
Jam 17:00
Lobby Kusuma Hospital
Cio menjemput istri kecilnya "Mau makan apa?" tanya cio "Terserah" jawab kimmy dingin. cio langsung menunduk mengelus perut kimmy
"anak papi mau makan apa? bilang ke mami ya, supaya papa bisa belikan sayang, sehat selalu di dalam, papi mencintai kalian" cio mengecup perut kimmy beberapa kali
"Mereka mau makan apa mi?" tanya cio pada kimmy
"Sop iga sapi, rujak seperti tadi pagi, udang bakar" cio mengangguk , membeli rujak duluan lalu ke restoran yang menjual iga sapi dan udang bakar
kimmy makan dengan lahap , cio hanya menatapnya saja. "Mau minuman strawbery?" tanya cio. kimmy mengangguk
usai makan mereka segera kembali ke rumah , kimmy menjalani ritual sebagai istri dan ritual malamnya. tapi langsung masuk ke selimut dan tertidur . cio menatap istrinya itu dalam. lalu mengecup kening istrinya dan berbaring memeluk istrinya
****
Jam 06:00
Ruang makan rumah cio
"Sore aku akan pulang ke rumah orangtuaku, aku rindu kamarku" ucap kimmy
"aku mengantarmu" jawab cio
"Aku mau kesana sendiri, aku tak mau bertemu denganmu" cio menatapnya datar
"Aku memang mencintai anakku dan akan mengalah. tapi apapun ceritanya aku tak akan membiarkan anak istriku tinggal diluar tanpaku" tegas cio. kimmy hanya diam menghabiskan sarapannya lalu bergegas berangkat
"Aku antar" ucap cio
"Beri aku ruang, aku tak nyaman" ucap kimmy dingin. cio mengangguk setelah kimmy pergi ia menghubungi Abraham
"Opa, kimmy hamil, bisa kirim teman wanita untuknya?" tanya cio "Sebelum malam opa kirim, selamat ya cio, jaga istrimu baik baik"
"Terima kasih opa" abraham memutuskan sambungan telepon, cio segera ke pengadilan
dipengadilan, cio bertemu nicholast , mereka berpelukan
"Kapan nikah dengan zaza?" tanya cio "Sulit bro" jawab nicho tersenyum
"Kenapa?" tanya cio "Jam satu aku ke kantormu, aku beresin sidang dulu" cio mengangguk "aku juga sidang sampai jam satu, habis sidang kita makan siang sama sama" nicho memberi jempol
"nona zaza yang mundur dari hidup tuan nicho , tuan" bisik dion. "oh" kata cio datar
"Nona zaza banyak berubah, maklum fans tuan" bisik dion
"Kau mau kuhajar?" tanya cio datar "dia yang bilang Tuan" protes dion. cio segera masuk ke ruang sidang
🧸🧸🧸🧸🧸🧸
ATN Cafe
__ADS_1
jam 13:00
"makan apa?" tanya nicho menyerahkan menu
"Ayam kampung goreng mangga, nasi putih, rujak" nicho menatapnya datar
"berapa bulan?" tanya nicho "10 minggu"
"selamat bro, akhirnya tokcer juga" ledek nicho sambil merangkul cio. mereka terbahak bahak
"apa kabarmu dengan zaza?"
"sejak pindah apartemen dia jadi aneh" kata nicho "bagaimana bedanya ya, dulu dia agak serba mewah, sekarang sepertinya banyak berubah"
"Putriku hermine belum cocok dengannya, tapi aku menyukainya" kata nicho
"bukankah putrimu akan ke New York?" nicho mengangguk "akhir bulan depan"
"Makanya aku katakan pada zaza, sama sama memperbaiki diri dan saling mengenal dulu" cio mengangguk
"Sekarang dia menghindariku bahkan memblokir contact ku" kata nicho "Dan menurut anak buahku, dia dua kali ke dokter kandungan shawn hospital"
"Kau menidurinya?" tanya cio, nicho mengangguk. cio melemparnya dengan tissue "masa kita harus ipar iparan" dengus cio. nicho tertawa
cio meretas sistem internal shawn hospital mencari data zaza dan menyelidiki history medisnya
"Hamil 7 minggu , bayinya twins, di tangani dokter Imelda Howard" nicho diam sesaat tertegun, ia kembali mengendalikan raut wajahnya dan tersenyum "thanks infonya, aku balik ke pengadilan ada sidang terakhir" pamit nicho. cio mengangguk
****
Howeeekk Howeeeekk
"Nona, apakah anda baik baik saja?" tanya diana asisten zaza "aku tak apa" jawabnya lalu bangkit dipapah diana
"anda tak berniat meminta tanggung jawab tuan nicho nona?" zaza menggeleng "putrinya tak menyukaiku, aku tak mau anak itu terluka, karena sejak kecil ia hanya punya papa, aku tak mau papanya melukainya dengan keberadaanku"
"aku mampu mengurus anak ini dengan baik, tenanglah" ucap zaza. "ambilkan obat mualku, sebentar lagi kita berangkat ke pengadilan"
"Tapi nona , keadaan anda?" zaza memberi kode untuk tak membahas lagi
"Baiklah, makanlah sedikit buah buahan ini" ucap diana sambil membuka mangga muda dalam sebuah food box.
"Kau terbaik, badanku langsung segar" kata zaza . "itu kiriman orang di depan tadi" ucap diana. "siapa?" tanya zaza "Tak tau nona"
"sudahlah anggap saja rezeki" putus diana, zaza mengangguk. mereka berangkat ke pengadilan
Nicho dan team tampak memasuki pintu ruang sidang , mereka berada di belakang zaza. zaza merasa mual karena aneka aroma parfum disekelilingnya.
"Diana aku ke toilet" ucap zaza lalu berjalan cepat ke toilet. ia tak sadar nicho menatapnya sejak tadi . nicho menyusulnya dan menunggu di depan lorong toilet
"Pakailah ini" nicho memberi masker dan minyak kayu putih. zaza menerimanya karena memang butuh "Terima kasih Tuan" zaza berlalu meninggalkan nicho karena sidang akan segera dimulai
***
__ADS_1
Jam 17:00
zaza masuk ke mobilnya dengan lemas, ia baru mengeluarkan isi perutnya, diana yang duduk di kursi pengemudi menatapnya "Anda baik baik saja?" tanya diana.
pintu diana di buka seseorang. "Turun kamu" perintahnya dengan wajah sangar, diana langsung turun. nicho langsung duduk di kursi pengemudi dan mengoles minyak kayu putih di tengkuk, leher, kening, hidung zaza
"Minumlah" nicho menyerahkan pil dan air mineral "Obat mual bumil" zaza langsung menelan pil itu
"Makan ini" nicho mengeluarkan rujak dari food box , zaza langsung menghabiskannya dan seketika wajahnya segar kembali
"Anak pintar jangan buat susah mama , jaga mama baik baik ya" ucap nicho sambil mengecup perut zaza lalu menjalankan mobil zaza ke apartemen sewaannya
"diana naik kebelakang" perintah nicho. diana segera masuk
Nicho mengangkat tubuh zaza keluar mobil sampai ke unit apartemen lama zaza yang sudah menjadi milik nicho . nicho memasukkan kode dan membuka pintu lalu merebahkan zaza di ranjang kamar utama
diana masih bersama mereka membawa tas kedua orang didepannya
"Diana bantu buatkan teh hangat ya" pinta nicho , diana kembali membawa teh hangat buat zaza
"Ini ongkosmu, kembalilah dengan taxi online" nicho menyerahkan tiga lembar uang merah pada diana
"Baik terima kasih tuan" diana langsung berlalu. zaza langsung duduk . nicho mengambil tasnya
"Ini apartemen milikmu, ini sertifikatnya. ini kunci mobil baru dan buku kepemilikannya, mobil ada didepan kantormu, besok bisa kamu gunakan"
"Maaf. ini aku tolak. bukan hakku menerimanya, anak ini bukan anakmu, tapi anak kekasihku. jadi kumohon jangan ganggu aku"
"Berani test DNA?" Tantang nicho , zaza segera keluar kamar tapi di tahan nicho
nicho memeluknya dan mel -umat bibir zaza, awalnya zaza meronta tapi jam terbang nicho yang sudah tinggi membuat zaza terbuai .
tiba waktunya keduanya sudah tak berbenang lagi, nicho berbisik "Baby rindu papanya makanya demo, papa mau mengunjungi mereka dulu" nicho menyatukan diri perlahan dengan zaza . akhirnya mereka berolah raga selama satu jam. dan zaza terbaring lemas karena ulah nicho
"papanya masih rindu baby" bisik nicho "no aku lelah" tolak zaza. tapi nicho tak peduli. ia melanjutkan serangannya. pertarungan selesai zaza pun sudah dialam mimpi.
TING TONG
nicho mengenakan pakaiannya dan membuka pintu "ART baru buat nona zaza" lapor wanita paruh baya itu
"Masuklah, jaga baik baik nona zaza. kalau ada sesuatu segera hubungi aku" perintah nicho. ia menuliskan memo disamping ranjang zaza lalu meletakkan food box yang di bawa supir yang mengantar ART tadi disamping ranjang zaza. ia segera pulang ke rumahnya untuk menemui putrinya
🧸🧸🧸🧸🧸🧸
"Aku mau menginap di rumah ayahku" pinta kimmy
"Aku bisa mengantarmu, tidak buat menginap" tegas cio. kimmy langsung masuk ke kamar tamu dan mengunci pintunya
cio diam saja dan melanjutkan tujuan utamanya ke kamar yaitu mandi
Jam sepuluh malam, ia membuka pintu kamar tamu dengan kunci utama karena kimmy ntah mendapat darimana kunci cadangan. diangkatnya kimmy ke kamar utama lalu mengecup keningnya dan menyusul ke alam mimpi
***
__ADS_1