
Jam 17:00
Setelah melepaskan sisa pekerjaannya untuk diselesaikan Dion, Lucio langsung tancap gas ke Kusuma Hospital menjemput istrinya. Untung saja ia tiba tepat waktu.
Tapi ia melihat ken mengusap kepala istri kecilnya dan istrinya terus berusaha menepis tangan ken di loby, Cio segera mengepalkan tangannya. Ia memejamkan mata sesaat dan menghembuskan nafas kasar.
"Honey sudah lama menunggu?" tanya cio pada kimmy "Tidak aku baru selesai" jawab kimmy
"Tuan Milano saya sangat berterima kasih bila anda bisa bicara dengan cara baik baik tanpa menyentuh istri saya, meskipun anda sahabat lama nya sekalipun akan kurang etis jika anda masih melakukannya. seperti anda tau kimmy sudah bersuami" tegur cio dingin. ken langsung gugup melihat aura mengerikan yang dipancarkan cio
"Baik Tuan" ucapnya , cio menarik pinggang istrinya dan membuka pintu mobil penumpang
"Sekarang katakan apa yang harus aku lakukan?" tanya cio tersenyum
"apanya?" tanya kimmy bingung
"Aku lapar, aku ingin makan masakan nyonya lucio vitto karena lidahku sudah candu, tapi aku juga ingin menikmati suasana di luar rumah" tanya cio. kimmy makin bingung
"Kita pulang ke rumah, aku memasak, kita bawa makan di luar" kata kimmy
"bagaimana kalau aku makan nyonya lucio vitto di luar" tanya cio. kimmy langsung merona dan membuang wajah, cio tertawa
"Aku ajak ke rumah makan jalanan favo ku mau?" tanya cio. kimmy mengangguk cepat "mau mau, ku kira kau tak mau makan makanan jalanan"
"apa salahnya? kalau sakit perut mencret ya anggap detox dan program diet" jawab lucio. kimmy terbahak bahak. cio sampai terkesima melihat tawanya pertama kali. begitu cantik sekali
cio mulai paham, istrinya suka hidup apa adanya, bukan jaim jaim di restoran mewah membuatnya kaku dan mengikuti aturan adat dan norma keluarga
cio menghentikan mobilnya di sebuah rumah makan yang menjual aneka makanan. ada nasi uduk, nasi sayur, nasi soto, nasi kari, lontong, sate padang, siomay, gudeg, karedok, pecel, rujak, misop, mie goreng, nasi goreng, sate madura, mie rebus, bakso dan beberapa makanan lainnya
__ADS_1
mata kimmy berbinar binar "wow surga makanan" pekiknya, cio tertawa . ayo kita pesan makanan.
"Tapi kita hanya berdua, mana bisa mencoba banyak makanan" ucapnya sedih
"Sebentar lagi kakakku akan tiba, pesanlah dulu"
"benarkah?" cio mengangguk dan mereka memesan lima macam makanan
saat cio mengambil posisi duduk didekat area terbuka, sasa, luca, alexa tiba
"wow ibu negara ikut" ledek cio, alexa langsung menjewernya "anak nakal, makan tak mengajak mom" omelnya
"Ampun mom ampun lepas, sakit ah" semua terbahak bahak melihat seorang lucio yang terkenal dingin dan arogant dijewer ibunya
"Mom, kak sasa, kak luca" sapa kimmy berdiri dan menunduk hormat
"halo menantu cantik tersayang, duduklah nak. apakah kau terbiasa makan dijalanan begini?" tanya lexa
"tenang kau membawa dua tong sampah disini, pesanlah semaumu, aku dan cio akan menghabiskan sisanya" goda luca, sasa tertawa
"Dad dan kak harvey tak ikut kak?" tanya kimmy
"Dad tak akan makan disini, bisa opname karena paranoid hahahaha"
"kalau kak harvey jangan harap pulang kerja akan keluar rumah, dia bucin akut pada istrinya. kecuali istrinya ke luar negeri baru bisa keluar bersama kita"
luca menjelaskan panjang lebar "bukannya das juga bucin akut sama mom?" tanya cio
"Tadi anakku kenzo dan anak kak sasa kenzi minta di ajak dad membeli peralatan komputer, sementara mom sudah kelaparan, bagi dua lah. dad sama anak anak, mom bersama kita"
__ADS_1
"ayo pesan apa? tadi cio pesen sate padang sate madura lontong pecel bakso siomay"
"pesen saja semuanya tapi porsi kecil ya, kita cobain seluruh makanan disini" kata lexa. sasa mengangguk dan luca segera memesan.
Sore itu mereka bener memesan makanan aneka ragam. setelah wanita kenyang, luca dan lucio menghabiskan sisanya sambil tertawa . luca menyelesaikan pembayarannya
"seratus dua puluh ribu bro" kata luca, sasa dan lexa terbahak bahak
akhirnya mereka berpisah, cio mengandeng kimmy ke mobil "kenyang? bahagia?"
"sangat" jawab kimmy berbinar
"lain kali kita makan makan lagi" ajak cio , kimmy mengangguk cepat "mau"
zaza menatap semua pemandangan itu dari kejauhan dengan rasa nyeri di hatinya
"Kamu kenapa?" tanya nicho "Tak ada, tadi seperti melihat adikku tapi sudah keburu hilang"
"adikmu bukan menikah dengan tuan lucio vitto?" tanya nicho "aku melihatnya di pernikahan kemarin"
"benar" jawab zaza nyeri
"tadi memang tuan lucio, cuma aku tak tau tiga wanita disana ada adikmu atau tidak" zaza hanya mengangguk
"hebat juga keluarga tuan lucio bahkan istrinya bersedia makan makanan enak di pinggir jalan" zaza hanya diam
zaza tak terbiasa makan di pinggir jalan seperti ini, dia takut ketemu rekan atau temannya. berbeda dengan kimmy malah senang makan dijalanan
Zaza diam tak bersuara, kenapa kimmy mendapatkan yang terbaik, dulu keenan penerus milano yang merupakan crazy rich eropah , setelah zaza berusaha keras memisahkan mereka dengan harapan bisa memiliki keenan ternyata gagal total, malah sekarang kimmy mendapatkan lucio pria yang paling ia inginkan
__ADS_1
zaza tak introspeksi diri dengan sikapnya sendiri, bahkan sampai sekarang nathan mencoba mengajaknya rujuk dia tolak mentah mentah karena ia berpikir nathan masih manager biasa di anak cabang kota pelangi ATN Group yang sekarang , padahal tanpa sepengetahuannya, Tuan Besar Wongso sudah menghadiahkan perusahaan baru untuk putra tunggalnya itu dan berkembang sangat pesat