
Rumah Lucio
"Apa yang kamu lakukan cio? lepaskan alan.. dia tak ada hubungan dengan masalah kita" ucap kimmy dingin
"Aku siapa tergantung sikapmu" jawab cio santai
"Kalau kau tak melepaskannya aku akan meninggalkanmu" ancam kimmy datar
"Pengawal hajar dia" perintah cio , pengawal segera mulai beranjak maju
"Suamiku, kumohon lepaskan dia" ucap kimmy memelas
"Hentikan" perintah cio, pengawal batal memukuli Alan
"Nak, papi kalian jahat sekali, dia menindas mami, membuat mami sedih, kalian harus membela mami" ucap kimmy sambil mengelus perutnya
"Jaga bahasamu, jangan adu domba aku dengan anakku, aku korban disini" tegur cio dengan kesal "Kamu kabur membawa anak anakku dibantu orang ini"
"Benarkah kamu kabur dari suamimu lily?" tanya alan shock, kimmy mengangguk "Siapa yang membantumu kabur?"
"Sahabatku yang membantuku" jawab kimmy "aku tak bisa memberitaumu siapa, suamiku akan menghajarnya" kimmy mencebik
"Aku tak akan menghajar orang yang membantumu kabur, aku malah harus berterima kasih pada sahabatmu, berkat dia akhirnya istriku mau memakai uangku berbelanja, berkat dia akhirnya istriku bersedia refreshing jalan jalan, dan berkat dia akhirnya pertama kali sejak menikah istriku mau membelikan aku pakaian" sindir cio di bagian akhir kalimatnya, kimmy malu mendengar sindiran terakhir cio tapi ia juga senang cio tak marah pada sahabatnya
"Jadi siapa lily?" tanya alan penasaran
"Keenan, ia sahabatku sejak remaja, ia yang membantuku kabur kemarin, ia sangat baik padaku padahal orangtuanya bermusuhan dengan orangtuaku, tapi yah dia tetap sangat baik padaku sejak dulu" ucap kimmy, cio melirik alan
"bermusuhan?" tanya alan
"cio lepaskan alan, biarkan ia duduk dulu" pinta kimmy memelas
__ADS_1
"Lepaskan dia" perintah cio pada pengawal dan pengawal melepaskan borgolnya "kau duduk dulu" kimmy segera bangkit "alan kau baik baik saja"
"duduk disini, atau aku akan menghajarnya" cio menepuk sofa disampingnya, kimmy langsung duduk di samping cio
"lily kau belum menjelaskan padaku tentang bermusuhan" ucap alan kembali ke fokus
"ah awalnya keen kerumahku, dia bertemu dengan orangtuaku, saat itu kami masih baru berpacaran. ayahku menceritakan tentang permusuhan orangtua keen dengan orangtuaku"
"kalau tak salah dulu ayah keen terlibat kasus penggelapan dan ditahan polisi, ia meminta bantuan pada papa, papa tak mampu membantunya karena nilainya sangat besar sementara usaha papa baru di rintis dan terikat bunga pada pihak bank, papa keen ditahan membuat mamanya jantungan lalu berpulang kepada yang maha kuasa, sejak itu papa ken membenci papaku, dan 12 tahun kemudian dari kejadian, papanya dibebaskan tapi tetap membenci papaku. hanya aku dan keen yang tetap bersahabat sampai sekarang"
"ia baik padaku, kalau memiliki perusahaan, aku akan mengajaknya bergabung bekerja di perusahaanku kelak" ucap kimmy antusias
"lily jangan gegabah memilih teman, belum tentu terlihat baik adalah orang baik" pesan alan
"Tidak, keen memang baik padaku, juga hugo sepupunya. keduanya selalu menghiburku dikala aku sedih ditindas suamiku" kimmy mendengus melihat cio
"Apa yang menyebabkanmu kabur? suamimu memukulmu?" tanya alan menatap cio marah "katakan padaku, meski aku tak mampu melawan suamimu, aku akan memakai nyawaku berjuang untukmu" cio menatapnya tajam
"untuk membentakmu, aku sudah minta maaf, mengenai permintaan anakku, kau tak memberitauku itu kemauan mereka. aku tak suka keluargaku berkeliaran di luar rumah, andai aku tau itu kemauan anakku, aku pasti mengijinkan"
"ya sudah kau harus hati hati pada keenan dan hugo, kadang apa yang terlihat baik belum tentu kenyataan"
"tidak, aku tau mereka orang baik alan"
"tapi lily.."
"sudah gapapa, keen dan hugo orang baik, kita orang jahat" sindir cio "kembalilah ke apartemen alan" perintah cio , alan mengangguk "jaga dirimu baik baik lily" kimmy mengangguk
Pengawal menggiring alan keluar rumah "alam tunggu" kimmy berlari menuju pintu utama
"Hey jangan lari kimmy" teriak cio, ia berlari mengejar kimmy, kaki kimmy tersangkut karpet, ia terhempas. cio berhasil menangkap dan memeluknya dari belakang sehingga ia tak sempat terbanting ke lantai
__ADS_1
cio merasakan jantungnya hampir melompat keluar, keringat dingin memenuhi keningnya . dia memejamkan mata sesaat lalu menghembuskan nafas kasar.
alan dan semua pengawal membeku sesaat melihat adegan hampir terjatuhnya kimmy, mereka tak bisa membayangkan apa hasilnya kalau tadi kimmy terbanting dengan perut sebesar itu
"Nyonya lucio, bisakah kau jangan berlari, kau membawa anak anakku dalam perutmu, kenapa ceroboh sekali" tegur cio pelan tapi berat. suaranya membuat kimmy bergidik
"Maafkan aku, aku tak sengaja" ucap kimmy takut, cio mengusap wajahnya kasar
"Baiklah, kau jangan ceroboh lagi, hati hati" perintah cio pelan. kimmy mengangguk
ia mengantar alan keluar pintu lalu masuk dan menaiki tangga , cio mengikutinya sampai kekamar "cio aku kemarin menghabiskan banyak uangmu" lapor kimmy
"tak apa aku sudah mengisi kartu itu kembali dengan berlipat ganda, isi kartu itu tak akan habis meskipun kau mengosongkan shopping center seisi bandara meskipun aku tak mengisinya lagi" jawab cio pongah dengan nada bercanda
"Ish aku tau kau kaya, lain kali aku akan mengosongkan shawn mall dengan uangmu"
"kau bahkan bisa membeli shawn mall mulai dari gedung sampai isinya dengan kartuku" ledek cio
"yaya suamiku yang kaya, sebaiknya kau mengurus kamar bayiku nanti"
"Aku lupa memberitaumu, dulu saat keluarga besarku pensiun, rumah great grandpa akihiro, great grandpa albert, opa takeshi itu sudah diberikan padaku saat mereka berpulang ke rumah Tuhan, aku akan memberikan pada anak kita saat mereka lahir. kita akan tinggal disana setelah kamu melahirkan"
"empat rumah itu di design langsung oleh kakak pertamaku, dan isinya sangat artistik, kau akan menyukainya, aku sudah membuat kamar bayi untuk anak kita, ayah ibuku juga bisa membantu mengawasi anak anak kita saat kita bekerja"
kimmy menatap cio dengan kagum , suamimya bahkan sudah mempersiapkan semua kebutuhannya dan anak anaknya
"kenapa? aku tampan? kau terharu? gadis nakal jangan berprilaku nakal lagi, aku bahkan belum menghukummu sudah kabur kemarin" cio menyeringai dan berjalan menghampiri kimmy , kimmy pasrah menerima perlakuan lembut cio karena memang dia yang salah , toh ia juga sangat menikmatinya
dua jam mereka melakukan olahraga panas mereka sampai akhirnya cio berbisik "Terima kasih nyonya lucio" kimmy tersenyum sambil menetralkan nafasnya
__ADS_1