Lucio Pengacara Arogant Dan Dokter Kimmy

Lucio Pengacara Arogant Dan Dokter Kimmy
Bab 3 - masih cemburu


__ADS_3

Jam 09:00


Kimmy terbangun, ia kesiangan, ia perlahan menggeser lengan besar diperutnya lalu meringis menahan perih melangkah ke walk in closet mengambil pakaiannya dan pakaian suaminya lalu segera mandi


ia turun ke dapur menyiapkan sandwich dan hotdog, lalu menyimpan di lemari penghangat, membuat juice sunkist dan menyimpan ke dalam kulkas.


setelah membuat kopi dalam thermos mini dan segelas air putih, kimmy naik ke kamar meletakkan minuman itu di atas nakas di samping suaminya yang sudah tak ada di ranjang, hanya ada suara gemericik air dari dalam kamar mandi. kimmy membawa laptop, ipad dan ponselnya ke ruang keluarga lalu turun ke ruang makan meletakkan segelas juice , segelas air putih dimeja yang biasa di duduki suaminya saat makan , benar saja suaminya sudah di tangga


"Mau sandwich atau hotdog?" tanya kimmy datar "Hotdog" jawabnya, kimmy mendirong hotdog lalu menghabiskan sandwichnya


saat cio selesai makan, kimmy segera membereskan piring dan menyerahkan pada ART didapur lalu bergegas naik ke ruang keluarga melanjutkan kerjaannya


"Bantu pijat kepalaku sebentar" perintah cio, kimmy segera mematikan laptop dan membawa ke kamar.


ia mengambil beberapa peralatan medis dan memeriksa suaminya, memeriksa denyut nadi dan matanya


ia segera turun dan kembali membawa sebotol juice sunkist, setelah menuangkan ke gelas "Minumlah, kamu butuh vitamin c" cio segera meneguk sampai tandas kembali berbaring


Kimmy memijat kepalanya, ia merasa jauh lebih relax, saat nafasnya mulai teratur, kimmy menghentikan pijatannya dan bangkit dari pinggir ranjang tapi cio mencengkram dan menariknya sampai ia terjerembab di dada cio. cio menggulingkannya dan merebahkan disisinya lalu memeluknya


"Biarkan begini, nanti jam enam bersiaplah kita akan ke pesta pernikahan anak buahku" cio memejamkan mata sampai dengkuran halus terdengar, kimmy berusaha bangkit tapi cio memeluk semakin erat. akhirnya ia terbaring .


kimmy mengirim pesan pada ART menyiapkan beberapa bahan masakan lalu menutup matanya , ia ikut tertidur dan bangun jam tiga siang.


Cio tak ada disisinya. ia turun ke dapur hendak memasak. tapi ada cio disana sedang memasak macaroni pasta, spaghety beef. sesuai bahan masakan yang dia pesan pada ART.


ia mengambil juice dari kulkas dan menuang ke dalam dua gelas, mengisi dua gelas kosong dengan air minum lalu meletakkan di meja suaminya dan didepannya sendiri


cio menyajikan dua jenis makanan didepannya, ia segera mengisi piring kosong dengan dua makanan itu meletakkan didepan suaminya


mereka makan dengan tenang dan hikmat, ia baru tau cio bisa memasak, masakannya sangat lezat . ART mengambil piring kotor dan membersihkannya di dapur


Kimmy kembali kekamar dan duduk dimeja kerja, suaminya ke ruang kerjanya, ia bekerja dengan tenang, ponsel suaminya kembali berbunyi. awalnya ia mengabaikan tapi tak berhenti bunyi, akhirnya ia mengambil inisiatif untuk mengantar ponsel ke ruang kerja suaminya karena yang menelpon zaza


TOK TOK TOK


"ada apa?"

__ADS_1


"kekasihmu menelpon" kimmy menyerahkan ponsel pada cio lalu berlalu, cio menatapnya dengan tatapan susah di artikan


jam 17:30


Kimmy sudah duduk dimeja rias, pilihannya adalah gaun hitam diatas lutut dengan lengan sabrina sangat indah dipadukan dengan kulitnya yang seputih susu.


ia mengikat rambut dengan sanggul modern, polesan make up tipis, dan menutupi gigitan suaminya memakai concelor


Cio keluar kamar mandi.. terkesima melihat kecantikan istrinya , ia segera ke walk in closet dan mengambil sesuatu, lalu berdiri di belakang istrinya mengaitkan seutas kalung belian dengan permata hitam ditengahnya. sangat contrast sekali dengan kimmy


Kimmy segera turun membawa tas kecil berlogo H di lengannya. ia memilih menunggu cio di ruang tamu. Cio mengenakan setelah jas hitam dengan kemeja putih dan dasi hitam bermotif emas lalu turun menyusul istrinya


Mereka berangkat ke Shawn Hotel, menuju ball room, cio menyerahkan lengannya, kimmy segera menggandeng lengan kekar itu memasuki pintu ball room


semua mata memandang takjub pada mereka, Tuan rumah segera menghampiri cio


"Sungguh kehormatan anda mau hadir Tuan" ucap mempelai pria, cio hanya mengangguk "ini..."


"Ini dokter stevanie kimberley kusuma" ucapnya.. zaza menghampiri mereka berdua "Istri saya" kata cio sambil memeluk pinggang kimmy. zaza pias


"Wow kamu sudah menikah bos, istri anda sangat cantik sekali, luar biasa, sungguh serasi dengan anda" cio hanya mengangguk


"Aku melayani tamu lain dulu bos" pamit mempelai


"Kak zaza juga disini?" tanya kimmy antusias "ya ini rekanku yang menikah" jawab zaza senyum


"Kamu memakai kalung baru?" kata zaza penuh luka dimatanya, kimmy tak paham arti tatapannya "Dari cio" jawab kimmy singkat


"Kamu sudah makan cio" tanya zaza pada cio "kami akan segera makan, kami duluan" cio menarik pinggang mungil itu ke stand makanan, setelah mengambil makanan, cio mengambil meja kosong di sudut ruangan . mereka makan dengan tenang


"Apa meja ini kosong?" tanya seseorang, wajah cio langsung dingin , kimmy mendongak dan tertawa "duduklah" kata kimmy


mereka menghabiskan makanan dengan tanpa suara. sampai usai makan "Kamu tak ada niat mengenalkan kami?" tanya keenan


"Kenalkan ini Lucio Vitto geraldo" ucap kimmy "Ini Keenan Christopher Milano" mereka berjabat tangan


"Lucio suami kimmy" kata cio tegas, mata keen penuh luka mendengar ucapan cio

__ADS_1


"Keenan cinta pertama kimmy" kata keen dengan yakin


Kimmy terlibat percakapan penuh tawa dengan keen, cio mulai gerah, zaza menghampiri mereka dan duduk disamping cio


"wah kalian nostalgia disini?" tanya zaza


"iya za, melepas rindu dengan cinta pertama yang ternyata sudah menikah" kata ken tertawa palsu menutupi kesedihannya "ia tak mengenakan cincin, aku bahkan tak tau ia menikah" .cio mengepalkan tangan melihat kimmy tak mengenakan cincin pernikahan mereka


zaza melihat beberapa stempel percintaan cio ditengkuk adiknya, ia sangat terluka sekali melihat stempel itu


"Jangan begitu, nanti cio akan memukulmu" kata zaza tak enak hati "kenapa kamu disini ken" mengalihkan topik


"Mempelai wanita adikku za" jawab ken "wah dunia sempit sekali, adikmu bekerja di kantorku"


"Benarkah? sesekali kita makan bersama ya" ajak ken, zaza mengangguk


"apa kabar papa mama?" tanya ken "papa mama sehat, mereka sering menanyakan kabarmu, sesekali kerumah kunjungi mereka" kata zaza , ken mengangguk


"Ayo pulang, sudah malam.." ajak cio menarik pinggang kimmy posesive "yah cepat sekali cio" kata zaza. "kami duluan" kata cio sambil berlalu


"Tak apa pulang duluan? acara belum berakhir" tanya kimmy


"kamu mau nostalgia dulu dengan cinta pertamamu?" tanya cio. kimmy mencebik


Jam 20:00 mereka tiba dikamar


Kimmy langsung mengambil pakaian di walk in closet , saat keluar cio sudah di kamar mandi, kimmy membersihkan wajah dan melepaskan hiasan rambutnya . saat cio keluar ia menbawa pakaiannya masuk kekamar mandi dan membersihkan diri. ia keluar dengan rambut basah. dikeringkannyalah rambutnya memakai hair dryer dan dilepaskan kalungnya


"Ini simpanlah" kimmy menyerahkan kalungnya pada cio. cio menatapnya dingin "tak sudi menerima pemberianku?" kimmy segera menyimpan kembali kalung itu ke walk in closet daripada berdebat


kimmy segera masuk ke dalam selimut dan memejamkan matanya, cio menyusul dan memeluknya. tangannya mulai menyentuh titik sensitive istrinya. badan kimmy menegang , ia ingat kesakitan tadi malam, tubuhnya terasa trauma .


"kenapa? badanmu menolak sentuhanku? kamu mau disentuh mantan kekasihmu?" bentak cio ,


kimmy meneteskan airmatanya lalu bangkit dari ranjang , keluar membawa ponselnya menuju kamar tamu, ternyata terkunci. akhirnya kimmy ke ruang keluarga dan berbaring disana sambil menangis. tak sadar ia ketiduran


tengah malam, cio keluar melihat istrinta berbaring di sofa, ia mengangkat tubuh mungil itu kembali ke ranjang dan mengecup keningnya sesaat lalu menyusul istrinya ke alam mimpi

__ADS_1



__ADS_2