Love That Is Not Realized

Love That Is Not Realized
Episode 20


__ADS_3

“tan tas aku ketinggalan di atas aku pergi ambil dulu ya kamu masuk saja dulu ke dalam mobil?” kata rini kepadaku


“oke rin?” kataku kepda rini


Aku masuk ke dalam mobil, karena rini masih ingin mengambil tas yang tertinggal di dalam. Saat di dalam mobil perjalanan ke kantor aku tetap menangis rini ada di samping kiriku dia mencoba menenangkan diriku


“sabar tan?” katanya sambil memelukku


“aku benci dia rin, kenapa dia harus kembali di saat aku sudah hampir melupakannya?” kataku sambil terus menangis


“kamu masih mencintainya?” katanya kepadaku


“gak kau sudah gak mencintainya, aku benci kepadanya bahkan aku sangat-sangat membencinta rin?” kataku


“kalau kamu membencinya kamu tidak akan menangisi dia tan?” kata rini kepadaku aku hanya diam


“aku tau kamu masih mencintainya, apa salahnya kamu biarkan dia menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya, agar hati kamu bisa tenang intan percaya sama aku kalau kamu sudah tau alasan dia meninggalkan kamu. Hati mu akan tenang ?” kata rini kepadaku


“tapi sulit rasanya saat aku bertemu denganya rin, aku takut untuk mendengarkan penjelasannya?” kataku kepada rini


“kamu harus berani, karena selama ini yang kamu cari dan yang ingin kamu ketahui mengapa dia meninggalkan kamu kan?” kata rini

__ADS_1


Dan di jawab dengan aggukan saja olehku. Saat di sampai di kantor aku sudah tidak menangis lagi yang aku pikirkan tentang perkataan rini , apa iya aku harus bertemu dengannya dan mendengarkan penjelasannya mengapa dia meninggalkan aku selama ini. Aku hanya tak ingin bertemu dengannya lalu mendengarkan penjelasannya yang akan membuat diriku sakit hati untuk yang kedua kalinya kepada orang yang sama. Aku sibuk dengan pikiranku sampai ada yang menepuk pundakku saat aku menoleh aku melihat rini


“iya ada apa rin?” kataku kepada rini


“ayo pulang ini sudah jam 9 malam loh?” kata rini


“oh iya rin ayo?” kataku sambil membereskan barang-barang ku


Saat di perjalanan pulang aku masih memikirkan perkataan dian dan rini. Apa iya aku harus mendengarkan penjelasan dari dian sama seperti perkataan rini, tapi aku takut penjelasan itu akan membuatku patah hati untuk yang kedua kalinya, aku hanya ingin hidup dengan tenang dan bahagia tanpa merasakan sakit hati untuk yang kedua kalinya itu saja. Aku terus memikirkannya sampai ada yang menepuk bahu ku


“intannnn?” kata rini sambil mengoyang-goyangkan badan ku


“iya apa rin?” kataku kepada rini


“oh iya udah ayo kita masuk?” kataku sambil keluar mobil


Hari ini rini menginap di rumahku karena orang tuanya sedang ada perkerjaan di luar kota. Jadi aku menyuruhnya untuk menginap di rumah sampai orang tuanya datang. Saat masuk ke dalam aku di sambut oleh mama dan papa


“hai sayang, gimana hari ini happy?” kata mama


“iya happy kok ma, aku capek aku ke atas dulu ya ma pa?” kataku sambil meninggalkan mama dan papa

__ADS_1


“rini juga ke atas ya om tante?” kata rini mengikutiku


“iya nak?” kata mama dan papa


Saat di kamar aku langsung ke kamar mandi, berendam di bathrum mungkin dengan berendam aku bsa menghilangkan sedikit pikiran yang mengganguku sejak kejadian siang tadi. Sekitar 30 menit aku membilas badan ku setelah itu aku keluar kamar mandi dan melihat rini sedang berbaring di atas tempat tidurku. Aku langsung berpakaian dan memakai cream malam. Pikiran ku cukup tenang saat ini


“tan?” kata rini


“mmmm?” kataku menjawab dengan gumanan


“cobak deh kamu pikirin lagi dengan jernih, aku yakin 1000% kalau kamu gak bakalan sakit hati untuk yang kedua kalinya kalau kamu sudah dengerin penjelasan dari dian, aku tau dia masih mencintai kamu tan, bahkan masih sangat-sangat mencintai kamu tan. Percaya sama aku tan?” kata rini sambil memegang tanganku


“tapi rin?” kataku kepada rini


“sudah ngak ada tapi-tapi kamu percaya deh sama aku, kalau kamu gak bakalan sakit hati. Aku tau kamu juga masih mencintai dian tan. Kalau kamu gak mencintai dian kamu gak akan menangis kemarin, aku cuman mau kamu bahagia tan, aku gak pengen kamu seperti ini terus hanya mencoba untuk menyibukkan diri agar kamu lupa sama dia, tapi kamu gak bisa lupain dian kan?” kata rini


“gak tau rin, aku pikir-pikir dulu deh?” kata ku kepada rini


“oke, tapi jangan terlalu di pikirin, entar kamu sakit lagi nanti?” kata rini


“iya iya sudah sana mandi?” kataku kepada rini

__ADS_1


“iya ini mau jalan?” kata rini sambil berjalan ke kamar mandi


Mungkin benar apa yang di katakana oleh rini aku mungkin bisa mencoba untuk mendengarkan penjelasan tentang dian yang sudah meninggalkan aku 6 tahun lalu. Tapi apa iya aku masih mencintainya? Sudah lah semua ini hanya membuatku lelah. Lebih baik aku tidur saja dan memikirkannya nanti jika hati dan pikiranku siap kataku dalam hati


__ADS_2