
Jumat pagi jam 06:00
Meja makan rumah Lucio
Cio menyiapkan sarapan Lasagna dan Spagheti beef dimeja. saat kimmy duduk ia menghirup aroma keju. perutnya serasa di kocok kocok. ia segera kekamar mandi menuangkan isi perutnya sampai lemas
Cio menyusulnya dan mencoba memapahnya, mencium parfum cio, ia kembali mengeluarkan isi perutnya sampai hampir terjerembab.
"Jangan dekati aku, kau bau, sana sana" usir kimmy , cio menatapnya datar dan memapahnya ke kursi
"Jauhkan makanan itu, kau juga jauh jauh" kata kimmy
"Pagi Pagi jangan cari masalah Kimmy" bentak cio dingin. kimmy langsung berbaring di sofa memijat pelipisnya . wajahnya pucat sekali. air matanya menetes dan ia membelakangi cio. cio segera berjalan ke balkon menghubungi kakaknya sasa
"Kak kirimkan dokter ke rumahku, kimmy sakit" ucap cio di ponselnya
"Sakit apa?" tanya sasa
"sakit cari gara gara" jawab cio dingin. sasa tertawa
"yang benar saja, katakan dengan jelas, supaya kakak tau mau mengirim siapa"
"Dia serius sakit cari gara gara, aku baik hati memasak makanan katanya bau, lalu muntah, aku membantunya keluar kamar mandi katanya aku bau lalu muntah, bahkan mengusirku menjauh, itu bukan sakit cari gara gara namanya apa?" tanya cio kesal, sasa terbahak bahak
"Itu namanya istrimu hamil dan ngidam bodoh.. sekarang jaga istrimu baik baik, kakak akan mengirim dokter kandungan kesana"
cio diam membeku bahkan sampai sasa memutuskan sambungan cio masih menempelkan ponsel di telinganya.saat sadar ia lari kekamar membersihkan diri , menukar pakaian dan tidak menggunakan parfumnya kemudian turun menemui istrinya
"Bagaimana perasaanmu?" karena cio tak lagi bau, ia merasa agak tenang "aku baik baik saja, aku sudah terlambat, aku pergi dulu" kimmy bangkit membawa tasnya dan bergegas keluar
"Tidak, kau tak kemana mana hari ini" Tegas cio, kimmy menepis tangannya dan segera keluar. cio menahannya. kimmy meneteskan airmatanya
"Baiklah aku mengantarmu ke rumah sakit, tunggu disini" cio mengambil tas, dompet dan ponselnya di meja makan
"Kak batalkan dokternya, aku bawa kimmy ke RS saja" ucap cio pada kakaknya by ponsel lalu memutuskan sambungan
"Ayo aku antar" cio menarik pinggang kimmy dan mengantar ke rumah sakit
"Kak aku di lobby, sekarang menuju ke dokter yang kakak bilang" ucap cio pada sasa by phone
"Ikut aku" cio menarik tangan kimmy
"kau mau bawa aku kemana, lepaskan aku mau kerja" cio tak peduli,
ia terus menarik istrinya sampai seluruh mata memandang takjub atas ketampanannya. kimmy merasa agak kesal. tapi ia memilih diam
"Cio kemarilah" sasa melambaikan tangan
"Kak sasa" sapa kimmy menunduk hormat . sasa tersenyum dan menggandeng kimmy
__ADS_1
"Naikkan istrimu ke brankar " perintah sasa pada adik bungsunya. cia langsung mengangkat tubuh kecil itu ke brankar
"Kenapa kau ringan sekali, apa kau jarang makan humm?" tanya cio , kimmy memalingkan wajahnya ke arah berlawanan
dokter mengadakan tanya jawab pada kimmy setelah itu suster melakukan prosedur kesehatan.
dokter pun meletakkan alat ke kimmy , "kenapa baru datang sekarang? kandungannya sudah sebesar ini" tanya dokter itu kesal . cio hanya diam
"Bayi anda kembar, usianya 10 minggu, kedua janinnya sangat sehat, dokter kusuma, anda harus menjaga mereka dengan baik"
"saya membuka resep berisi susu hamil, vitamin, penguat kandungan harap diminum teratur agar nutrisi bayi terpenuhi" pesan dokter "dan obat mual cukup diminum saat mual saja"
"Jangan stress, kelelahan jaga suasana hati tetap baik. jangan bersedih atau menangis, bayi akan merasakan kesedihan ibunya, tak baik buat perkembangan janin"
"Cio" panggil sasa pada adiknya yang meneteskan airmata menatap monitor dokter dan membeku
PLAKKK
sasa memukul bahu adiknya dengan kuat, kimmy terkejut , cio tersadar
"Kau dengar pesan dokter untuk istrimu hah? malah melamun" omel sasa
dokter mengulangi pesannya pada cio. cio mendengar dengan seksama
"Terima kasih dokter" ucap cio tulus
"Terima kasih dokter, suster, kak sasa " ucap kimmy lalu menuju pintu keluar . cio menahannya "Mau kemana?"
"Kerja" jawab kimmy dingin "kau gila?" sentak cio. mata kimmy berkaca kaca. ia langsung menghadap arah berlawanan. sasa menggelengkan kepala
"ikut aku sebentar cio, kimmy duduklah dulu" perintah sasa sambil menyeret adik bungsunya keluar
"Sejak datang matanya bengkak, apakah kau suka membentaknya? dan kau barusan membentaknya lagi, apa kau gila? bumil itu perasaannya sensitive, bagaimana kalau ia stress dan membahayakan anakmu hah?" omel sasa.
"Tadi dirumah cio marah jadi tak sadar membentaknya" jawab cio jujur
"Ubah sikapmu, istrimu akan meninggalkanmu kalau kau tetap begitu, minta maaflah pada istrimu" kata sasa marah
cio masuk ke dalam ruangan dan setengah jongkok, menurunkan kepalanya sampai setara perut sasa lalu menciuminya
"Maafin papi, bilang ke mami papi minta maaf ya" ucap cio. kimmy membuang wajah. sasa hampir terbahak bahak melihat kelakuan adiknya. suster dan dokter sampai meleleh melihat perbuatan cio
cio berdiri dan memeluk kimmy "Maaf " ucapnya sambil mengecup kening istrinya lalu mengangkat kimmy
"Turunkan aku, mau bawa aku kemana, ini rumah sakit" bisik kimmy
"Ke ruang praktekmu, bukankah kau mau bekerja? jaga kesehatan jangan kelelahan" cio mengecup pipi istri kecilnya lalu berjalan menuju ruangannya.
"aku malu, turunkan aku, banyak pasienku cio" bisik kimmy menyembunyikan wajahnya di dada suaminya
__ADS_1
"Punya suami kenapa malu? yang tak punya suami saja tak tau malu" jawab cio datar
"masuklah, jaga kesehatan, ingat makan. sebentar aku akan mengantarkan makananmu" bisiknya. kimmy mengangguk. sasa menyerahkan tas nya . "Makasih kak sasa" sasa tersenyum
"mom, kimmy hamil 10 minggu bayi kembar mom" sasa menelpon ibunya
"Puji Tuhan, mana cio hah?"
"Sibodoh ini tak tau bumil sensian mom, ia malah membentak istrinya" sasa mengadu, cio menatapnya datar
"berikan ponselnya pada cio"
"Halo mom"
"Anak nakal, saat bertemu mom akan memukulmu, hormon bumil memang sensian dan sering buat ulah, kau harus nengalah, kau laki laki hah" teriak lexa. cio sampai menjauhkan ponselnya dari telinga
"Mom .. cio belum pernah nikah, belum ada pengalaman, bagaimana bisa tau mom"
"Makanya sekarang mom kasih tau, awas kalau membuat kimmy menangis dan kabur, mom akan menghapusmu dari daftar anak mom" ancam lexa
"Jangan mom, mom dimana? mom tak peluk cio dan menyelamati cio?" tanyanya manja
"Mom akan ke rumah sakit sekarang tapi untuk memukulmu" cio tertawa.
"Baik mom akan ke kantor kak sasa"
lexa memutuskan sambungan telepon
"Kak sasa naiklah, cio beli sarapan sasa dulu, ia belum sarapan tadi karena muntah" ucap cio "kakak mau sarapan?"
"Kamu beli dulu sarapan kimmy, lalu kita sama sama ke mall cari makanan, biar kakak minta mom langsung ke mall " cio mengangguk sambil mengecup kening sasa dan pergi mencari sarapan. tapi ia malah balik lagi.
"Apalagi?" tanya sasa datar
"Bumil sarapan apa?" tanya cio
"Beli bubur, rujak, buah buahan" ucap sasa. cio mengangguk dan kembali berbalik menuju loby membeli makanan kimmy
TOK TOK TOK
Daniah membuka pintu
"Suster berikan pada istriku, pastikan ia makan sekarang"
"Siap Tuan Muda" jawab suster itu sopan dan masuk membawa makanan itu
"Dokt wajib makan salah satu dulu" kimmy langsung menghabiskan bubur dan rujaknya sampai habis lalu kembali bekerja
__ADS_1