Lucio Pengacara Arogant Dan Dokter Kimmy

Lucio Pengacara Arogant Dan Dokter Kimmy
Bab 8 - zaza mencoba meminta bantuan kimmy


__ADS_3

sekarang ketakutan zaza luar biasa menyelubungi hatinya mengingat kejadian tadi pagi, lucio akan menangani kasus nyonya tua yang anaknya diperkosa oleh anak salah satu crazy rich jakarta.


sebelumnya dengan segala manipulasi dan jebakan, membuat zaza memenangkan pelaku pemerkosaan dimana zaza akan menerima honor 2 Milliar bila pelaku bebas dari jerat hukum


Sekarang ia sedang kacau balau, panjar 500 juta dari sang crazy rich sudah di habiskan zaza untuk foya foya membeli tas branded, kalau zaza kalah tapi tak mengembalikan DP 500 juta itu, mungkin crazy rich itu akan menyewa orang mengurus zaza


keinginan zaza sekarang hanya satu, cepat pulang, lalu ke rumah lucio meminta kimmy bantu bicara pada lucio untuk melepas kasus nyonya tua itu.


"Ko Nicho sudah selesai, ayo kita pulang, besok ada persidangan lagi" ucap zaza tersenyum


"Tadinya habis dari sini aku mau mengajakmu bertemu hermine putriku" kata nicho dengan sedikit kecewa


"Bagaimana kalau lusa sabtu kita ajak hermine jalan jalan ke ancol" tawar zaza, nicho tersenyum dan mengangguk


"ide bagus, baiklah ayo pulang" ajak nicho "mobilku dikantor, antar aku ke kantor ya ko" pinta zaza, nicho mengangguk dan menbayar makanannya dan segera mengantar zaza


tiba dikantor zaza nicho segera pulang, zaza menghubungi kimmy via ponselnya


"Hallo kim, kamu dimana"


"Eh kak zaza, di rumah kak, kenapa?"


"Ada yang mau kakak bicarakan, kakak mau kerumahmu sebentar bisa?"


"Ekhmm bagaimana kalau besok saja kakak temui aku di jam makan siang"


"Kenapa? kakak tak boleh ke rumahmu ? lucio melarang kakak datang?"


"Bukan kak.. ekhmm tunggu sebentar kak"


kimmy mematikan mic dan meminta ijin pada cio "Hubby, bolehkah aku keluar sebentar ke cafetaria di loby?" ijin kimmy sangat manis padahal ia sudah memakai gaun tidur


"Alasan?" tanya cio dingin


"kak zaza mau ngobrol denganku"


"Kamu boleh turun menemuinya, tapi ingat apapun pembicaraan kalian jangan libatkan aku apalagi pekerjaanku, aku tak suka didikte seseorang apalagi sampai di rumah, kamu setuju?" kimmy mengangguk


"Batasmu satu jam, kamu setuju?" kimmy mengangguk

__ADS_1


"Baiklah kau bisa turun" kimmy tersenyum dan menghidupkan mic


"Kak kita bertemu di cafetaria di bawah penthouse saja ya kak"


"Baiklah, kakak kesana sekarang"


"Aku turun sebentar cio" pamit kimmy setelah menukar pakaiannya, cio menahannya


"Tadi ada maumu, kamu panggil apa? sekarang manggil apa? aku suamimu dan lebih tua darimu 5 tahun" kata cio datar.


kimmy terbahak bahak. cio suka sekali melihat tawa lepas istrinya. seperti ibu dan kakaknya, slalu begitu cantik apalagi tawa itu karena perbuatannya


"Hubby aku turun dulu ya" cio mengangguk "Tapi tanda tangani ini dulu" cio menyerahkan selembar kertas ,


kimmy membaca dan menandatangani dengan cepat sambil tertawa, "poto dulu dengan ponselmu" kimmy memoto kertas tersebut, cio tersenyum dan mengusap puncak kepala istrinya. sambil meletakkan sesuatu di bawah handbag istrinya secara diam diam


Saya Kimmy berjanji, apapun pembicaraan di luar rumah, dilarang keras membahas di dalam rumah. terutama perihal pekerjaan suamiku atas hal tak ada hubungan denganku, aku dilarang keras mendikte suamiku dan membahasnya pada suami tercintaku Lucio Vitto


kimmy segera turun menemui zaza di cafetaria lobby penthouse mereka , saat kimmy keluar cio menyeringai dengan sangat mengerikan


"Mau apalagi kau zaza? kali ini kau akan mati, dulu sudah kuingatkan agar jangan membela orang yang salah atau suatu hari karirmu akan hancur" batin cio,


"terkutuklah kau berbelanja barang mewah diatas penderitaan orang lain" gumam cio


tangannya iseng iseng meretas rekening istrinya, matanya hampir jatuh ke menatap layar laptopnya dan tersenyum tipis


"Gadis nakal, kamu banyak rahasia rupanya" gumamnya sambil tertawa,


dia pun menelusuri semua tentang istrinya dan mendapat banyak kejutan tentang gadis kecil itu . cio terus tertawa sendiri seperti orang kerasukan


🧸🧸🧸🧸🧸🧸


Cafetaria HS Penthouse


"Ada apa kak mencariku?"


"kenapa tak boleh ke rumahmu" tanya zaza tersinggung


"Oh sejak hari pernikahan cio sudah memberi tahu peraturan keluarga geraldo kak, yaitu menerima tamu di luar rumah, itu rules mereka" akhirnya zaza mengangguk

__ADS_1


"Kakak ada masalah, kamu harus bantu kakak" ucap zaza


"Masalah apa kak? kalau uang aku tak punya, kakak kan tau aku baru dua hari bekerja, gajian saja belum" kata kimmy sambil tertawa


"Bukan uang kok, loh suamimu tak memberimy kartu hitam?" tanya zaza


"Ada tapi sudah kukembalikan, buat apa sedangkan keluar saja dia yang mengantar dan membayar" jawab kimmy


"Ah kau bodoh sekali kan bisa membeli barang branded dan perhiasan"


"jangan kak, ia kerja susah payah, aku tak mau begitu, lebih baik buat anak kami kelak"


"Kau bodoh sekali, laki laki cari uang memang untuk dihabiskan istri"


"sudah sudah. tadi kakak mau bicara apa?" potong kimmy


sebenarnya kimmy tau kakaknya itu sangat boros sampai orangtuanya bahkan tak mau peduli padanya lagi, seluruh barang branded di mall andai bisa mungkin sudah dipindahkan kakaknya ke rumah, padahal paling digunakan sekali dua kali saja, bila ditabung bahkan bunganya bisa untuk biaya hidup, jadi kimmy memilih mengatakan tak punya uang sebab baginya mau uang harus kerja keras


"Kakak ada masalah, kakak membela sebuah kasus, bayarannya 2 Miliar kalau menang, sudah dipanjar 500 juta, uangnya juga sudah habis, kasus harusnya pasti menang tapi tadi cio mau menghandel pihak lawan, kakak pasti kalah kalau cio melakukan perlawanan, kamu bilang cio tolak kasus ini ya, kalau kakak kalah kakak harus kembalikan 500 juta itu, kan uangnya uda habis. kalau tak dikembalikan pasti kakak di hajar klien kakak" zaza mulai memohon, wajah kimmy langsung datar


"Pertama ya kak, 500 juta bisa buat biaya hidup cia selama 6 sampai 10 tahun, bagaimana kakak bisa menghabiskannya dalam beberapa hari"


"Kedua kakak tak usah takut kalah, kakak menjadi pengacara pasti ada sumpah pengacara membela kebenaran, biarpun cio menjadi lawan kakak, selama kakak benar kakak jangan takut, lawan saja keluarin bukti dan saksi kakak, dimana mana kebenaran pasti menang"


"Ketiga, kakak baca ini" zaza membaca layar ponsel kimmy, ia langsung melotot


"sudah kakak tenang saja, kalau cio membela yang salah ia akan mendapat karmanya, namanya akan rusak, media akan memuat namanya, kimmy ikhlas meskipun itu suami kimmy karena kimmy malu punya suami membela yang salah" kata kimmy menyemangati kakaknya, zaza langsung pucat dan emosi


Cio tertawa terbahak bahak mendengar ucapan polos istrinya dari penyadap yang ia pasang di tas istrinya , tangannya tetap menelusuri data istrinya dan mengeprint semua di ruang kerjanya


"membela yang salah kadang juga bisa karena terdesak oleh keadaan kimmy, bisa jadi masalah keuangan" ucap zaza agak kesal


"Tidak, cari uang harus halal agar menjadi darah dan daging, meskipun sedikit harus halal, contoh ya kimmy memeriksa pasien di bayar 10 ribu pun gapapa asal halal, dikumpulkan sesikit sedikit"


" kalau hasil menindas orang nanti jadi karma bukan jadi daging, bukankah upah dosa adalah maut"


Demi apa cio ingin sekali menangkap istrinya dan menciuminya, lugu sekali istrinya belum paham maksud kakaknya yang jahat


__ADS_1


__ADS_2