
"Tapi aku- aku keguguran"
Jleb bagai disambar petir rasanya, baru saja merasakan kebahagiaan alex merasa dirinya di bawa terbang tinggi lalu dihempaskan begitu saja ke tanah
Wilda mulai memangis saat alex diam dan tidak mengucapkan 1 katapun
"Aa-alex"
Alex tidak menjawab lalu berjalan pergi meninggalkan wilda
Wilda yang mengerti alex kecewa itu membiarkan nya pergi, ia segera berlari ke kamar menutup pintu nya dan menangis tersedu-sedu..
Sedangkan alex saat ini berada di halaman rumah termenung dan beberapa saat kemudian nick datang lalu alex pun menceritakan apa yg terjadi sampai nick menasehati nya dan membuat ia sadar apa yang telah ia lakukan pada wilda
"Boss?" Nick menyapa alex tapi alex diam saja dengan melamun
"Boss kau baik-baik saja?" Alex masih saja melamun
Nick pun menepuk bahu alex dan membuat alex kaget
"Astaga"
"Boss kau baik-baik saja? Kau terlihat seperti-" belum ia meneruskan kata-kata nya, alex sudah memeluk nya
"Boss?"
"Kau tau nick? Aku gagal menjadi seorang suami"
"Apa maksudmu?"
"Aku juga gagal menjadi seorang ayah"
"Hah?"
"Aku gagal menjaga wilda dan calon bayi ku"
"Ca-calon bayi"
Alex menceritakan kejadian tadi. Sesungguh nya ia pergi bukan karna marah pada wilda, tapi ia pergi karna merasa malu dan kecewa pada diri nya sendiri yang gagal menjaga istri nya
"Lalu kau pergi dari tempat itu tanpa mengucapkan satu kata apapun"
"Iya"
"Kau ini bagaimana boss? Kau tau saat ini pasti nona wilda sedang menangis karna mengira diri mu marah pada nya karna kau meninggalkan nya begitu saja"
Alex hanya diam
"Dia pasti sangat sedih dan takut kau akan meninggalkan nya dalam keadaan seperti ini"
"Kau benar, aku harus mendatangi nya"
"Cepatlah kau harus bisa menenangkannya dia pasti sangat terpukul karena perlakuan mu"
__ADS_1
Alex pun berlari ke kamarnya ia mencari Wilda dimanapun tetapi ia tidak menemukannya
Setelah mencarinya di mana-mana ia melihat di balkon Wilda sedang berdiri menghadap keluar dan dengan meneteskan air mata
Ia menghampiri Wilda lalu mengajaknya bicara
"Sayang sedang apa kau disini" sambil memeluk nya dari belakang
Wilda berbalik menunduk
"Kenapa kamu menangis? maafkan aku tadi ya. aku hanya malu dan kecewa pada diriku sendiri karena tidak bisa menjagamu dan calon bayi kita"
"Aku memang bersalah, aku tidak bisa menjaga bayi kita"
"Ini bukan salahmu ini sudah takdir, jika kau mau kita bisa membuat anak lagi"
Di tengah kesedihan nya alex masih saja mencoba menghibur wilda
Wilda pun tersenyum lalu memeluk alex
Pagi ini wilda dan alex terbang menuju California, pak husain sudah di beri kabar dan sedang menunggu mereka dirumahnya.
Ia sudah menyewa seorang pelayan untuk membantu nya
Beberapa waktu kemudian wilda dan alex sampai dirumah pak husain, alex sengaja membawa wilda ke rumah pak husain dulu agar wilda merasa senang dan bahagia bertemu dengan ayah nya
Alex juga sudah menelpon keluarganya sekedar memberi kabar kalau ia sudah kembali dari turki, ia juga memberi tau kalau ia sudah berhasil membawa wilda kembali. Wijaya dan liana sangat bahagia mendengar itu, mereka ingin sekali mendatangi wilda dirumah pak husain tapi apalah daya, daddy nya alex masih sakit meskipun sudah terlihat lebih baik dari sebelum nya
Jessy datang keeumah pak husain karna tau wilda sudah kembali, ia sangat merindukan sahabat nya itu
"Hallo paman, wilda dimana?"
"Dia sedang tidur di kamarnya"
"Aku akan kesana"
"Hemm"
Jessy wilda dan pak husain sudah seperti keluarga, jessy adalah anak yatim piatu saat masih kecil ia tinggal di panti asuhan dekat rumahnya wilda, ia tidak punya teman karna anak-anak di panti asuhan itu tidak suka pada jessy yang memiliki penyakit saat itu, tapi wilda selalu mendatangi nya dan mengajak nya berteman, ia juga meminta ayah nya membantu membawa jessy ke rumah sakit agar bisa sembuh dari penyakit nya, dan akhirnya mereka pun berteman hingga dewasa
Jessy mendatangi wilda dikamarnya lalu ikut berbaring disana, ia pun ikut terlelap.
Sampai waktu menunjukkan sore pak husain membangun kan mereka berdua, mereka pun menghabiskan waktu bersama lalu jessy pun pulang.
Dari siang alex sudah sangat ingin bersama wilda tapi karna ada jessy dia harus menahan keinginan nya.
Saat wilda selesai mandi alex sudah ada dikamarnya dan ia juga sudah menutup pintunya
"Alex kau disini?"
"Memang nya kenapa?"
"Aku akan berganti baju, kau keluar lah dulu."
__ADS_1
"Aku ingin melihat istriku berganti baju, memang nya tidak boleh?"
"Ta-tapi" alex mendekati wilda dan wilda pun mundur sampai ia berada di tengah-tengah alex dan tembok.
"Aku ingin, ini sudah lama Sekali. Aku mohon izinkan aku bby" alex berbisik di telinga wilda
"A-alex?"
"Kau mengizinkan?"
Wilda mengangguk, ia juga sangat merindukan alex
Alex segera ******* bibirnya, meremas bukit kembarnya dan setelah lama diposisi itu, alex menarik handuk yang dipakai wilda lalu membuka penutup tubuhnya sendiri
Tetap di posisi berdiri ia mengangkat satu kaki Wilda keatas lalu menghujamkan senjatanya
Mereka melakukan berbagai gaya sampai akhirnya kelelahan dan alex tertidur, sedangkan wilda memandangi wajah suaminya lalu menemani alex tidur
-
di sisi lain lucas sedang sibuk melakukan pekerjaan nya, ia kembali memulai hidup nya tanpa wilda. ia merasa wilda memang harus kembali pada alex karna mereka memang saling mencintai, tidak seperti diri nya yang mencintai seorang diri. ia kadang merasa kesal karna seperti hanya dijadikan pelarian saat wilda bertengkar dengan alex.
-
pak husain sudah menyuruh pelayannya memasak seluruh makanan fav wilda. ia ingin putrinya merasa nyaman lagi berada di rumah nya.
setelah semua nya siap, pak husain mengetuk pintu kamar wilda, lalu memanggil nama putri kesayangan nya itu
"sayang, keluarlah ayo makan"
"iya ayah sebentar lagi aku akan keluar"
"baiklah, ayah menunggu mu di meja makan, cepat lah keluar"
"iya ayah"
pak husain pun kembali ke meja makan sedangkan wilda membangunkan alex
"alexx bangun lah" sambil menepuk-nepuk pipi suami nya itu
"hemm" alex menggeliat
"cepat lah mandi, ayah menyuruh kita makan, aku juga sudah sangat lapar"
"mandi bersama?"
"aku sudah mandi sayangg" alex terkejut mendengar wilda memanggil nya dengan sebutan sayang, ia tau wilda tidak pernah memanggil nya dengan sebutan sayang seperti itu
"sayang? tumben sekali kau memanggil ku sayang?"
"tidak boleh?"
"tentu saja boleh, aku sangat senang mendengar mu memanggil ku dengan sebutan sayang"
__ADS_1