
hai readers happy reading :*
oh iyaa aku mintaa ke kaliann kalo suka sama novelku kalian bisa like komen dan follow akunkuu.
yang mau komunikasi langsungg bisa wa (085785400089) atau DM (wilda.frd) bisa jugaa add akun fbku (Wildaa) biar bisaa temenan sama akuuu.
_
"emmm sayang"
"jangan panggil aku seperti itu"
"aku bebas memanggil mu apapun bukankah kau ini sudah menjadi istriku bby"
"tapi aku tidak sudi dipanggil seperti itu olehmu"
"ah sudahlah kau ingatkan tugasmu setelah menikah?"
aku mencoba menggodanya, dia terlihat kaget dan gugup. hahaha aku sangat suka melihatnya seperti itu
_
"apa maksudmu?" aku mendekatinya dan membisikkan padanya
"kau jangan pura pura tidak tau bby, mari lakukan sekarang" aku mengatakan itu padanya lalu memeluk pinggang nya, aku tau dia sangat gugup, bahkan detak jantungnya terdengar sangat cepat
"ah aa-aku akan mandi"
hahaha dia lari terbirit-birit kekamar mandi
__ADS_1
ALEX POV END
***
AUTHOR POV
45 menit kemudian
Alex daritadi menunggu wilda selesai mandi tapi dia tidak keluar², entah apa yang dilakukan wilda didalam sana.
alex pun menghampiri pintu kamar mandinya lalu mengetuknya dan memanggil Wilda
tok tok tok "wildaa kau lama sekali, cepatlah."
terdengar suara shower dan wilda menjawab
"emmh tunggu 15 menit lagi"
sedangkan keluarga alex dan pak husain sedang berkumpul dan berbincang di restoran dekat pantai tempat pesta pernikahan putra putri mereka tadi, mommy alex bertanya sesuatu pada pak husain dengan serius. ia mengira alex telah menghamili wilda karna ia sudah tau bagaimana kelakuan putranya itu.
"pak husain, saya ingin bertanya sesuatu"
"tentu nyonya liana, apa yang ingin anda tanyakan?"
"apakah wilda hamil karna alex? sehingga pernikahannya sangat mendadak?"
"tidak nyonya, saya mengenal putri saya dan dia tidak akan melakukan itu sebelum ia menikah. saya kemarin sempat bertanya pada mereka dan mereka bilang mereka sudah mengenal lama dan saling mencintai"
keluarga alex tiba-tiba menoleh kearah pak husain dan kaget, bagaimana tidak, alex terkenal sangat dingin dan tidak memiliki hati untuk seorang wanita karna ia trauma, tetapi apa yang dikatakan pak husain ini membuat mereka bahagia, karna setelah sekian lama ia mau menikah
__ADS_1
mereka pun melanjutkan perbincangan dan setelah itu kembali ke rumah masing-masing
_
mansion alex 20.10
wilda masih belum keluar dari kamar mandi meskipun badannya sudah menggigil, ia lupa membawa handuk dan baju ganti saat masuk kamar mandi tadi. ia tidak punya pilihan lain dia harus keluar dalam keadaan telanjang, tidak mungkin juga ia meminta bantuan alex.
tapi wilda berfikir sekali lagi, jika alex ada dikamar dan ia keluar dalam keadaan telanjang pasti ia mengira wilda sedang menggodanya, jadi lebih baik ia mencoba meminta bantuan saja.
"alexxx, lexx"
"yaa"
"tolong ambilkan handukku, aku lupa membawa nya tadi."
"keluar saja disini cuma ada kita berdua, jadi kau tidak perlu malu"
"ambilkan saja, kumohon" sebenarnya wilda sudah kesal dan tidak ingin memohon, tetapi ia tidak punya pilihan lain
"baiklah" alex mengalah dan memilih mengambilkan handuk untuk istrinya itu
wilda membuka pintu kamar mandi sedikit dan alex menghampiri nya dengan membawa handuk, wilda menjulurkan tangannya dan mengintip sedikit, ia melihat alex tidak memakai baju
wilda lalu mengambil handuknya dan menutup pintunya rapat-rapat.
***
__ADS_1
next??
see you ily:*