
"Kenapa anda menangkap saya?" tanya Alan pada pengawal yang menggiringnya menuju sebuah ruangan
Lucio duduk dikursi kebesarannya "Duduklah" perintahnya, alan segera duduk karena ia sadar takkan bisa keluar hidup hidup kalau lucio tak mengijinkan
"Kalian keluarlah dulu" perintahnya pada pengawalnya
"Fernando ambil berkas istriku dan Alan" fernando langsung menyerahkan dua dokumen pada Lucio
"Aku mau kau memindahkan kantor pusat istriku ke Jakarta, gedung sudah kusediakan, ini perintah"
"Hahaha atas dasar apa kau memerintahku?" ucap alan mengejek
"Kau..." sentak fernando , lucio memintanya diam
lucio melepaskan jasnya, dasi dan kemejanya , membukanya di hadapan alan lalu menunjukkan punggungnya
alan langsung berlutut didepan lucio dengan gemetaran "Baik Ketua, Laksanakan" ia semakin gemetar ketika lucio berbalik menghadapnya
Lucio segera mengenakan kemejanya kembali. "Bangunlah, jangan sampai istriku ataupun oranglain tau siapa aku, atau aku akan menguburmu hidup hidup" ucap lucio tenang tapi menyeramkan
"Kau yang membantu istriku kabur?"
"Bukan Ketua, saya hanya di kabari kemarin pagi bahwa Nyonya akan segera kembali ke London"
"Jadi siapa yang meretas dan sabotase kamera panorama jakarta?" tanya lucio
"Saya akan menyelidikinya ketua" alan mengeluarkan laptopnya dan bekerja cepat , lucio tersenyum
"IP nya indonesia Ketua" alan kembali bekerja , cio menghampirinya dan mengambil alih laptopnya. tangannya bergerak sangat cepat sekali di keyboard alan. alan sampai tak berkedip melihat pekerjaan ketuanya
"Got it!! " cio kembali membobol titik lokasi pelaku dan meretas isi ponselnya ternyata di protect. cio masuk ke server operator dan meretas isinya . .
"berapa nomor ponsel baru istriku, masukkan disini" perintah lucio. alan segera memeriksa dan memasukkan lalu mulai bekerja. alan terkesima
"bas-tard keenan" teriaknya hampir saja ia membanting laptop alan
"Jangan ketua, ini milik nyonya, dia akan membunuh saya dan anda kalau laptop ini hancur" alan langsung berlutut didepan cio, "ingat nyonya lagi hamil anak anda ketua"
lucio langsung pucat dan meletakkan kembali laptop itu . fernando hampir terbahak bahak tapi ia tahan sekuat tenaga
"bas -tard, aku akan membunuhnya setelah ini"
"jangan tuan, orang ini sangat licik" potong fernando "kenapa?" tanya cio
"Kau bangunlah, jangan panggil aku ketua didepan istriku, aku akan menghajarmu bila kau melakukannya" alan segera berdiri "Baik Tuan"
"Tuan masuk baca chat lain di ponselnya tapi melalui server, dengan Tuan X.. ia tau jati diri nyonya di eropah" ucap fernando "saat tuan bobol tadi saya membaca sedikit"
__ADS_1
"Kunci pintu" fernando mengunci pintu. lucio menekan tombol dan terbukalah sebuah pintu
"Ikut aku" perintah cio, alan dan fernando masuk. "kau pakai komputer itu alan"
alan masih takjub melihat ruangan milik cio dan peralatannya. mungkin dia harus bekerja seumur hidup untuk memiliki ruangan seperti ini
"bobol server operator" perintah cio, fernando dan alan menatapnya datar "kenapa?" tanya cio
"Maaf Tuan saya tak tau metode masuk link satelit" cio berjalan ke komputer yang dipakai alan. dan bergerak cepat . setelah berhasil membobol. ia berjalan ke komputer fernando
"Bas-tard, F**k" teriak alan marah , cio menatapnya tajam
"kenapa?"
"Tuan sejak awal dia tau identitas nyonya dan bekerjasama dengan MR X untuk mengambil data internal perusahaan kami tapi gagal terus"
"Aku akan meretas data MR X di ponselnya, kalian lanjutkan" ucap cio
tiga jam bekerja akhirnya semua terkuak siapa penjahat disini
"Tuan, ada Mis Z disini, di percakapan 6,5 bulan lalu mis Z membantu mencuri laptop nyonya dijanjikan 200 Juta" ucap fernando.
"sebentar , berapa nomor ponsel mis z" tanya cio mau meretas data mis Z
"+6281******789" cio membobol server masuk kedalam data "Ini zaza bang -sat "
alan menatap fernando datar , lalu menghubungi seseorang "Kirim data peretas sistem perusahaan kita 6,5 bulan lalu Hogan" alan mematikan ponselnya
"Itu Gerald Hogan Ocean?" tanya Cio. Alan hanya tersenyum kecut dan mengangguk
"Hogan ikut kimmy?" Alan mengangguk
"Berapa cosa ikut kimmy?" tanya cio datar "kenapa kau tadi tak berpikir hogan yang membantu istriku kabur?"
"12 team elite " kata alan tanpa dosa
"Aku akan menghajar kalian semua nanti" umpat cio
"Karena hogan dan lainnya tak mengurus urusan pribadi nyonya termasuk saya, kami hanya mengurus semua hal terkait perusahaan nyonya" cio mulai paham
"Ayo sudah selesai kita keluar" perintah cio
"Aku hapus jejak kita dulu" kata alan, fernando menatapnya datar "Ruangan ini full proteksi, tak ada yang bisa melacak apapun di ruangan ini makanya Tuan membawa kita kesini" alan cengo
"keluar" usir cio, mereka segera keluar ruangan. cio mengunci pintu entah dengan apa tak ada yang tau
"meski kau ledakkan gedung ini, ruangan itu tak akan jebol" kata fernando . alan mengangguk
__ADS_1
"Tuan maaf anda juga ketua yakuza? tatoo anda" cio mengangguk . alan gemetar
"kalau sampai istriku tau, aku akan menghajarmu" ancam cio. alan mengangguk
TING
notif ipadnya masuk. alan segera memeriksa. "Breng- sek sskali keenan" hampir ia banting ipadnya tapi urung
"kenapa? punya nyonya juga?" ejek fernando, alan mengangguk. fernando dan cio terbahak bahak "data penting perusahaan ada didalam" jawab alan sambil nyengir
"Tuan anda lihat" alan menunjukkan ipadnya "beraninya kau keenan.. hugo" teriak cio marah
PRANGGG
kali ini gelas korbannya , takut salah banting milik istrinya . marah saja masih takut istri
****
"alan ajukan pada istriku pemindahan kantor pusat kalian ke jakarta"
"baik ketua"
"Jangan sampai istriku tau aku siapa, aku juga tak mau istriku tau aku sudah mengetahui identitas asli istriku"
"Tuan satu gedung tak cukup. butuh dua sampai tiga gedung" kata alan serius
"Beri waktu seminggu aku akan mengurusnya" kata cio , alan mengangguk
"nando hajar alan" fernando langsung maju
"apa salahku tuan?" tanya alan bingung
"Kau akan menemui istriku, kalau bukan karena tuduhan melarikan istriku sehingga kuhajar, apa yang akan kau jelaskan pada istriku?" tanya cio tanpa dosa "apakah kau akan menceritakan fakta?"
"Jangan keras keras. nyonya tau aku jago berkelahi" kata alan memelas "Istriku tau aku bisa membunuhmu dengan mudah" akhirnya alan pasrah , tak lama wajah babak belur menghiasi wajahnya dengan indah
"Ayo pulang , nando borgol dia" alan pun pasrah mengikuti cio pulang
"Satu pertanyaan terakhir" ucap cio , semua berhenti "kenapa istriku punya perusahaan sebesar itu tapi dia bisa sepolos itu?" tanya cio
"Akh kalau bisnis, nego, penawaran, permintaan, IT, sistem, kontrak, memang nyonya ratunya, tapi nyonya tak pernah keluar menemui klien Tuan, hanya aku atau team elite yang keluar, jadi nyonya tak tau busuknya dunia.. wajar ia lugu" cio mengangguk
"Ada ninja yang selalu menjaga nyonya selama ini, tapi aku tak tau siapa mereka"
****
__ADS_1