
Hari
ini adalah hari terpenting dalam hidupku yaitu hari dimana aku dan dian akan
menjadi sepasang suami istri dan aku berharap bahwa ini akan menjadi pernikahanku
yang pertama dan yang terakhir di depanku ada mama, dia menatapku sejak tadi
tanpa berbicara aku tau apa yang di rasakan oleh mama jadi aku juga hanya diam
saja sampai mama berkata
“anak
mama sudah mau nikah aja, padahal baru kemarin mama ganti popok kamu sayang?”
kata mama sambil berkaca-kaca seperti akan menangis
“mama?”
kataku kepada mama
“semoga
kamu bahagia dengan pernikahan ini sayang?” kata mama kepadaku
“intan
pasti bahagia kok ma?” kata ku kepada mama sambil memeluk mama
“papa
gak mau di peluk nih?” kata papa sambil berjalan menghampiri aku dan mama
“papa?”
kataku kepada papa sambil memeluk papa
“anak
papa sudah mau nikah ajah sih?” kata papa sambil mengusap rambutku
“kayaknya
papa baru lihat kamu kemaren deh kenapa sekarang kamu sudah besar dan mau nikah
ajah?” kata papa
“tapi
mama dan papa hanya berdoa semoga kamu dan dian menjadi keluarga yang sakinah
mawadah dan warohmah?” kata mama
Setelah
itu kami berpelukan, cukup lama kami melepas karena ada pemberitahuan bahwa
pengantin pria sudah datang papa dan mama keluar dari ruangan hias ku aku
menambahkan sedikit bedak karena tadi aku sempat menangis. Setelah selesai aku
duduk di ranjang menunggu mama datang menjumpuku tak lama kemudian mama dan
papa datang menjumputku
“ayo
sayang sudah waktunya?” kata mama
“iya
ma?” kataku sambil berjalan ke arah mereka
Aku
berjalan di iringi dengan mama dan papa di sebelah kiri dan kanan ku, saat
hamper sampai aku melihat dian duduk di bangku yang sudah di siapkan untuk ijab
Kabul aku berjalan meuju ke sampingnya saat aku keluar dia terus menatapku
__ADS_1
sampai aku duduk di sampingnya
“kamu
cantik?” katanya kepadaku
Aku
hanya tersenyum
“baik
bisa mulai ijab kabulnya?” kata pak penghulu
“bisa
pak silahkan?” kata papa ku
“baik
ijab Kabul akan di wakili langsung denga papa dari ananda intan permata di
persilahkan?” kata penghulu
“baik
bismillah hirohman nirromim saya Darmo Admojo mewakili langsung untuk ijab
Kabul anak saya, dian eko santoso binti santoso adibiningrat saya kawin kan
engakau saya nikahkan engkau dengan putri saya yang bernama intan permata dwi
lestasi binti darmo admojo dengan mas
kawin perhiasan emas 70 gram di bayar tunai?” kata papa ku
“saya
teriman nikah dan kawinnya intan permata dwi lestari binti adarmo admojo dengan
mas kawin perhiasan emas 70 gram di bayar tuanai?” kata dian dengan lancing
saksi sah?” kata penghulu
“SAH?”
kata orang-orang serentak
Setelah
itu dian memasangkan cincin serta gelang ke tangan dan jari-jari ku tak lupa
juga kalung, hari ini adalah hari yang sangat-sangat tak pernah aku bayangkan 1
pelaminan dengan laki-laki yang sangat aku cintai. Setelah itu aku langsung
pergi ke salon untuk ganti baju karena 2 jam lagi acara resepsi akan di
laksanakan saat ini aku ada di jalan bersama dian,alinda, dan juga rini,
“aku bahagia
kalian bersatu?” kata rini
“makasih?”
kataku kepada rini
“selamat
untuk kalian berdua, aku ikut bahagia dan aku berdoa semoga pernikahan kalian
langgeng sampai mau memisahkan?” kata alinda
“amin
terima kasih alinda?” kataku
“makasih
sudah biarin sahabat ku bahagia?” kata rini kepada alinda
__ADS_1
“aku
hanya ingin melihat laki-laki yang aku cintai bahagia itu saja, dan aku tau
kalau aku tak dapat membahagiakan dirinya maka ketika aku tau hanya intan yang
bisa membuatnya bahagia maka apa pun itu aku akan merelakannya. Melihat dia
bahagia aku juga bahagia?” kata alinda air matanya mulai jatuh
“terima
kasih?” kata rini menghampiri alinda dan memeluknya
Setelah
sampai aku langsung bergegas masuk ke dalam salon di dalam aku menata ulang
rambut ku serta memakai baju lainnya, setelah selesai aku kembali masuk ke
mobil karena barusan mama menelfonku katanya dia sudah ada di gedung yang akan
kami gunakan unutk resepsi. Saat sampai aku dan keluarga ku langsung masuk
acara demi acara di mulai acara resepsi di berlangsung selama 4 jam dan ini
membuat ku lelah saat sampai di rumah aku langsung mandi setelah selesai aku
berpakaian.
“janagn
tidur dulu sayang?” kata dian sambil memelukku dari belakang
“iya
sudah sana mandi?” kataku kepadanya
Aku
menunggunya di atas tempat tidur dan ini membuatku sangat-sangat nyaman dan
entah kapan aku tertidur tapi yang pasti saat aku bangun matahari sudah terbit
“selamat
pagi istriku?” katanya kepadaku
“pagi
sayang?” kataku
“kamu
kok tidur duan sih tadi malam?” kata dian
“maaf
habis aku kecapean?” kataku kepadanya
“oke
gak papa bisa sekarang kok?” kata dian
Setelah
itu dian mencium bibirku, entah kapan dia melakukannya tapi saat aku sadar aku
dan dirinya sudah tak memakai pakaian selembar pun.aku tak dapat memikirkan apa
apa saat yang pasti aku bahagia bersama dengan suami ku dan aku bahagia hidup
bersamanya 6 tahun aku menunggunya dengan penderitaan yang aku alami tapi aku
tau bahwa setiap penderitaan akan mendapatkan tempat kebahagiannya
masing-masing dan ini adalah kebahagianku setelah sekian lama aku menunggunya.
SELESAI
__ADS_1