Love That Is Not Realized

Love That Is Not Realized
Episode 21


__ADS_3

( Rini )


Saat aku keluar dari kamar mandi aku melihat intan sudah tertidur, aku sangat kasihan kepadanya menderita selama 6 tahun ini , hanya untuk mencoba melupakan laki-laki yang sudah meninggalkannya. Selama 6 tahun ini dia sudah menderita dengan memendam perasaanya sendiri bahkan dia membuat dirinya sangat-sangat sibuk agar melupakan laki-laki itu ya dia adalah dian, kemarin saat makan siang saat aku sedang menjelaskan dan intan sedang sibuk dengan berkas-berkas yang ada di depannya aku melihat dian hanya fokus melihat intan dan tidak memperhatikanku, saat dia berbicara dengannya tatapanya masih sama seperti dulu. Dan saat dia mengatakan kepada intan bahwa dia masih mencintainya, aku tau itu bukan bualan saja aku bisa melihat dari matanya saat dia bilang”aku yang salah” ada sebuah penyesalan di matanya, saat intan keluar aku terburu-buru membereskan berkas-berkasku. Saat sampai di lobi aku ingat bahwa tasku tertinggal di sana, aku kembali masuk ke dalam. Saat aku masuk ke ruangan itu aku melihat dian menangis


“kamu gak papa?” kataku kepada dian


“eh rin, sorry?” katanya sambil mengusap air matanya


“it’s oke… tapi kamu gak papa kan? Kenapa kamu nangis?” kataku


“aku hanya berharap intan bisa maafin aku rin, aku benar-benar masih sangat-sangat mencintainya rin?” katanya dengan menatap keluar jendela


“bagaimana dengan tunanganmu?” kataku kepada dian


“aku masih sangat-sangat mencintainya rin, kamu tau aku selama 6 tahun ini sangat merindukannya rin, aku sangat ingin sekali bertemu dengannya dan menghampirinya tapi aku tak bisa rin?” kata dian


“terus kenapa kamu ngak ngasih kabar ke dia selama 6 tahun ini, kamu tau dia sangat-sangat menderita apa lagi setelah tau kamu tunangan?” kataku marah kepada dian

__ADS_1


“6 tahun yang lalu mamaku sakit keras masuk rumah sakit selama 1 minggu. Aku sangat sibuk sampai tak bisa menghubunginya. Saat aku ingin kembali mama dan papa ku melarang dan mengatakan bahwa mereka ingin aku bertunangan dengan alinda. Tentu saja aku tak ingin bertunangan dengannya karena aku masih mempunyai kekasih yang sangat aku cintai yaitu intan. Tapi saat di perjalanan menuju bandara aku mengalami kecelakaan, dan saat aku sadar 6 bulan sudah berlalu. Kata dokter aku koma selama 6 bulan saat aku sudah sangat-sangat sehat dan pulih aku emncoba untu kembali kepada intan. Tapi mama mengetahui hubunganku dengan intan dan mengancam akan membuat intan dan keluarganya hancur dan menderita aku tak ingin itu terjadi kepada intan rin jadi aku menuruti keinginan mama, tapi aku selalu mencoba mengirim orang untuk mengetahui kabar dan bagaimana kehidupannya tapi mama selalu menghalangi dan membayar orang bayaranku agar tak menjalankan tugas yang kau berikan. Dan saat aku tau bahwa perusahaan ku dengan perusahaan intan sedang berkerja sama betapa bahagianya aku rin, bisa sering sering bertemu dengan wanita yang aku cintai dan yang sangat aku rindukan rin tapi. Saat intan mengatakan kepada keluargaku bahwa kita tidak saling kenal betapa hancurnya hatiku rin?” kata dian menghentikan ceritanya


“kamu tau apa yang membuat dia berkata begitu kepada orang tua mu?” kata ku kepada dian


“iya aku tau, dia membenciku?” kata dian


“iya dia membencimu karena kamu sudah meninggalkan dia begitu saja selama 6 tahun?” kataku kepda dian


“aku akan berusaha untuk memperjuangkan cintaku kepadanya rin, karena aku tak ingin kehilangan dia rin?” kata dian kepdaku


“serius kamu beneran mau bantu aku?” kata dian langsung berdiri dan tempat duduknya smabil berjalan memegang tanganku


“iya tapi aku punya syarat?” ku kepada dian


“iya iya aku mau apa pun itu demi intan?” kata dian dengan sangat-sangat antusias


“kamu harus janji kalau kamu gak bakaln ninggalin dia lagi dan janji bakalan buat dia bahagia selamanya tanpa ada air mata lagi?” kata ku kepada dian

__ADS_1


“iya aku janji rin?” kata dian


“oke kalau gitu aku pulang dulu, aku bakalan coba bujuk intan?” kataku kepada dian


“iya iya makasih rin?” kataku kepada dian


Aku berjalan menghampiri intan karena dia menungguku sejak tadi di dalam mobil semoga saja intan tidak curiga karena aku lumayan lama di dalam, saat sampai di dalam intan tak menyadari kedatanganku aku melihat intan menangis aku bingung apa yang harus aku lakukan. Aku hanya bisa memberikan semangat kepada intan


“sabar tan?” kataku sambil memeluk intan


“aku benci dia rin, kenapa dia harus kembali di saat aku sudah hampir melupakannya?” kata intan menangis


“kamu masih mencintainya?” kataku kepada intan


“gak aku sudah gak mencintainya, aku benci kepadanya bahkan aku sangat-sangat membencinta rin?” kata intan kepadaku


“kalau kamu membencinya kamu tidak akan menangisi dia tan?” kataku kepada intan karena aku tau kalau dia masih sangat-sangat mencintai dian. Intan hanya diam

__ADS_1


__ADS_2