Love That Is Not Realized

Love That Is Not Realized
Episode 15


__ADS_3

Kursi ku dengan dian berdampingan bahkan apartemen ku pun bersebelahan dengannya, aku pun baru mengetahuinya 2 hari yang lalu saat bertemu di taman. Setelah smaapai di London dian langsung memesan taxi. Aku sangat lelah mungkin aku terkena jetlang. Setelah itu sekitar 40 menit menaiki taxi sambil di apartemen. Saat sampai aku melihat jam sudah jam 8 malam, aku mandi dan langsung tidur karena aku sangat lelah setelah sehari ini di pesawat.saat aku bangun ternyata sudah pukul 7 pagi dan aku bergegas mandi dan berisap-siap untuk pergi kuliah, saat aku keluar apartemen aku melihat dian sudah ada di depan pintuku,



“hai?’ katanya kepada ku



“hai” kataku dengan senyuman



“sudah jalan yuk” katanya



“iya ayok” kataku



Aku dan dia 1 universitas yang sama tapi jurusanku dengannya tidak sama dia di jurusan kedokteran dan aku di jurusan akuntan. Dan 1 bulan sudah berlalu, sekarang aku sedang siap-siap untuk keluar karena dian mangajakku keluar karena ada yang ingin dia bicarakan kepadaku. Bell apartement ku berbunyi dantentu itu rian.



“iya sebentar?’ kata ku kepadanya karena aku mash memasang sepatu



“sudah ayo jalan” katanya kepadaku



Dia sekarang sudah mempunyai mobil sendiri, karena orang tuanya mengirimkan mobil kepadanya 2 minggu yang lalu. Sekitar 30 menit perjalannan kami sampai di sebuah restora. Dan dian membukakan pintu dan mengajakku masuk saat di dalam dia menyiapkan makanan kesukaanku. Bahkan cara penataanya pun sangat sangat romantic



“ini semua kamu yang nyiapin?” katanya kepadaku



“iya kenapa, ada makanan yang ngak kamu suka biar aku ganti sekarang?” katanya



“ngak aku suka semua kok?” kataku.

__ADS_1



Setelah itu kami menyibukkan diri dengan makanan yang ada di depan kita, setelah selesai makan dia mulai berbicara



“tan?” katanya tampak begitu serius



“mmm iya ada apa yan?” kataku mulai penasaran



“mmm gini tan aku mau ngomong sesuatu sama kamu?” katanya kepadaku



“iya udah ngomong ajah kenapa sih” kata ku mulai tidak sabar



“gini tan, sebenarnya aku sudah suka sama kamu sejak dulu. Waktu kamu nabrak aku di lobi. Sejak itu aku suka sam kamu tan… mmm jadi kamu mau ngak jadi pacar aku?” katanya kepadaku




“iya aku serius tan, aku janji gak bakalan selingkuhin kamu, aku janji ngak bakalan nyakitin kamu, dan aku juga janji aku bakalan selalu buat kamu bahagia, aku janji tan janji?’ katanya bersungguh sungguh kepadaku



“oke aku mau?’ kataku



“hah apa?’ katanya



“ iya aku mau jadi pacarmu?” kataku kepadanya



“serius kamu beneran mau?” katanya

__ADS_1



“iya beneran?” kataku kepadanya



Di berlari kepadaku dan langsung memelukku, entah ini benar atau salah yang pasti aku bahagia sekarang, saat ini aku sangat-sangat bahagia entah apa yang aku fikirkan saat ini. Jalani saja dulu resiko apa yang akan aku terima itu aku akan urus nanti. Hari berganti demi hari hubunganku dengannya baik-baik saja bahkan setiap saat kami bertemu hanya saat ada kuliah kami tidak bertemu.sekarang dia bahkan sering menginap di apartement ku, aku tidak masalah toh dia sekarang adalah pacarku dan aku kenal dia sudah 3 tahun. Jadi aku percaya kepadanya. Aku sedang mencuci piring di dapur setelah makan malam barusan. Tiba-tiba ada yang memelukku dari belakang siapa ya ya dia dian.



“sayang?” katanya manja



“iya apa?” kataku



“ayo liat TV aku sedirian habis kamu lama banget?” katnya tetap memelukku



“iya ayo” kataku



Saat sudah di depan TV . aku dan dia fokus ke film yang kami tonton.



“yank aku pengen nyium kamu”? katanya kepadaku dan aku pun langsung mencium pipinya



“hmmmm bukan yank” katanya



Dia mendekat dan meraih kepalaku aku memejamkan mata dia mulai mencium bibirku. Cukup lama kami berciuman dia mulai meraba bagian dadaku. Setelah itu dia berbicara kepadaku



“bolehkah aku melebihi batas itu saat ini?’ katanya smabil menatap mata ku dengan sangat lekat.


__ADS_1


Entah apa yang aku pikirkan saat itu. Aku langsung menganggukkannya, setelah aku menganggukan kepala ku dia langsung mencium bibirku lagi. Setelah itu diam engendongku ke dalam kamar dan entah kapan semua pakaianku terlepas, dia mencium setiap inci tubuhku, dan itu membuat tubuhku merasakan kenyamanan yang belum pernah aku rasakan, semua begitu cepat untukku. Sejak malam itu terjadi dia menjadi lebih romantis dari sebelumnya. Tapi kita tidak sering bertemu seperti sebelumnya karena banyak tugas yang harus dia kerjakan. Dan bahakn saat ini aku dan dia tinggal di apartement ku. Dia tidak menempati apartementnya. Bahkan di saat dia sibuk pun setiap malam kita melakukannya bahkan sampai subuh.


__ADS_2