
Saat aku membuka mata ku sayup-sayup ada yang memanggil namaku dan orang yang pertama kali aku lihat adalah mama dan papa. Aku bingung kenapa mata mama bengkak apa mama menangis, karena apa. Aku bingung dan aku mengingat ulang apa yang terjadi denganku. Saat aku membuka mata lagi dokter ada di sampingku dia mungkin sedang memeriksa keadaan ku dan dia mengatakan bahwa aku sudah sadar dari kritis. Saat dokter pergi aku melihat rini berlari ke sampingku, dia juga menangis
“tan kamu sudah sadar… akhirnya kamu sadar tan” kata rini sambil mengusap air matanya aku bingung dengan apa yang di katakannya, setelah itu aku tertidur, saat membuka mata aku melihat rini , mama, dan papa ada di kiri dan kananku.
“ma pa?” kataku
“iya ada apa sayang?” kata mama sambil mengusap air matanya yang mengalir di sambut dengan senyuman
“aku kenapa ma?” kata ku penasaran
“waktu mama sama papa pulang, mama lihat kamu pingsan di bawah tempat tidur kamu, papa langsung bawa kamu ke rumah sakit. Kata dokter kamu koma… dan kamu koma selama 5 bulan sayang. Setiap hari rini kesini nemenin kamu sayang itu rini” kata mama sambil menunjuk kea rah rini
“makasih ya rin sudah nemenin aku selama 5 bulan ini?” kataku lemah kepada rini
“kamu tau aku khawatir ke kamu, kamu ngapain sih samapi kayak gini gara-gara tuh cowok gak berguna… aku kira kamu bakalan mati dan ninggalin aku, terus kalau sampai kamu mati aku sama siapa? Kamu kan tau kalau kamu sahabat ku satu-satunya disini, keluargaku ada di jawa semua?” kata rini sambil menangis
“sayang mama sam papa sudah dengar semuanya dari rini tentang hubungan kamu dan dian, kamu harus lupain lelaki itu sayang, mama gak mau anak mama tersiksa seperti ini hanya karena lelaki yang tidak bertanggung jawab ke kamu. Dan mama sudah dengar tentang pertunangan itu. Dan memang betul pertunangan itu sudah terjadi sayang, jadi mulai saat ini kamu harus bisa hidup seperti dulu lagi ya sayang?” kata mama
Yang aku fikirkan saat itu cepat sembuh dan berusaha untuk melupakannya, melupakan semunya tentang kenangan yang aku buat dengannya. Aku harus bisa Move On darinya karena aku sudah tak ingin di siksa dengan perasaan yang tak pasti ini. Setelah 2 minggu aku sadar dari koma dokter memperbolehkan aku untuk pulang, dan yang aku fikirkan saat dokter memperbolehkan aku untuk pulang yaitu kerja dengan giat atau mencari kesibukan lain agar aku bisa melupakannya.
1 bulan setelah aku keluar dari rumah sakit aku bekerja di kantor papa, aku sangat-sangat sibuk sampai aku lupa apa yang menganggu hati dan pikiranku selama ini. Dan rini setelah lulus dia berkerja di kantorku sebagai sekertarisku. Aku menjabat sebagai wakil direktur, hari demi hari aku lalui dengan kesibukan bahkan aku sudah mulai
melupakannya, hari demi hari aku lewati minggu demi minggu aku lewati, sekarang sudah tepat 3 tahun aku bekerja di perusahaan papa. Dan aku selalu mengerjakan apa yang papa suruh, dan papa ingin aku mengantikannya rapat penting di daerah pergunungan di bandung dengan klien yang baru akan berkerja sama dengan kita. Aku di tugaskan disana sekitar 2 minggu.
“kita kesana bisa sekalian jalan-jalan tan, hufh akhirnya”katanya senang
__ADS_1
“iya tapi jangan lupa dengan tugas kita ke sana?” kata kepada rini
“ih kamu mah gitu” kata rini cemberut
“aku bercanda kok, kita belanja, jalan-jalan, dan juga bisa sambil kulineran disana rin?” kataku kepada rini yang di tanggapi dengan anggukan yang sangat antusias dan senyuman yang sangat merekah
“terus kita kapan berangkat?” kata rini
“besok gimana kan rapatnya masih besok lusa jadi kita masih bisa menyiapkan apa yang di perlukan untuk meeting, sekalian sambil jalan-jalan?” kata ku kepada rini
“oke besok berangkat jam berapa?” kata rini antusias
“sekitar jam 7 pagi gimana, kan biar enak sampek masih bisa istirahat?” kataku
“oke boss” kata rini semangat
“oke oke, kamu santai saja semua beres di tanganku?” kata rini
“mm oke kalau gitu” kata ku kepada rini sambil meninggalkannya
Setelah pulang kerja aku langsung masuk ke kamar danmandi, sebelum menyiapkan barang-barang yang akan aku bawa besok, setelah selesai aku mengambil koper yang ada di atas lemariku. Saat akan mengambil baju mama masuk dan menyuruhku untuk makan malam dulu. Jadiku tutup lemari dan aku keluar. saat turun aku melihat mama sedang menyiapkan makan malam dan papa sudah duduk sambil membaca korannya.
“terus kamu mau berangkat kapan itu sayang?’ kata papa tiba-tiba
“mmmm besok pagi aku berangkat pa jam 7 pagi?” kata ku menjelaskan kepada papa
__ADS_1
“oh oke?” kata papa, dan papa pun mulai larut lagi dengan koranya
“loh kok berangkat besok sayang, bukannya meetingnya masih besok lusa sore?” kata mama setelah selesai menata makanan di atas meja.
“iya ma intan sama rini sekalian mau liburan ma, habis rini kayaknya sudah mau stress sama kerjannya?” kata ku bercanda, di sambut dengan tawaan mama dan papa
“kamu itu ada-ada ajah sih sayang” kata mama dan aku hanay membalas dengan senyuman
Setelah selesai makan malam, aku langsung ke kamar untuk menyiapkan apa saja yang akan aku bawa besok, setelah semua selesai aku bergegas untuk tidur. Sebelum itu aku memasang alarm, jam 5 pagi karena aku cukup lama mandi dan berdandan, dan aku pun bergegas tidur, saat sedang asik bermimpi indah alarm hp ku berbunyi dengan sangat keras. Aku kaget dan langsung mematikannya. Aku bergegas ke kamar mandi, setelah selesai mandi aku bersiap-siap sekitar jam 6.45 menit rini sudah sampai di rumah dan dia sudah bersiap-siap untuk berpergian sedangkan aku baru saja akan memasang bajuku dan masih belum memilih jas yang aku kenakan.
“duh kamu lama banget sih nanti kan kesiangan jalannya intan?’ kata rini cemberut
“iya sebentar donk cumin tinggal pakai jas sama sepatu ajah?” kata ku santai sambil tetap melihat ke jajaran jas ku.
“huh gak sabar aku sama kamu, sudah pakek ini ajah, biar gak lama ini sudah jam 6.55 loh?” kata rini dengan tidak sabar dia mengambilkan jas berwarna hitam untukku dan mengambil sepatu hels 5cm warna silver
“mmm iya sabar donk” kataku kepada rini
Aku dan rini berjalan ke bawah, menghampiri mama dan papa yang akan mengantarkanku ke depan, karena kita hanya membawa mobil, mama memberikan 2 kotak bekal yang akan aku makan di jalan, karena semalam aku mengatakan kepada mama bahwa aku tidak akan sarapan di rumah, jadi aku hanay mintak di bawakan bekal makan pagi kepada mama yang 1 untukku dan yang 1 lagi untuk rini. Rini sudah menyeret koperku keluar dan memasukkannya ke dalam bagasi
“hati-hati ya sayang?” kata mama
“iya ma, aku berangkat dulu ya ma , pa?” kataku kepada mereka
“ iya sayang” kata mama dan papa
__ADS_1
Aku berjalan keluar dimana rini sudah menungguku, setelah itu aku masuk ke mobil,
Saat di perjalannan aku memakan bekal yang mama bawakan untukku semua lauknya adalah makanan kesukaanku, ada ayam bumbu merah,mie dll. Rini pun begitu memakan bekalnya dengan sangat lahap, yah mungkin dia sudah kelaparan pikir ku. Setelah selesai makan akumelihat dan memeriksa document-dokument yang akan ku buat meeting dengan klienku, karena aku tak ingin mengecewakan klienku. Sedangkan rini dia sibuk dengan gadgetnya entah apa yang di lihat sampai sangat fokus.