Love That Is Not Realized

Love That Is Not Realized
Episode 22


__ADS_3

“aku tau kamu masih mencintainya, apa salahnya kamu biarkan dia menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya, agar hati kamu bisa tenang intan percaya sama aku kalau kamu sudah tau alasan dia meninggalkan kamu. Hati mu akan tenang ?” kataku kepada rini


“tapi sulit rasanya saat aku bertemu denganya rin, aku takut untuk mendengarkan penjelasannya?” kata intan


“kamu harus berani, karena selama ini yang kamu cari dan yang ingin kamu ketahui mengapa dia meninggalkan kamu kan?” kata ku


Intan hanya menjawab ucapanku dengan anggukan saja, saja di perjalanan ke kantor aku melihat intan hanya menantap ke luar jendela mobil, aku sangat tak tega melihatnya begini 6 tahun ini dia menyimpan semuanya sendiri dan sekarang dia harus menanggung semua ini. Dian meninggalkan mu hanya karena dia ingin melindungi kamu saja tan kata ku dalam hati. Saat sampai di kantor intan langsung keluar beberapa karyawan menyapa intan. Tapi tak di hiraukan oleh intan entah apa yang di pikirkannya saat sampai di ruangannya dia hanya diam dan menatap leptop di depannya dengan tatapan kosong saja. Aku mencoba berbicara kepada intan tapi hasilnya nihil dia hanya diam saja, bahkan hari ini dia tak makan aku sangat khawatir dengannya aku bingung apa yang harus aku lakukan agar sahabat ku yang satu ini agar bisa bahagia apa iya aku harus membantu dian untuk kembali bersama dengan intan tapi bagaimana jika dian menyakiti intan lagi, aku pusing dan bingung dengan semua ini aku menyelesaikan document-dokument yang belum sempat aku selesaikan dan tanpa sadar saat aku melihat jam sudah pukul 9 malam. Aku pergi ke ruangan tempat intan berada dan dia tetap seperti saat aku meninggalkannya tadi dia hanya diam saja di kursisnya dan menatap koskng leptop yang ada di depannya.


“intan balik yuk sudah malam nih?” kataku kepada intan tapi tak ada tanggapan


“tan, intan?” kataku sekali lagi


Intannn?” kataku sambil memegang dan mengoyangkan pundak intan


“iya ada apa rin?” kata intan setelah sadar


“ayo pulang ini sudah jam 9 malam loh?” kataku sambil menunju ke arah jam


“oh iya rin ayo?” kata intan sambil membereskan barang-barangnya

__ADS_1


Saat di perjalanan pulang pun dia hanya diam saja, aku bingung dan khawatir dengannya, saat sampai di depan rumah intan aku mengajak intan untuk keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah


“tan ayok masuk sudah nyampek loh?” kataku sambil mebereskan barang-barang ku


“tan?” kataku sekali lagi tapi tak ada jawaban dia hanya menatap keluar jendela mobil


“intannnn?” kataku sambil mengoyang-goyangkan badan intan


“iya apa rin?” katanya kepadaku


“kita sudah sampek rumah kamu loh tan?” kataku sambil menunjuk kea rah rumahnya


Begitu masuk ke dalam aku dan intan di sambut oleh mama dan papanya intan setelah berbincang-bincang sebentar intan langsung berjalan menuju ke kamarnya aku pun mengikutinya sebelum itu aku berpamitan kepada orang tua intan


“rini juga ke atas ya om tante?” kataku


“iya nak?” kata mama dan papa intan


Sekarang aku menginap di rumah intan, karena mama dan papaku sedang ada perkerjaan di luar kota. Jadi intan menyuruhku untuk menginap di rumahnya sampai orang tuaku datang, saat masuk ke dalam kamar intan aku tak melihatnya tapi aku mendengar ada orang di kamar mandi. Itu pasti intan kataku dalam hati aku mengambil buku di rak buku intan aku membacanya sekitar 30 1 jam intan keluar dari kamar mandi. Aku akan mencoba untuk berbicara dengan intan mengenai dian karena menurutku ini memang salah dian tapi bukan sepenuhnya salah dian. Aku menunggu intan sampai selesai berpakaian dan berdandan setelah itu dia duduk tepat di samping kanan ku

__ADS_1


“tan?” kataku memulai pembicaraan


“mmmm?” kata intan hanya di jawab dengan gumanan saja


“cobak deh kamu pikirin lagi dengan jernih, aku yakin 1000% kalau kamu gak bakalan sakit hati untuk yang kedua kalinya kalau kamu sudah dengerin penjelasan dari dian, aku tau dia masih mencintai kamu tan, bahkan masih sangat-sangat mencintai kamu tan. Percaya sama aku tan?” kataku sambil memegang tangan intan dan aku mencoba untuk menyakinkan intan


“tapi rin?” katanya kepadaku


“sudah ngak ada tapi-tapi kamu percaya deh sama aku, kalau kamu gak bakalan sakit hati. Aku tau kamu juga masih mencintai dian tan. Kalau kamu gak mencintai dian kamu gak akan menangis kemarin, aku cuman mau kamu bahagia tan, aku gak pengen kamu seperti ini terus hanya mencoba untuk menyibukkan diri agar kamu lupa sama dia, tapi kamu gak bisa lupain dian kan?” kata ku kepada intan, karena aku tak tega melihatnya hanya murung saja


“gak tau rin, aku pikir-pikir dulu deh?” kata intan


“oke, tapi jangan terlalu di pikirin, entar kamu sakit lagi nanti?” kataku khawatir


“iya iya sudah sana mandi?” kata intan


“iya ini mau jalan?” kataku sambil berjalan ke kamar mandi


Aku mmutuskan untuk mandi, sekitar 45 menit aku selesai saat aku keluar aku melihat intan sudah tidur dengan lelapnya. Yang aku pikirkan saat ini hanya lah bagaimana caranya agar dia bahagia aku hanya tak ingin kalau dia sampai seperti 6 tahun yang lalu. Setelah selesai berpakaian aku mengeringkan rambutku dan berbaring di samping intan aku sangat lelah hari ini dan bingung apa yang harus aku lakukan lebih baik aku tidur saja dulu dan memikirkannya lagi besok.

__ADS_1


__ADS_2