Lucio Pengacara Arogant Dan Dokter Kimmy

Lucio Pengacara Arogant Dan Dokter Kimmy
Bab 17 - cerita masa kecil cio


__ADS_3

Sore hari


"Kau mau kemana?" tanya cio melihat istrinya berdandan cantik


"Aku mau mengajakmu berbelanja buah buahan, aku mau beli strawberry dan aku mau makan rujak" jawab kimmy


"baiklah, aku ambil ponsel dan dompetku dulu" cio naik kekamar dan menghubungi seseorang "Dampingi istriku mulai sekarang, dan tunggu kami di H.A.S.A.N Supermarket"


cio melajukan mobil ke supermarket tujuan, dua pengawal wanita menunggu mereka , "kau disini?" tanya kimmy terkejut melihat pengawal wanita itu "Ya nyonya muda kecil" jawabnya


"dampingi istriku membeli strawberry" perintah cio, ia segera mengambil kursi disebuah restoran , tapi baru saja duduk, pengawal sudah mengirim poto kimmy bicara dengan ken di dalam supermarket


"singkirkan dia" pesan cio


***


"Tuan.. menyingkirlah dari nyonyaku, atau suaminya akan marah" pengawal mengingatkan , keen akhirnya menyingkir dengan mengepalkan tangannya , ia melihat cio didepan resto diluar pintu supermarket . ia mau menghampiri cio


"Kebetulan sekali bertemu anda disini tuan muda kecil geraldo" sapa keen . cio menatapnya sinis


"Wow kau tau siapa aku? kalau sudah tau menyingkirlah" perintah cio "Putra bungsu orang terkaya dunia siapa yang tak tau"


"Apa maumu? kau mau bermasalah denganku? aku tak keberatan menghajarmu disini" ledek cio


"Ah emosimu besar sekali tuan muda kecil, jangan marah marah, tak baik buat kesehatan, sayang sekali kekayaan warisan opamu tak bisa kau nikmati lagi bila kau sakit" sindir keen


cio sadar pria didepannya menyindirnya pria tak berguna yang mengandalkan warisan dari keluarganya. tapi cio membiarkannya seperti itu agar pria bodoh itu tak tau banyak tentang dirinya


"Jaga bahasa anda tuan" dua orang berdiri di samping ken. ken tersenyum sinis


"Kenapa Tuan Keenan? apakah kau iri melihatku duduk santai tapi menjadi orang kaya dadakan karena dilimpahi warisan keluargaku?"


"kau cukup beruntung susah payah bekerja menjadi pengacara tiba tiba menjadi orang kaya dengan warisan, ditambah mendapat istri yang sukses membuat kekayaanmu berlimpah seketika"


"yah aku memang beruntung , sekarang aku tinggal duduk tenang menikmati warisan keluargaku dan menikmati kesuksesan istriku" ejek cio. keen mengepalkan tangannya


"Kau tak malu hidup begitu?"


"Kenapa harus malu, rezeki harus dinikmati, tak semua orang seberuntung aku" jawab cio tenang , keen langsung pergi meninggalkan cio dengan amarah luar biasa


"kau tunggu saja harta istrimu dan mertuamu jatuh ke tanganku lucio" gumam keen sambil melangkah ke mobilnya


***


"Tuan, kau membiarkannya menghinamu?" tanya alan kesal ketika sudah berdiri dibelakang cio


"kau kenapa seperti hantu, ada dimana mana, apa kau mengikuti istriku?"


"Tidak , aku membeli beberapa kebutuhan kulkas apartemen"


"Biarkan saja dia menganggapku pria tak berguna, aku malah menikmatinya, kapan lagi bisa duduk menikmati uang warisan hahahaha.. dengan begitu ia tak pernah sadar berhadapan dengan siapa" ucap cio, alan setuju


"Kau sudah bicara dengan istriku?" tanya cio "80 persen done, tinggal mengarahkan team eropah pindah ke indonesia" cio mengangguk


"Tuan, dia mencoba bergerak di perusahaan mertua anda"


"Bereskan donk, hahaha " alan akhirnya mengangguk "sekalian kirim orang ke perusahaan ayahnya"

__ADS_1


"Cio aku mau membeli rujak" pinta kimmy , suaranya duluan tiba sebelum orangnya tiba


"alan kau disini?" tanya kimmy "aku membeli ini" alan menunjukkan belanjaannya


"kau sudah makan? mau makan bersama istriku?" tanya cio "aku memiliki pekerjaan yang harus diselesaikan sore ini Tuan"


"Baiklah kami duluan" cio menarik pinggang kimmy dan membawanya ke mobil sportnya. dua pengawal masuk ke kursi belakang


***


Minggu


Jam 10:00


Rumah keluarga Kusuma


"Shalom pah mah" ucap kimmy dan cio bersamaan saat memasuki rumah kusuma


"Shalom" jawab jeniffer


"Sayang kau sudah tiba? wah perutmu besar sekali" ucap mama jeniffer saat menyongsong putrinya mereka berpelukan melepas rindu


"papah sedang di ruang kerja bersama kakak kalian, mereka menunggumu cio"


"cio masuk dulu mah" cio segera ke ruang kerja mertuanya


"Shalom pah kak, cio tiba" cio memberikan salam


"Shalom" jawab mereka bersamaan "duduklah cio" ajak damian , cio segera duduk


"Kami membicarakan perusahaan cio" cio hanya mengangguk diam mendengarkan pembicaraan mereka. mereka mengira cio tak paham bisnis dan hanya tau hukum.


". kali ini winata group dan kusuma group kena bersamaan" ucap albert


"Kita harus bagaimana?" tanya aston "tak ada investor yang berani menanamkan dana di kondisi perusahaan kita yang seperti ini"


"Papa akan coba menggadaikan aset propertt kita ke bank, untuk menyuntik dana 200 milliar untuk kusuma group dan 200 milliar untuk winata group, kita sambil memeriksa internal kita" putus damian akhirnya


"boleh cio lihat laporannya pah?" tanya cio sopan. albert dan aston menyerahkan dokumen kepada cio.


"Cio akan meminta seorang investor menanamkan saham, dia hanya mau menyuntik dana kalau bisa membeli 51 persen saham, apakah bisa?"


albert dan aston terkejut, damian menatap cio, damian mengangguk


"pah.."


"Cio lakukanlah" ucap damian


"Besok papa dan kakak bisa hadir ke kantor cio menemui investor?" tanya cio, damian mengangguk


"siapa investornya?" tanya albert "Hariette louisa geraldo" jawab cio, ketiganya terkejut. "kamu yakin Nona Muda Geraldo akan menanamkan dana?" tanya damian.


"Besok cio akan kabari jam berapa pertemuannya pada papa" damian mengangguk


"ingat berjanjilah, jangan sampai ada yang tau cio membantu masalah ini terutama kimmy ya pah, kak"


"kenapa?"

__ADS_1


"cio pengacara bukan pengusaha, cio mau hidup tenang dengan anak istri cio tanpa terlibat bisnis atau apalah" mereka mengangguk paham


"ayo kita keluar dan makan siang" ajak damian, mereka pun beranjak keluar


"apa yang kalian bicarakan didalam, kenapa lama sekali?" kimmy merajuk


"Mereka membahas bisnis, kepalaku pusink mendengar pembicaraan mereka" jawan cio, kimmy tertawa


"Tak apa, hubby bakatnya di hukum, aku dimedis, mereka di bisnis" ucap kimmy mengelus dada cio, cio tersenyum dan mengelus kepala kimmy


***


Usai makan siang mereka segera ke rumah keluarga geraldo,


"Shalom, cio pulang" teriak cio dari luar


"shalom, kimmy pulang" ucap kimmy ketiga tiba di ruang keluarga


seluruh keluarga sedang ada disana kecuali istri Luca. sudah lama cio tak bertemu kakak iparnya itu


"Shalom" jawab mereka semua bersamaan


"Kimmy duduklah" panggil lexa


cio melihat kenzie di pangkuan sasa, ia langsung mengangkat kenzie menyerahkan pada kakak iparnya westin, lalu berbaring di pangkuan sasa


westin mendengus "Kakak ipar, aku jarang ketemu kakakku, pinjamlah sesaat " rengek cio , semua tertawa melihat kelakuan cio


"Preman kok manja" ledek alex , cio hanya mencebik


"Mana kakak ipar kak?" tanya cio "Kita tak membahasnya, bahas lain saja" pinta luca


meskipun cio kaget ia menghargai pendapat luca, dia membahas kenzo "Boy, apakah kau sudah pandai bertarung?" tanyanya pada kenzo yang berusia dua tahun dan mendudukkannya di perutnya


kenzo mengangguk , "baiklah nanti kita bertarung" kata cio tertawa


"Jangan ajari anakku jadi preman, kau ajari anakmu kelak jadi pengusaha atau dokter, bukan jadi preman sepertimu" omel luca , sasa tertawa sambil mengelus kepala cio


"Mom " panggil kenzie mulai cemburu


"kenapa boy? kemarilah" cio mendudukkan bocah enam tahun itu diperutnya


"Kau sudah pandai bertarung?" tanya cio sambil mengelus kepalanya "sedikit" jawab bocah itu datar


"benarkah? mau bertarung dengan uncle?" tanya cio "no uncle bertarunglah dengan mom" ejek kenzo, cio mencebik . semua tertawa


"Kendrick kau sudah bisa bertarung?" tanya cio , kendrick hanya menggeleng "tak bisa"


"kenapa laki laki tak bisa bertarung? bagaimana kalau ada yang menindas ibumu saat ayahmu tak ada? siapa menolongny?"


"Aku akan membunuh orangnya" jawab kendrick dingin "dengan apa?" tanya cio bingung


"Aku tak pandai bertarung, tapi kalau ada yang menyentuh ibuku, aku akan membunuhnya" cio menatapnya datar lalu menatap harvey


"Dia pandai bertarung, hanya tak suka bertarung " ucap harvey. cio mengangguk


"kenapa kau mengajari anak anak bertarung, kau suka anak anak bertarung?" tanya kimmy

__ADS_1



__ADS_2