Love That Is Not Realized

Love That Is Not Realized
Episode 16


__ADS_3

Semuanya berjalan dengan lancar dan tidak ada masalah sedikit pun. Dan dia di telfon katanya mamanya sakit dan dia harus pulang ke Indonesia. aku dan dia tidak memberitahukan kepada orang tua kita masing-masing kalau sekarang kita berpacaran. Hanya rini yang tau tentang hubunganku dengannya karena di saat aku bertengkar dengannya aku selalu menelfon rini, mencurahkan isi hatiku kepada rini. Dan kita berencana memberitahukan hubunganku dengan dian saat kami sudah lulus nanti. Saat ini dia sedang sibuk mengemas baju-bajunya untuk di bawa pulang ke Indonesia. sebelum dia jalan kami melakukan hubungan intin itu lagi, aku tidak bisa mengantarkannya ke bandara karena hari ini aku ujian di kampus. Jadi dia jalan sendiri ke bandara



Sudah 1 tahun berlalu tapi dia tak menghubungiku dan bahkan dia tak kembali ke London, aku bingung apa yang harus aku lakukan jika tidak ada dia di samping ku karena aku mulai mencintainya, bahkan sangat-sangat mencintainya. Aku menghubungi sahabt ku rini. Aku bertanya kepadanya dia sudah mendatangi rumah dian tapi disana tidak ada orang kata rini. Aku mulai sangat khawatir apa yang terjadi dengan ibunya sampai dia tidak ada kabar seperti ini, hilang begitu saja.



Dan waktu seakan berjalan dengan sangat cepat sudah 3 tahun berlalu dia tidak ada kabar, dan aku pun tak tau dia ada dimana aku mulai resah, apa yang harus aku lakukan sebentar lagi aku telah menyelesaikan S-1 ku disini. Aku berencana pulang ke Indonesia dan mencarinya. Karena sampai saat ini dia tidak ada kabar, aku sangat merindukannya bahkan setiap saat aku selalu memikirkannya bagaimana keadaanya saat ini, dan apakah ibunya baik-baik saja. Aku sudah mencoba menghubungi nomer yang dia punya tapi tak ada 1 pun yang aktif.



Hari ini aku pulang ke Indonesia dengan membawa gelarku sebagai seorang sarjana, aku di jumput oleh mama dan papa, mereka melambaikan tangan kepadaku. Aku berlari kecil menghampiri mereka. Saat sudah sampai mama dan papa memelukku secara bergantian. Mereka menanyakan kabar ku saat di Londo. Saat sudah selesai berbincang-bincang mereka mengajakku pulang, dan katanya mama sudah memasakkan menu favoritku. Saat sampai di rumah aku langsung ke kamar mandi dan berganti baju dengan kaos serta jeans pendek. Rambutku ku cepol asal lalu aku turun ke bawah aku melihat mama dan papa sudah menungguku di meja makan aku menghampiri mereka lalu kita makan bersama-sama setelah 3 tahun tidak bertemu. Setelah selesai aku mama dan papa masih berbincang-bincang di ruang keluarga mama dan papa menanyakan apa yang akan aku lakukan setelah ini.



“terus kamu mau kerja atau mau ambil S-2 sayang?’ kata mama penasaran



“kayak aku di Indonesia dulu deh ma, mau cari krja dulu yang sesuai dengan pekerjaanku?” kataku kepada mama



“gimana kalau kamu jadi manejer akuntansi di perusahaan papa?” kata papa yang di setujui juga dengan mama



“boleh juga pa, sekalian sambil belajar siapa tau nnti aku masih mau ambil S-2” kata ku kepada mama dan papa



“oke papa akan atur posisi kamu secepatnya, dan kamu kapan siap kerja di perusahaan?” kata papa



“secepatnya deh pah gimana kalau minggu depan hari senen?” kata ku kepada papa



“oke boleh” kata mama dan papa



“pa ma aku masuk kamar dulu yam au istirahat capek banget aku ma pa?” kata ku kepada mama dan papa

__ADS_1



“ iya sana sayang?” kata mama



Lalu aku meninggalkan mereka berdua. Aku berjalan dengan sangat lesu. Yang aku fikirkan saat itu hanya dian, dimana dia. Aku masuk ke kamar dan memutuskan istirahat agar besok aku bisa mencari dian sebelum itu aku temui rini dulu. Kata ku dalam hati


Keesokannya aku bangun jam 8, lalu aku bersiap-siap pergi ke kampus rini , setelah selesai aku pergi dengan menggunakan mobil yang baru papa belikan untukku , katanya sih hadiah kelulusan untukku. Aku melaju dengan pelan. Ibu kota tetap sangat-sangat padat. Saat sambil di kampus rini aku menelfon rini karena aku tidak tau dia ada dimana.



“halo Rin.. kamu ada dimana?’ kata ku kepada rini



“ada di kampus kenapa emangnya tan?” katanya



“ aku ada di depan kampus kamu nih, pas ada di depan gerbang aku?’ kataku tetapi rini keburu menutup telfonnya. Saat aku mencoba menelfon rini kembali ada yang memanggilku dari sebelah kanan, aku melihat rini datang dengan sangat tergesa-gesa.



“kamu pulang kok gak ngabarin aku sin tan?” katanya setelah di depanku dengan nafas yang masih ngos-ngossan




“ sudah slesai kok, kenapa?” katanya kepadaku



“makan siang yuk laper nih?” kata ku kepada rini. Dan rini hanya menjawab ucapanku dengan anggukan



Setelah sampai direstoran yang sering kami kunjungi dulu. Aku memesan makanan favorit ku. Dan rini pun begitu saat makanan belum datang kami berbicara tentang masa lalu kami saat masih SMA, saat makanan tiba kami menyibukkan diri dengan makanan sesekali kami bercerita tentang hal yang membuatku tertawa. Setelah selesai kami di pergi mengunjungi rumahku. Tadi aku mengajak rini kerumah dan dia menyetujuinya. Saat sampai di rumah tenyata mama dan papa lagi keluar entah kemana, aku dan rini langsung menuju kamarku. Disana kita bercerita lagi. Tiba-tiba rini menanyakan tentang dian



“Dian gimana masih gak ada kabar?” kata rini


__ADS_1


“gak ada rencananya sih aku mau cari dia sekarang, tapi aku bingung mau cari dia kemana?” kataku putus asa



“cobak datangi saja ke rumahnya?” kata rini



“rumah yang mana?” kata ku kepada rini



“ itu yang nomer 5 cobak dh kesana siapa tau dapat petunjuk dari sana?” kata rini.


Dan aku piker-pikir sih rini ada benarnya juga. Lalu aku mengajak rini jalan kaki ke sana. Saat sampai disana rumahnya dalam keadaan sepi, aku sudah beberapa kali memencet bell rumahnya tetapi tak ada tanggapan dari dalam. Aku mengajak pulang rini saat akan pulang aku bertemu dengan ibu-ibu



“cari siapa nak?” kata ibu-ibu itu



“cari dian buk? Kemana ya buk kok gak ada orang?” kataku penasaran



“oh yang punya rumah sudah pindah nak ke bandung. Sudah 3 tahun sih, sejak den dian kecelakaan mereka langsung pindah ke bandung, dan rumah ini sih katanya sudah ada yang beli”? begitu kata ibu-ibunya aku kaget saat mendengar kalau dian kecelakaan 3 tahun yang lalu



“dian kecelakaan kok bisa sih buk? Gimana ceritanya?” kata ku penasaran



“katanya yang saya dengan waktu disini ibu den dian sakit sekitar 1 minggu sudah sembuh, lalu waktu den dian dengar kalau dia di jodohkan dengan anak dari perusahaan Interior, dia gak ma uterus mau balik ke London. Tapi waktu di jalan den dian tabrakan dan di larikan ke rumah sakit. Sekitar 6 bulan den dian sadar dari koma, setelah sembuh mereka langsung pindah ke bandung dan menjual rumah ini” kata ibu itu bercerita panjang lebar



“oh… ibu tau alamatnya di bandung dimana?’ kataku



“duh maaf nak saya gak tau, saya permisi dulu ya saya masih banyak pekerjaan ini?” kata ibu itu sambil meninggalkan ku dengan rini.


__ADS_1


Aku tak percaya dengan apa yang baru saja aku dengar bahwa dian akan di tunangkan dan dian kecelakaan lalu berarti skarang telah tunangan dengan wanita itu, kataku bertanya-tanya dalam hati… sepanjang perjalanan pulang aku hanya diam saja aku bingung apa yang harus aku lakukan. Kenapa dian setega itu melakukan semua ini kepadaku. Rini terus menyabariku. Aku bahkan tidak tau kapan dia pulang. Aku menangis terus menerus di dalam kamar tidak makan , tidak mandi maupun minum yang aku fikirkan hanya 1 mengapa dia tega melakukan ini kepadaku. Kemana semua janji-janji yang dia ucapkan kepadaku dulu bahwa dia berjanji gak bakalan selingkuhin kamu, aku janji ngak bakalan nyakitin kamu, dan aku juga janji aku bakalan selalu buat kamu bahagia, aku janji tan janji. Aku masih ingat dengan janji-janjinya dulu kepadaku. Tapi kenapa sekarang dia malah mengingkari janjinya kepadaku… mata ku mulai mengabur dan seketika semuanya menjadi hitam.


__ADS_2