
Hallo readers happy reading:*
***
Alex dengan cepat membuka pintu ruangan wilda dan wilda pun langsung melihat ke arah alex.
"Aa-alex"
"Sayang"
Wilda dan alex berpandangan lama tanpa beranjak dari tempatnya
***
alex langsung menghampiri wilda dan memeluknya. Wilda menangis dia tidak tau kenapa ia bisa berada disini
"Sayang kau baik-baik saja? Kemana saja kau selama ini? Katakan"
"Aa-aku"
Nick menyahuti karna sudah mendapat info dari anak buahnya ia pun memberi jawaban pada alex
"Selama ini nona wilda tinggal bersama lucas"
"APA?"
"Bukan begitu nona wilda?"
"Wilda aku tau itu tidak benar kan?"
Wilda gugup mau menjawab apa pada alex, ia takut sekaligus menyesal karna waktu itu dia langsung pergi tanpa mendengar pernyataan alex
"Jawab sayang. Aku tau kau tidak mungkin tinggal bersama pria lain"
"Ii-itu benar alex"
"Ah shit" alex menbalikkan tubuhnya lalu menendang kursi yang ada disana
Alex melanjutkan perkataannya
"KENAPA KAU LAKUKAN INI"
"A-Alexx tolong dengarkan aku dulu"
"Tidak ada yang perlu dijelaskan" alex berjalan keluar dari kamar itu sedangkan wilda yang ingin mengejarnya pun mencabut infusnya dengan paksa dan berlari mengikuti alex meskipun ia sedang lemah dan tidak memiliki banyak tenaga.
tapi saat wilda sudah dekat dengan alex, ia tiba-tiba merasakan sakit di perutnya,dan ia pun pingsan lagi
"Aaale-"
Alex yg mendengar itupun berbalik dan khawatir karna kecerobohannya membuat wilda sakit lagi
"Wildaa, sayangg, bangun sayangg maafkan aku"
Alex langsung menggendong wilda kembali ke kamar nya dan memanggil dokter ahli yg tentu bisa merawatnya.
"Ndre cepet"
"Ndre apa yang terjadi?"
"Ndre bagaimana keadaan istriku"
"Ndre jawablah"
Begitulah pertanyaan alex yang dikeluarkan saat andre (dokter) itu memeriksa wilda
"Sabar bos" kata nick menenangkan
Disisi lain pak husain dan lucas tersadar bahwa wilda sekarang tidak bersama mereka entah kemana dan siapa yang membawanya
Mereka kebingungan mencari wilda, bahkan mereka sudah mengecek cctv tetapi tidak bisa menemukan apapun.
BACK TO WILDA
"Lex"
"Iya ndre bagaimana keadaan istriku?"
"Istrimu butuh donor ginjal dengan cepat, kau harus segera menemukan pendonor untuk nya"
"Ginjal ku, ginjal ku saja ndre"
Nick yang mendengar itu langsung ikut menyahuti
__ADS_1
"Tidak ndre. Biar aku saja, aku tidak mau bos yang mendonorkan ginjalnya."
"Aku tidak akan bisa mengiprasi kalian dan mengambil ginjal kalian, lebih baik kalian cari orang lain saja"
"Tapi siapa yang mau"
"Atauu, beli saja ginjal dari RED DEVILS mafia"
"Apa maksudmu?"
"Kau tau bukan? Mafia bawahan mu itu memperjual belikan organ tubuh manusia" ujar andre
"Baiklah, Nick beli ginjal dari mereka"
"Bos kau tau bukan? Aku dan mereka tidak pernah berhubungan baik?"
"Lalu?"
"Pergilah beli sendiri"
"Aah kau ini, baiklah"
"Ndre ayo ikut aku" pintah alex sembari berjalan pergi
"Tapi kenapa?"
"Kau lebih tau ginjal yang bagus, aku ingin wilda mendapatkan donor ginjal terbaik"
"Hmm baiklah"
Alex dan andre pun segera pergi dari sana menuju ke basecamp RED DEVILS yang ada di Singapura
_
Pak husain kebingungan karna tidak menemukan wilda dimana-mana sedangkan lucas memerintahkan anak buahnya untuk mencari wilda di rumah sakit dan di daerah itu
Lalu lucas kembali ke ruangan cctv untuk mengecek sekali lagi
Beberapa jam sebelum hilangnya wilda lucas melihat seseorang yang seperti ia kenal tapi ia lupa
Ia mencoba mengingat nya dan akhirnya ia tau, Nick yang membawa wilda pergi.
Akhirnya ia memutuskan keluar dan memberi tau pak husain tentang itu
"Kau sudah menemukan sesuatu?
"Aku tau siapa dibalik penculikan wilda"
"Siapa?"
"Alex"
"Ooh syukurlah jika alex yang membawa wilda"
"Aa-apa maksud mu?"
"Alex suaminya, dia punya hak untuk membawa wilda pergi"
"Dengan cara seperti ini?"
"Ya ini lah letak kesalahannya"
"Dan kau masih percaya pada alex setelah dia menyakiti putrimu?" Lucas mulai meninggikan suaranya karna kesal pak husain tidak marah setelah mengetahui bahwa alex yang membawa wilda pergi
"Dia tidak menyakiti wilda lu, seseorang memfitnah nya"
"Tapi kau tau bukan bahwa aku mencintai wilda"
"Aku tau dan aku paham bagaimana perasaan mu, tapi kau juga harus mengerti, wilda bukan wanita lajang dia sudah bersuami"
Lucas diam, ia terduduk dilantai dan menangis entah bagaimana perasaanya, cintanya telah direnggut darinya dan dia harus bisa merelakan wilda pergi bersama alex
Pak husain memeluknya sebagai seorang ayah, dia sangat mengerti bagaimana perasaan lucas saat ini, tapi ia harus bisa menenangkan lucas yang sudah ia anggap seperti putranya sendiri.
Akhir nya pak Husain dan lucas kembali kerumah, pak husain bersiap untuk kembali ke California sedangkan lucas mengunci dirinya di kamar
_
Alex dan andre sudah sampai di RED DEVILS Mereka disambut dengan hangat oleh ketua dan anak buah RED DEVILS
memang kelompok mafia yang satu ini tidak ingin bermusuhan dengan mafia lain, mereka hanya ingin jual beli organ manusia yg mereka lakukan sukses dan tidak peduli dengan yang lain lagi
"Selamat datang bos besar, ada yang bisa kami bantu kah?"
__ADS_1
Ucap ketua RED DEVILS
"Aku ingin ginjal" alex melanjutkan bertanya pada andre
"Ndre, kita butuh 1/2 ginjal?"
"1 saja"
Alex memandang ketua RED DEVILS lagi dan bilang
"1 ginjal"
"Kau ingin yg masih fresh atau yang tadi kami buruh?"
"Ndre bagaimana?" Tanya alex lagi pada andre
"1 yg masih fresh dan tidak ada cacat"
"Baik boss tunggu 1 jam saja kami akan membawakan apa yang kau minta"
"30 menit"
"Ba-baik bos"
30 menit kemudian
"Bos kami sudah bawakan apa yang kau minta" ketua red devils itu mendatangi alex dengan membawa sebuah bungkusan dan jangan lupakan tangannya yang berlumuran darah.
Biasanya ketua red devils tidak akan turun tangan sendiri untuk mengambil ginjal korbannya, tapi karna alex yang datang maka ia sendiri yang melakukan itu. Ia tidak ingin ada kekurangan apapun dalam pelayanan nya pada alex
Akhirnya andre dan alex kembali ke bascamp mereka dengan membawa ginjal yang sudah mereka beli.
Andre pun segera bersiap untuk melakukan operasi pada wilda
"Ndre?"
"Ya?"
"Saat operasi apa kau akan membuka baju istriku?"
Andre menyerngitkan dahinya, ia heran kenapa alex bertanya seperti itu padahal ia sendiri tau jika melakukan operasi maka seseorang akan membuka seluruh pakaiannya
"Kau tau bukan? Saat operasi maka aku akan membuka seluruh penutup tubuh pasienku"
"APA?" alex tidak rela tubuh istrinya di jamah dan dilihat oleh andre
Andre sendiri tau bahwa alex cemburu jika ia melihat tubuh istrinya
"Kau tenang saja meskipun ku buka, aku akan menutupi tubuhnya dengan pakaian medis lain jadi aku akan tetap fokus melakukan operasi ku dan tidak melihat-lihat yang lain"
"Sungguh?"
"Ya"
"Baiklah kalau begitu, aku yang akan membuka pakaian istriku dan aku juga yang akan memakai kan pakaian medis padanya"
"Eh tapi-"
Belum sempat andre meneruskan perkataannya alex sudah berlalu pergi ke ruangan wilda.
"Ah dasar"
alex masuk ke ruangan wilda dan terlihat wilda sudah siuman dari pingsannya.
"Kau baik-baik saja?"
"Hemm"
Alex berfikir bagaimana caranya ia bilang pada wilda kalau dia akan membuka seluruh pakaiannya karna akan dioperasi
"emm a-aku harus melepas pakaianmu"
"Hah?" Sontak wilda kaget dan malu
"Kau akan dioprasi, dan saat dioprasi kau harus melepas seluruh pakaianmu. Aku tidak ingin andre yang membuka pakaianmu jadi biarkan aku saja"
"Ti-tidak! Aku akan melepas pakaianku sendiri"
"Kau tidak bisa, tanganmu sedang diinfus"
Wilda berpikir memang benar ia tidak akan bisa melepas pakaiannya sendiri, tapi ia juga malu jika alex yang membuka pakaiannya
Akhirnya ia pun mengambil keputusan dan-
__ADS_1
NEXTTT???