena tidak bisa ikut makan siang bersamamu dan Alice tadi.”


aisha mengangkat bahunya acuh tak acuh dan berkata, “Tidak apa-apa. Tadi kami juga tidak jadi makan siang. Alice punya rencana lain.” Kata Aisha


“Kedengarannya kau sedang kesal.” Tanya Rayhan


“Tidak, aku tidak kesal,” bantah Alice. Memangnya kedengaran jelas bahwa ia sedang kesal?


tambah si sahabatnya Alice pun meninggalkannya sendirian di kafee..


“Ya sudah,” sahut Rayhan. Ia pintar membaca situasi dan tidak mau berdebat dengan Aisha.


“Sebenarnya aku ingin mengajak mu ke sebuah pesta, apakah kamu bisa malam ini?.”


“tentu saja aku bisa” jawab aisha yang terlihat senyum-senyum kikuk


“Ok” tuutt suara telfon terdengar diputuskan secara sepihak oleh rayhan


“kebiasaan, dia masih saja begitu dingin dan cuek” gumam Aisha


***


[back to home Hana]


Joe terus mengketok ketok pintu kamar Hana, sedari tadi dia sudah berusaha untuk berbicara

__ADS_1


padanya tapi tak ada jawaban sedikit pun yang ada hanya lah suara tangisan


“Hana ayo buka pintu nya, sekarang waktu nya untuk pergi ketempat pemotretan” teriak Joe


Joe begitu kesal karena dari tadi Hana tak mau mendengarkan perkataan Joe


Lama berpikir Joe akhirnya memutuskan untuk mendobrak pintu kamar Hana


“Hana jika kau tak membuka pintu nya sekarang aku akan mendobrak nya” Teriak joe yang berusaha mengancam Hana


“ satu... dua ...” baru saja akan menghantamkan tubuh nya ke Pintu tiba-tiba suara knop pintu kamar Hana terbuka


“apakah aku bisa melakukan pemotretan dengan wajah seperti ini” tanya Hana yang keluar dari


kamarnya


..Wajahnya begitu sembab terlebih lagi make up yang ia kenakan sudah luntur kesana kemari dan


di tambah dengan rambut yang sudah seperti Singa


“astaga hana” Joe sedikit terkejut dengan penampilan orang yang berda di depan nya sekarang


“Apa kamu hanya akan menangis untuk sisa hidupmu kedepan?” kesal Joe begitu melihat Hana


yang melanjutkan tangisnya


“ini begitu sulit untuk ku Joe” Hana langsung berjalan menghampiri Joe dan memeluknya


Joe pun terkejut dengan Tindakan Hana yang tiba-tiba memeluknya


“Sudah lah sekarang kamu mandi setelah itu turun ke meja makan, aku tadi membeli makanan kesukaan mu” Ucap Joe kemudian melepaskan pelukan Hana


“di dalam begitu berantakan, bisakah setelah ini kau membersihkan semuanya?” Tanya Hana


yang tidak merasa bersalah menyuruh Joe membersihkan segala ulah nya tadi


Joe hanya bisa menghembuskan nafas Kasar dan melihat Hana


“kenapa? Apa kamu keberatan?” tanya Hana yang menaikkan alisnya


”baiklah aku akan membersihkan semuanya, tapi kamu harus mandi dulu”

__ADS_1


“baiklah aku mandi dulu”


Joe kemudian turun ke lantai bawa untuk menyiapkan makanan yang telah ia beli tadi di luar


__ADS_2