
“halo?” katanya kepada ku
“ini benar dengan intan?” kata ku sedikit gugup
“ iya ini siapa ya?” katanya
“aku Dian tan?” kataku
“dian siapa ya, banyak yang namanya dian?” katanya cuek
“dian teman sekolahmu yang tadi pulang bareng?” kataku kepadanya
‘‘oh kamu, iya ada yan?” katanya
“aku boleh ngak ke rumah kamu?” kataku, dan hanya itu yang terlintas dalam pikiranku saat itu
“APA?’’ katanya kepadaku, dan aku pun langsung menjauhkan HP ku dari telinga takut-takut aku gak bisa dengeer lagi
__ADS_1
“wow pelan-pelan dong” kataku kepadanya
“ mmm iya sorry” katanya
”aku mau main ke rumah kamu sambil, mau ngerjain PR matematika, kan rumah kamu yang paling dekat sama aku. Dan aku juga kan baru masuk sekolah?” kataku
“mm oke boleh, tapi aku boleh Tanya sesuatu ke kamu?’ katanya
“kamu dapat mana nomer hp aku?” katanya
“oh aku dapat dari ketua kelas, siapa dah namanya genta apa gempa?” kataku pura-pura lupa
“genda?” katanya
__ADS_1
“iya itu, jadi gimana boleh aku ke rumah kamu?” kataku kepadanya
“iya boleh lagian bentar lagi rini juga mau kesini mau ngerjain matematika juga” katanya
“oke aku ke rumah kamu sekarang” kataku sambil menutup telfon. Dan entah apa yang membuatku sangat bahagia sampai aku bingung mau memakai apa ke rumahnya. Dan aku mulai memasukkan buku yang aku butuhkan untuk belajar di rumah intan.
“mau kemana den?” kata pembantu rumahku
“Mau kerja kelompok dulu bik di rumah nomer 1 disana itu loh bik?” kata ku ke bibik
“mau saya antar den?” kata sopir ku
“gak usah mau jalan aja” kata ku smabil meninggalkan bibik dan sopirku sayup-sayup aku mendengar bibi dan sopir membicarakanku
“eh jon, bukannya den dian itu pinter ya, bahakn dari SD sampai sekarang selalu juara 1 , dan dia gak pernah kerja kelompok? Kenapa sekarang den dian mau kerja kelompok?” kata pembantu dian
“iya ya… mmm tapi mungkin den dian sudah menemukan teman sejatinya” kata sopir dian
__ADS_1