
hallo readers happy reading
***
"siapkan keberangkatan kita ke Turki"
lucas yang sebelumnya tidak paham, sekarang ia mengerti dan balik bertanya
"kenapa cepat sekali"
"aku ingin segera memulai hidup yang baru"
lucas langsung berdiri dan memeluknya
"terima kasih wilda terimakasih"
tiba-tiba lucas berjongkok ia mengeluarkan kotak merah lalu membukanya,
sebuah kalung berhiaskan diamond mahal
"apa ini"..
****
"aku ingin kau menikah denganku wilda, akan kubahagiakan kau semampuku, sebisaku. tidak akan kubiarkan dia menyakitimu lagi"
wilda tampak seksama mendengarkan Lucas ia memang ingin memulai hidup baru tanpa alex tapi ia juga tidak ingin menikah dengan siapapun
"lucas maafkan aku tapi, aku tidak ingin menikah dengan siapapun. kau memang sangat baik tapi untuk menikah? aku tidak bisa"
"tapi kenapa?"
lucas melanjutkan ucapannya "apakah kau mencintai dia"
"aa-aku, aku tidak tau" wilda berjalan pergi akan kembali kekamarnya tetapi lucas memanggilnya lagi
"wilda, setidaknya terimalah pemberianku ini"
"jika kau memberikannya sebagai teman maka aku akan terima"
"terserah kau anggap apa yang terpenting kau mau menerimanya"
wilda berbalik dan berkata "kemarikan"
"aku akan pakaikan kepadamu"
"hemm"
lucas memakaikan kalung itu kepada wanita pujaannya, lucas menyingkap rambut Wilda. ia tercengang saat melihat masih ada bekas kissmark dileher wilda, ia langsung pergi setelah memasangkan kalung itu, wilda yang melihat lucas pergi hanya bertanya-tanya kenapa ia tiba-tiba pergi tanpa mengucapkan satu kata pun
***
hari sudah berlalu, anak buah alex sudah berhasil menemukan tempat persembunyian ashley sedangkan wilda dan lucas sudah berada di turki, lucas sudah membeli sebuah rumah untuk mereka tinggali disana.
anak buah alex menghubungi alex untuk memberitahu info tentang ashley
"hallo bos"
"apa sudah ada info ttg wanita itu"
"sudah boss, kami sudah menemukan tempat persembunyian nya dan saat ini kami sedang mengintai wanita itu"
"tangkap dia saat dia lengah dan langsung bawa kembali ke sini"
"baik boss"
panggilan terputus
__ADS_1
disebuah rumah mewah saat ini lucas dan wilda sedang tidur karna lelah perjalanan jauh, mereka tidur dikamar berbeda tapi bersebelahan, lucas bangun dan ingat bahwa mereka belum makan apapun sejak datang tadi. ia pun meminta pelayannya untuk memasak lalu ia membangunkan wilda
ia membuka pintu kamar wilda dan melihat wanita cantik itu masih terlelap
"wildaa ayo bangun" lucas menggoyangkan kaki wilda memintanya agar segera bangun, dan tidak lama wilda juga ikut bangun
"ahh lucass kau mengganggu ku"
"segeralah mandi lalu kebawah untuk makan"
"hmm"
lucas pun keluar dari kamar wilda dan menunggunya di ruang makan
selesai makan wilda rindu dengan ayahnya, ia tidak memberi tahu apapun kepada ayhnya dan ia yakin saat ini ayahnya pasti sudah tau tentang kepergian nya
"emm lucas apa bisa aku meminjam handphone mu?"
"untuk apa? apa kau ingin menelfon alex?"
"aku ingin menelfon ayahku"
lucas memberinya handphone keluaran terbaru,
"ambil ini, pakai untukmu tapi ingat jangan pernah menelfon alex atau keluarganya"
"hemm tentu saja, bisakah aku menelfon sekarang?"
"iya"
"terimakasih"
lucas hanya tersenyum melihat wilda pergi dari tempatnya
dikamarnya wilda sednag mencoba menelfon ayahnya tetapi sudah 2× tidak diangkat, ia mencoba sekali lagi berharap ayahnya mengangkat telfonnya dan benar saja ayahnya mengangkat telfonnya
"haloo"
"putriku, kau dimana sayang? pulanglah nak, ayah merindukanmu"
"ayah maafkan aku" wilda terisak, ia ingat dengan apa yg dilakukan alex
"pulanglah nakk" begitu juga ayahnya, suaranya terdengar bergetar karna sangat mencemaskan putrinya
"aku baik-baik saja, ayah jangan mencemaskan aku. ayah jaga kesehatan aku tidak akan pulang"
ia tutup panggilannya lalu menaruh ponselnya di nakas, ia berbaring dan menangis. ia masih tidak habis pikir kenapa alex tega membohonginya
..
hari dengan cepat berlalu, siang ini alex sedang mengintrogasi Ashley, ia ingat ashley adalah mantannya tetapi itu sudah 2 tahun yang lalu, ia memang sering bercinta dengan ashley tapi sekalipun ia tak pernah menaruh benihnya didalam rahim Ashley
ia meminta nick menaruh cctv dan perekam suara agar ia bisa mengambilnya dan menunjukkannya pada wilda saat mereka bertemu
"nick kau sudah melakukannya"
"sudah boss dan sudah kupastikan ashley tidak akan menyadari bahwa ada cctv dan perekam suara diruangan itu"
alex pun masuk kedalam ruangan dimana ashley tertidur karna pengaruh obat saat ini,
"siram dia"
nick menyiramkan air es ke seluruh tubuh ashley, ashley oun langsung tersadar
"ahh apa-apaan ini"
"selamat siang nona ashley" ashley menoleh melihat seseorang yang menyapanya, ia langsung gugup saat tau siapa yang ada didepannya
__ADS_1
"aa-alex kau disini?"
"kau senang bukan bisa bertemu denganku"
"emm ii-iya" ashley menggigil karna saat itu dia hanya memakai dress pendek tanpa lengan dan tubuhnya basah karna disiram dengan air dingin oleh nick
"kenapa kau lakukan itu?"
"a-apa? aa-aaku ti-tidak melakukan a-apapunn"
"nick apa buaya peliharaanku sedang lapar saat ini?"
"iya tuan, kami belum memberinya makan"
ashley ketakutan saat alex membicarakan buayanya, ia sangat tau bagaimana kejamnya alex kepada musuh-musuhnya
"aa-alex aa-aku hanya i-ingin bersamamu"
"KATAKAN YANG SEBENARNYA SEKARANG ATAU KAU AKAN JADI PEMUAS ANAK BUAHKU DAN BERAKHIR DI KANDANG BUAYA!"
"aa-aku disuruh untuk melakukannya alex, a-aku diancam olehnya, di-dia akan membunuhku jika aku tidak melakukan apa yg diperintahnya"
"siapa dia"
"ss-ssaandra"
"wanita itu"
"ii-iya"
"damn!"
alex keluar dan menemui para anak buahnya dan entah apa yang di bicarakannya tidak lama kemudian anak buahnya masuk kedaram ruangan itu, kurang lebih 10 orang dan langsung memuaskan nafsunya pada ashley, bahkan ashley sangat lemass dan memohon untuk berhenti tetapi mereka terus saja melakukannya.
alex memerintahkan anak buahnya untuk mencari sandra tetapi terlambat, sandra sudah pergi dari negara itu dan tidak ada yang tau kemana dia.
hari-hari berlalu. sudah satu bulan sejak kepergian wilda, alex nampak tak terurus ia terus mencari istrinya tetapi tidak ada yang tau dimana dia, bagai hilang ditelan bumi.
pak husain masih seperti biasa karna sesekali ia video call dengan putrinya. ia bisa tenang melihat putrinya lebih terlihat bahagia disana
sedangkan keluarga alex, pak wijaya dan liana juga terlihat tidak bahagia karna kepergian wilda membuat putranya seperti hilang tujuan hidupnya.
sedangkan wilda saat ini bersama lucass pergi berbelanja, memang lucas tidak pernah meninggalkannya, ia juga tak pernah pergi ke negaranya, ia menyerahkan beberapa perusahaannya untuk adiknya, ia membeli sebuah perusahaan diturki agar selalu bisa bersama wilda dan menjaganya
tapi saat sedang asik berbelanja, wilda tiba-tiba ingin muntah², ia segera berlari ke toilet terdekat dan lucas yang melihatnya menjadi khawatir terjadi sesuatu dengan wilda
Wilda keluar dari toilet dengan wajah pucat,
"wilda ayo kuantar ke dokter sekarang"
"hemm" saat sedang berjalan tiba-tiba wilda pingsan, Lucas dengan sigap menggendong wilda ke mobilnya dan membawanya ke rumah sakit dan setelah diperiksa lucas dan wilda duduk diruang dokter, menunggu dokternya,
"sizi beklettiğim için üzgünüm efendim hanımefendi"
(maaf membuat kalian menunggu tuan, nyonya)
"Tamam doktor, o zaman nasıl?"
(tidak apa dokter, lalu bagaimana keadaannya?"
"Tebrikler efendim, eşiniz şu anda hamile. ve rahim iki hafta yürüyor "
(selamat tuan, istri anda saat ini sedang mengandung.dan usia kandungannya jalan dua minggu)
"Ne?"
(APA?)
__ADS_1
*****
NEXT?