
Aku sudah tak mendengar suara pembantu dan sopirku lagi aku keluar rumah, aku berjalan sangat pelan karena aku bingung ap yang harus aku lakukan dan apa yang harus aku kataka kepadanya saat sampai disana. Tapi tidak jauh dari rumah intan aku melihat rini teman sebangkunya intan sedang mondar mandir di depan rumah intan. Ku hampiri rini karena dia terlihat kebingungan.
“kamu rini kan temen 1 bangkunya intan?” kata ku ke rini
“eh kamu, iya aku rini temen sebangku intan?” kata rini kepadaku
“kamu ngapain disini mondar mandir kayak maling ajah kamu, kamu bisa di curigain loh sama satpam komplek kalok disini terus?” kata ku kepada rini
“mmm aku mau ke rumah intan, aku lagi whatsApp intan tapi dia langi ngak ON, aku bingung ini bener rumah intan apa ngak, kan malu kalok sampai salah rumah?” katanya kepadaku
“oh gitu, iya bener ini rumah intan, ayo masuk?’ kata ku mengajak rini
__ADS_1
“kamu tau dari mana ini rumah intan, kan kalian baru kenal tadi?” katanya penasaran kepadaku
“tadi aku sma intan pulang bareng, soalnya tadi dia kehujanan terus rumah aku juga gak jauh dari sini, tuh rumah ku nomer 5?” kata ku sambil menunjuk rumahku
Rini hanya ber oh ria. Rini memencet bel dan yang keluar orang tua yang matanya sangat mirip dengan intan. Aku berfikir kalau itu adalah mamanya inta. Dan tebakanku benar.
“ada nak ayo masuk dulu tante mau panggil intan dulu, intannya lagi ada di kamarnya?” kata mamanya intan
Aku dan rini masuk dan di persilahkan duduk oleh mamanya intan, tidak begitu lama mamanya intan turun. Dan mama intan masuk ke dapur tidak begitu lama intan turun. Dan dia masuk lagi untuk mengambil bukunya, saat sedang asik belajar aku tidak sengaja melihatnya dia tampak sangat cantik jika sedang serius entah apa yang aku pikirjan tetapi saat itu aku sangat ingin menatapnya dengan sangat lama. Lumanayan lama aku menatapnya ada pukulan di bahuku dan ternyata rini yang memukulku.
__ADS_1
“ada apa sih rin buat aku kaget aja?” kataku kepada rini
“kamu di panggil sama intan tuh malah bengong,jatuh cinta ya sama intan?” kata rini
“a..a..apaan sih, gak jelas banget sih kamu rin” kataku gagap karena malu ketauhuan menatapnya
“mmm iya ada apa ya tan?” kataku kepada intan
“mmm ngak papa kok?” katanya
__ADS_1
Setelah itu aku fokus menyelesaikan PR yang harus di kumpulkan besok, setelah selesai aku pamit pulang dengan rini. Tapi entah kenapa yang aku fikirkan dari jalan pulang samapai rumah hanya inta, masa sih aku sudah suka sama intan tapi aku kan baru ketemu dia hari ini, sudahlah lagian aku masih tidak mengerti dengan perasaanku