Love That Is Not Realized

Love That Is Not Realized
Episode 19


__ADS_3

“masuk?” kata suara laki-laki di dalam yaitu papa


“pa sibuk gak?” kata ku kepada papa


“gak kok, memang ada apa nak?” kata papa sambil menghampiriku


“duduk dulu deh pa, biar enak bicaranya?” kataku kepada papa


“oh gitu, oke?” kata papa sambil berjalan menuju sofa.


“oke ada apa?” kata papa memulai pembicaraan


“gini pa, aku mau ambil proyek ini? Boleh ngak pa?” kataku kepada papa


“oh itu. Boleh donk?” kata papa sambil memegang pundakku


“oke makasih ya pa?” kata ku kepada papa


“iya sama-sama?” kata papa


Setelah itu aku berjalan keluar dari ruangan papa, saat ini aku sangat-sangat bahagia. Karena aku akan sering bertemu dengan intan. Aku akan berjuang dengan cintaku kepadanya aku tau bahwa dia masih mencintaiku. Dan sekarang aku akan mengatur pertemuanku dengan intan. Untuk membahas kerja sama ku dengan perusahaanya.


( Intan )


Setelah hari itu berbicara kepada papaku bahwa aku tak ingin meneruskan kerja sama dengan perusahaan santoso. Tetapi kata papa mereka telah menaruh investasi ke perusahaan untuk kerja sama yang akan di lakukan 3 tahun kedepan. Mau tak mau aku harus meneruskan kerja sama ini. Karena aku tak ingin perusahaan ku bangkrut hanya karena keegoisan ku sendiri. Sudah 2 bulan dari hari itu berlalu. Dan kerja sama dengan perusahan santoso berjalan dengan lancar, dan siang ini aku ada janji dengan direktur PT santoso untuk bertemu dan membahas tentang proyek yang sedang dalam pembangunan dan aku berharap bukan dian yang akan datang dalam meeting hari ini. Karena aku tak ingin bertemu dengan laki-laki itu.


Saat ini aku sedang ada di kantor bersama rini mengurus berkas dan document yanag akan aku bawa nanti untuk meeting dengan perusahaan santoso, aku sangat sibuk sampai tak memperhatikan jam. Sampai handphone ku berdering aku tak melihat siapa yangmenelfon aku langsung saja mengangkatnya,


“halo?” kataku

__ADS_1


“ini sudah jam 1, kamu mau datang jam berapa?” kata orang yang di telfon


“ini siapa ya?” kataku sambil melihat jam di tanganku


“saya dari perusahaan santoso?” katanya kepadaku


“owh maaf pak saya akan segera menuju kesana pak?” kataku kepada orang yang di telfon


“baik saya tunggu?” katanya sambil mematika telfon yang terhubung denganku


Setelah itu aku dan rini langsung membereskan berkas-berkas yang akan kami bawa setelahnya aku langsung menuju ke parkiran mengambil mobil, saat di perjalanan aku mengecek document dan berkas yang yang akan kami bahas. Saat sampai di restoran aku langsung di sambut oleh pelayan


“ada yang bisa saya bantu nona?” kata pelayan itu kepada ku


“saya ada meeting dengan bapak santoso?” kata ku kepada pelayan itu


“baik, mari ikuti saya?” kata pelayan itu sambil berjalanSekitar 2 menit kami sampai di sebuah ruangan


“baik terima kasih?” kata rini kepada pelayan itu


Aku dan rini berjalan menuju pak santoso


“maaf pak saya terlambat?” kataku sambil duduk di depan pak santoso


“iya gak papa kok?” katanya dan aku merasa aneh kenapa suaranya terdengan muda


Saat aku mengangkat kepala bukan pak santoso yang aku dapati tetapi dian, iya mengapa harus dia dan mengapa aku harus bertemu dengannya. Lalu mengapa dia yang menghadiri meeting siang ini.


“kenapa bisa anda yang datang, mengapa bukan pak santoso?” kataku kepadanya

__ADS_1


“Oh papa sedang ada di luar negeri, jadi untuk beberapa waktu semua perkerjaan saya yang handel?” kata dian kepadaku


“oh baik kalau begitu lebih baik kita mulai saja, meeting hati ini karena saya masih banyak perkerjaan di kantor?” kataku ketus


“baik?” katanya sambil membetulkan tempat duduknya


Setelah itu aku, rini, dan laki-laki itu aku sangat malas menyebut namanya, membahas tentang proyek yang sudah berjalan. Saat aku sedang konsentrasi dengan document yang ada di depanku sambil mendengarkan rini tentang rencana proyek yang sedang berlangsung dia merubah topic pembicaraan


“bagaimana kabar kamu?” kata dian kepadaku


“maaf pak kita sedang membahas apa yang akan kita rencana kan tentang proyek ini?” kataku tidak senang


“maaf sudah ninggalin kamu begitu saja saat itu, dan tidak memberikan kabar kepadamu?” katanya kepadaku


“maaf pak sebaiknya kita kembali ke pembicaraan awal tentang proyek ini?” kata rini


“aku bisa jelasin semuanya?” katanya sambil memegang tanganku


“maaf, semua sudah selesai tentang masa lalu. Dan lebih baik kita membahas tentang proyek ini?” kataku dengan meninggikan suara


“aku bisa jelasin semuanya tentang wanita itu, aku tidak mencintainya. Sampai saat ini aku aku masih mencintai kamu?” katanya kepadaku


“maaf pak lebih baik saya pergi terlebih dahulu?” kataku sambil membereskan document yang ada di depanku lalu berjalan menuju pintu


“ini semua salahku?” katanya tiba-tiba membuat aku dan rini menghentikan langkah kakiku


“ini semua salahku, aku gak hubungin kamu, aku ninggalin kamu begitu saja.tapi dari semua yang sudah terjadi aku punya alasan mengapa aku meninggalkanmu, aku di ancam oleh mama?” katanya kepadaku


“lebih baik kamu lupakan semuanya dan terima saja apa yang di katakana oleh mama dan papa mu. Karena ……. Aku juga sudah menlupakanmu sejak dirimu meninggalkanku begitu saja?” kataku sambil berlari keluar dari ruangan itu

__ADS_1


Saat keluar aku mendengar dian memanggil-manggil namaku aku tak menghiraukannya, aku sibuk dengan perasaanku sendiri apa yang harus aku lakukan, aku berlari ke luar dari restoran itu dan tak terasa air mataku pun ikut jatuh.


__ADS_2