Love That Is Not Realized

Love That Is Not Realized
Episode 34


__ADS_3

Hari


ini adalah hari terpenting dalam hidupku yaitu hari dimana aku dan dian akan


menjadi sepasang suami istri dan aku berharap bahwa ini akan menjadi pernikahanku


yang pertama dan yang terakhir di depanku ada mama, dia menatapku sejak tadi


tanpa berbicara aku tau apa yang di rasakan oleh mama jadi aku juga hanya diam


saja sampai mama berkata


“anak


mama sudah mau nikah aja, padahal baru kemarin mama ganti popok kamu sayang?”


kata mama sambil berkaca-kaca seperti akan menangis


“mama?”


kataku kepada mama


“semoga


kamu bahagia dengan pernikahan ini sayang?” kata mama kepadaku


“intan


pasti bahagia kok ma?” kata ku kepada mama sambil memeluk mama


“papa


gak mau di peluk nih?” kata papa sambil berjalan menghampiri aku dan mama


“papa?”


kataku kepada papa sambil memeluk papa


“anak


papa sudah mau nikah ajah sih?” kata papa sambil mengusap rambutku


“kayaknya


papa baru lihat kamu kemaren deh kenapa sekarang kamu sudah besar dan mau nikah


ajah?” kata papa


“tapi


mama dan papa hanya berdoa semoga kamu dan dian menjadi keluarga yang sakinah


mawadah dan warohmah?” kata mama


Setelah


itu kami berpelukan, cukup lama kami melepas karena ada pemberitahuan bahwa


pengantin pria sudah datang papa dan mama keluar dari ruangan hias ku aku


menambahkan sedikit bedak karena tadi aku sempat menangis. Setelah selesai aku


duduk di ranjang menunggu mama datang menjumpuku tak lama kemudian mama dan


papa datang menjumputku


“ayo


sayang sudah waktunya?” kata mama


“iya


ma?” kataku sambil berjalan ke arah mereka


Aku


berjalan di iringi dengan mama dan papa di sebelah kiri dan kanan ku, saat


hamper sampai aku melihat dian duduk di bangku yang sudah di siapkan untuk ijab


Kabul aku berjalan meuju ke sampingnya saat aku keluar dia terus menatapku

__ADS_1


sampai aku duduk di sampingnya


“kamu


cantik?” katanya kepadaku


Aku


hanya tersenyum


“baik


bisa mulai ijab kabulnya?” kata pak penghulu


“bisa


pak silahkan?” kata papa ku


“baik


ijab Kabul akan di wakili langsung denga papa dari ananda intan permata di


persilahkan?” kata penghulu


“baik


bismillah hirohman nirromim saya Darmo Admojo mewakili langsung untuk ijab


Kabul anak saya, dian eko santoso binti santoso adibiningrat saya kawin kan


engakau saya nikahkan engkau dengan putri saya yang bernama intan permata dwi


lestasi binti darmo admojo  dengan mas


kawin perhiasan emas 70 gram di bayar tunai?” kata papa ku


“saya


teriman nikah dan kawinnya intan permata dwi lestari binti adarmo admojo dengan


mas kawin perhiasan emas 70 gram di bayar tuanai?” kata dian dengan lancing


saksi sah?” kata penghulu


“SAH?”


kata orang-orang serentak


Setelah


itu dian memasangkan cincin serta gelang ke tangan dan jari-jari ku tak lupa


juga kalung, hari ini adalah hari yang sangat-sangat tak pernah aku bayangkan 1


pelaminan dengan laki-laki yang sangat aku cintai. Setelah itu aku langsung


pergi ke salon untuk ganti baju karena 2 jam lagi acara resepsi akan di


laksanakan saat ini aku ada di jalan bersama dian,alinda, dan juga rini,


“aku bahagia


kalian bersatu?” kata rini


“makasih?”


kataku kepada rini


“selamat


untuk kalian berdua, aku ikut bahagia dan aku berdoa semoga pernikahan kalian


langgeng sampai mau memisahkan?” kata alinda


“amin


terima kasih alinda?” kataku


“makasih


sudah biarin sahabat ku bahagia?” kata rini kepada alinda

__ADS_1


“aku


hanya ingin melihat laki-laki yang aku cintai bahagia itu saja, dan aku tau


kalau aku tak dapat membahagiakan dirinya maka ketika aku tau hanya intan yang


bisa membuatnya bahagia maka apa pun itu aku akan merelakannya. Melihat dia


bahagia aku juga bahagia?” kata alinda air matanya mulai jatuh


“terima


kasih?” kata rini menghampiri alinda dan memeluknya


Setelah


sampai aku langsung bergegas masuk ke dalam salon di dalam aku menata ulang


rambut ku serta memakai baju lainnya, setelah selesai aku kembali masuk ke


mobil karena barusan mama menelfonku katanya dia sudah ada di gedung yang akan


kami gunakan unutk resepsi. Saat sampai aku dan keluarga ku langsung masuk


acara demi acara di mulai acara resepsi di berlangsung selama 4 jam dan ini


membuat ku lelah saat sampai di rumah aku langsung mandi setelah selesai aku


berpakaian.


“janagn


tidur dulu sayang?” kata dian sambil memelukku dari belakang


“iya


sudah sana mandi?” kataku kepadanya


Aku


menunggunya di atas tempat tidur dan ini membuatku sangat-sangat nyaman dan


entah kapan aku tertidur tapi yang pasti saat aku bangun matahari sudah terbit


“selamat


pagi istriku?” katanya kepadaku


“pagi


sayang?” kataku


“kamu


kok tidur duan sih tadi malam?” kata dian


“maaf


habis aku kecapean?” kataku kepadanya


“oke


gak papa bisa sekarang kok?” kata dian


Setelah


itu dian mencium bibirku, entah kapan dia melakukannya tapi saat aku sadar aku


dan dirinya sudah tak memakai pakaian selembar pun.aku tak dapat memikirkan apa


apa saat yang pasti aku bahagia bersama dengan suami ku dan aku bahagia hidup


bersamanya 6 tahun aku menunggunya dengan penderitaan yang aku alami tapi aku


tau bahwa setiap penderitaan akan mendapatkan tempat kebahagiannya


masing-masing dan ini adalah kebahagianku setelah sekian lama aku menunggunya.


 


SELESAI

__ADS_1


__ADS_2