Love That Is Not Realized

Love That Is Not Realized
Episode 18


__ADS_3

( dian )



Saat ini mama sakit dan memintaku untuk pulang, aku tak ingin meninggalkannya sendirian disini. Apa lagi aku tak bisa jauh darinya. Tapi mama terus saja menelfon dan menyuruhku untuk pulang, dan akhirnya aku pulang ke Indonesia. saat sampai di Indonesia mama memang betul-betul sakit kata dokter jantung mama kambuh. Jadi sekitar, sudah 1 minggu aku menemani mama dan akhirnya mama di perbolehkan untuk pulang. Saat di rumah aku berpamitan kepada mamam bahwa aku akan kembali ke London untuk melanjutkan study ku disana tapi mama melarangku dan meminta untuk menemaninya 2 hari. Aku menyetujui persyaratan mama, setelah 2 hari mama memanggilku dan mengatakan bahwa aku akan di jodohkan dengan alinda dia teman masa kecil ku. Dia anak dari orang yang sangat berpengaruh di jakarta, maka dari itu mama dan papa ingin aku bertunangan dengannya, aku menolakknya karena aku masih punya kekasih yaitu intan, aku sangat mencintainya dan aku tak ingin kehilanganya, aku memutuskan masuk ke kamar, dan saat ada di kamar aku mempunyai cara agar aku tak di jodohkan dengan alinda. Aku berencana untuk memceritakan semua ini dan membuat intan hamil agar aku bisa menikah dengannya, aku mengendari mobilku dengan kecepatan tinggi, saat di persimpangan aku tidak melihat ada truk, dan tabrakkan pun tidak terhindarkan. Saat aku membuka mata aku melihat mama dan papa di sampingku, dan juga dokter. Apa yang terjadi denganku. Mengapa semua berkumpul disini. Dan aku saat itu sangat mengantuk dan akhirnya aku tertidur, saat bangun aku sudah ada di ruangan lain, saat itu dokter datang



“syukur, anak anda sudah lewat dari masa kritis dan koma, dia akan segera membaikan?’ kata dokter itu



“baik terima kasih dok?’ kata papa ku



“ ma pa aku kenapa? Kata ku kepada mama dan jug papa ku karena aku bingung dengan yang di ucapkan dokter tadi



“kamu tabrakan dan kamu koma sayang?” kata mama menjelaskan



“koma?’ kata ku kepada mama tidak percaya


__ADS_1


“iya sayang?” kata mama sambil mengelus rambutku



“berapa lama ma?” kata ku penasaran



“6 bulan sayang” kata mama



Setelah itu alinda dan keluarganya datang menjengukku, sekitar 2 minggu setelah sadar aku di perbolehkan pulang oleh dokter, saat pulang aku hanya ingin kembali ke London menemui kekasihku, aku sudah sangat lama tidak melihatnya.. tetapi mama melarangku dan mengancamku




“mama sudah urus surat berhenti kamu, jadi kamu tidak perlu kembali ke London?’ kata mama tegas



“tapi, ma aku harus kembali, aku harus bertemu dengan seseorang?” kata ku memohon kepada mama



“intan?’ kata mama

__ADS_1



“dari mana mama tau?” kata ku kaget



“mama sudah menyelidikinya ketika kamu koma. dia hanyalah seorang anak dari perusahaan biasa-bisa saja, dia tidak sederajat dengan kita, yang pantas untukmu dan keluarga kita hanyalah alinda?” kata mama



“tapi ma aku mencintainya?” kataku kepada mama



“mama tidak peduli, kamu harus bertunangan dengan lainda atau mama akan membuat intan menderita dengan keluarganya, dan juga mama juga bisa membuat perusahan papanya itu bangkrut dalam 1 malam, jadi kamu pilih mana?” kata mama



“baik aku pilih tawaran mama, tapi mama harus berjanji kepadaku bahwa mama tidak akan menganggu intan lagi?” kata kepada mama



“oke mama berjanji?" kata mama



2 minggu setelah pembicaraan itu aku bertunangan dengan alinda, tetapi pikiranku hanya terpusat hanya pada wanita yaitu intan, aku tak bisa melupakannya. Hati ku sangat sakit memikirkannya, aku mencoba menyibukkan diri di kantor setiap makan siang alinda datang membawakanku bekal yang telah di siapkannya dari rumah. Tidak terasa 6 tahun sudah berlalu tetapi perasaanku terhadap intan tidak pernah berubah, aku masih terus memikirkan dirinya meskipun alinda selalu ada di samping ku selama 3 tahun ini tapi hati ku tak bisa membohongi untuk mencintainya, karena aku hanya menganggap alinda sebagai adikku saja. Hari ini papa dan mama mengajakku pergi ke villa di daerah kebun teh kita selama 1 minggu disana. Bahkan alinda pun ikut kami ke vila kata papa kami aka nada klien yang akan berkerja sama dengan kita, jadi kita membuat janji di restoran kebun teh. Saat sudah sampai aku sangat lelah tetapi alinda mengajakku pergi keluar untuk jalan-jalan,

__ADS_1


__ADS_2