
Hallo readers happy reading:*
***
"Kau akan dioprasi, dan saat dioprasi kau harus melepas seluruh pakaianmu. Aku tidak ingin andre yang membuka pakaianmu jadi biarkan aku saja"
"Ti-tidak! Aku akan melepas pakaianku sendiri"
"Kau tidak bisa, tanganmu sedang diinfus"
Wilda berpikir memang benar ia tidak akan bisa melepas pakaiannya sendiri, tapi ia juga malu jika alex yang membuka pakaiannya
Akhirnya ia pun mengambil keputusan dan-
***
Wilda mengatakan pada alex
"Aa-aku tidak bisa mengizinkan mu membuka pakaian ku"
"Tapi kenapa? Aku suami mu, aku berhak melakukan nya dengan izin mu atau pun tidak"
"Aku tidak akan membiarkan mu"
"Aku tidak peduli aku akan tetap melakukan nya" alex berjalan maju lebih mendekat ke wilda
"Aalexxxxx aku maluuu" ucap wilda sambil menutup wajah nya dengan tangan, dan alex pun terkekeh. Dalam hatinya dia berkata wilda sangat imut ketika seperti itu
"Untuk apa kau malu bby? Kau lupa kau pernah berada di bawah ku telanjang, mengerang dan mendesah-desah"
Wilda pun semakin malu, pipi nya sudah kemerahan. Tapi tiba-tiba
"Ehem" andre masuk dan berdehem karna wilda dan alex tidak menyadari keberadaan nya dari tadi
"Ada apa?"
"Aku hanya ingin memberi tahu, wilda harus segera berganti pakaian. Karna waktu oprasi tinggal 10 menit. Aku tidak mau ginjal tadi jadi tidak fresh"
"Oh oke aku akan segera mengganti pakaiannya"
"Hemm"
Andre pun keluar dari ruangan itu dan tanpa basa basi alex segera mendekati wilda dan bersiap membuka pakaian miliknya tetapi melihar bibir merah ranum milik wilda ia jadi berhenti dan mulai mendekatkan bibirnya, ia pun dengan cepat ********** wilda yang kaget hanya diam saja. Ia merasa kaku karna sudah lama tidak melakukannya
Akhirnya wilda mulai kehabisan nafas karna alex belum juga melepas nya. Ia pun memukul-mukul dada alex dan alex berhenti
"Maaf, maafkan aku. Kau sedang sakit tapi aku malah-"
"Ti-tidak apa-apa"
"Sini biar ku bantu melepaskan pakaian mu"
"Hem"
Alex menelan ludah ketika membantu membuka baju dan pakaian wilda sudah lama ia tidak melihat itu semua
Akhirnya alex menahan hasrat nya ia tidak ingin meminta nya saat wilda sedang sakit
Akhirnya wilda menjalani operasi nya
Sudah 2 setengah jam tapi belum ada tanda-tanda operasi akan selesai, alex khawatir operasi nya akan gagal meskipun andre tidak pernah sekalipun menerima kegagalan saat mengoperasi pasien-pasien nya
Nick datang menenangkan alex yang sedari dua jam berjalan bolak balik didepan pintu oprasi tanpa henti
"Boss ayo makan dulu"
"Kau ini bagaimana nick. Wilda didalam sana sedang dioperasi dan kau mengajakku makan? Kau makan lah saja sendiri"
"Tapi kau dari tadi pagi belum makan bos"
"Itu sangatlah tidak penting. Yang terpenting saat ini adalah melihat wilda sehat kembali"
Akhirnya andre keluar dari ruang oprasii dan ia terlihat kesal, alex dengan cepat mendekat pada nya dan menanyakan keadaan wilda
"Andre kenapa muka mu seperti itu? Bagaimana keadaan wilda? Apa dia baik-baik saja? Jawab aku"
"Diaa-" andre berkata seolah wilda tidak bisa diselamatkan lagi
"Apa? Ada apa? Bagaimana keadaan nya?"
"Dia BAIK BAIK SAJAA HAHA. OPERASINYA BERHASIL" Ucap andre mengagetkan alex
"Sungguh? Kau tidak berbohong padaku?"
"Iya lex, sebentar lagi wilda akan dipindahkan ke kamar tamu karna kondisinya sangat stabil dan dia bisa dirawat di kamar tamu dan kau bisa menemui nya"
"Siapa yang menyuruh mu memindahkan nya ke kamar tamu?"
"Maksud mu?"
__ADS_1
"Aku ingin wilda di pindahkan ke kamar pribadiku"
"Tapi lex? Kau bahkan tidak mengizinkan siapapun masuk ke kamarmu bukan? Lalu wilda?"
"Dia istri ku, cinta ku, dan segala nya bagi ku"
"Yayaya"
"Jika sudah siap cepat pindahkan. Aku akan pergi untuk membeli makanan untuk wilda"
"Baiklah aku akan segera memindahkan nya setelah ini"
Alex menganggukkan kepalanya lalu pergi.
2 hari berlalu
Wilda sudah lebih sehat sedangkan pak Husain juga sudah kembali ke california dan lucas masih saja merasa kehilangan
Wilda akan kembali ke california besok dan sekarang ia ingin membicarakan soal keguguran nya pada alex dan menjelaskan kenapa ia bisa tinggal serumah dengan lucas selama 1 bulan ini
Ia keluar mencari alex tapi ia bertemu dengan nick
"Nick, kau tau dimana alex?"
"Ah iya nona, boss sedang menghukum seseorang yang sudah menghianati perusahaan kami, sebaiknya nona jangan kesana dulu"
"Dimana dia?"
"Di ruangan bawah tanah"
"Tunjukkan aku dimana tempatnya"
"Ta-tapi nona"
"Jika kau menolak maka aku akan memberi tau alex kalau kau tidak mau menuruti permintaan ku"
"Baiklah nona, mari ikuti saya"
Nick pun membawa wilda ke ruangan bawah tanah tetapi ia memilih menunggu di depan pintu.
Wilda masuk sendiri ke dalam ruangan itu ia mendengar seseorang sedang memohon ampun pada alex karna
Kesalahannya, ia meminta agar alex mengampuni nyawanya. Seketika wilda takut tetapi ia akan menciba menghentikan alex untuk tidak membunuh.
Ia segera masuk ke pintu kedua dan melihat alex dengan para anak buahnya menodongkan pistol ke seseorang yang sedang memohon dengan bersujud di kaki alex itu.
"ALEX BERHENTI" Seketika alex menoleh dan melihat wilda sedang menangis.
"Bawa orang ini" pintah alex pada anak buahnya
"Sayang bagaimana bisa kau ada disini?" Tanya alex pada wilda dengan tatapan lembut dan penuh kasih sayang
"Apa yang kau lakukan lex"
"Sayangg aku hanyaa-" belum sempat ia meneruskan kata-katanya wilda sudah berbalik mau pergi dan alex pun mengejarnya dengan kalimat memohon agar wilda tidak marah pada nya
Anak buahnya yang melihat itu hanya geleng-geleng kepala, bagaimana bisa alex yang kejam dan ditakuti bisa tidak berdaya didepan satu orang wanita
"Wildaa, sayang kuu dengarkan aku dulu"
"Bby"
"Sayangg dengarkan aku"
"Wildaa" rengek alex saat wilda marah padanya dan tidak menjawab perkataannya
Alex menarik tangan wilda
"Sayang"
"Aku tidak mau bicara pada mu"
"Tapi kenapa? Dia pantas mati. dia sudah mengkhianati ku"
"Tidak ada yang berhak mengambil nyawa seseorang"
Ucap wilda dengan melepas tangan alex dan melanjutkan langkah kakinya menjauhi alex
Wilda berlari kearah kamar pribadi alex yang biasa ia tempati. Lalu dia menutup kamar itu, ia tidak menguncinya karna memang tidak membawa kuncinya
Alex akan masuk tetapi wilda yang mendnegar langkah kaki alex langsung berucap
"JANGAN BERANI-BERANI MASUK KEKAMAR INI ATAU AKU TIDAK AKAN PERNAH BERBICARA DENGANMU"
seketika alex berhenti, ia tidak mau wilda bertambah marah padanya tapi ia tetap menunggu didepan pintu kamar nya dengan berdiri
"Sayangg tolong izinkan aku masukk, aku minta maaf pada mu, aku sungguh minta maaf bby"
Pelayan dan anak buah alex yang lewat sana bertanya-tanya bagaimana bisa alex setidak berdaya itu didepan wilda, bahkan ia tidak berani masuk kekamar nya sendiri tanpa izin wilda
__ADS_1
"Eh lihat bos, sekarang ia akhirnya bisa jatuh cinta"
"Lihat bos takut pada wanita"
"Lihat sekarang singa ini menjadi kucing didepan wanitanya"
"Sungguh beruntung nya nona wilda"
"Nona wilda sangat beruntung bisa menaklukan hati mafia"
Kurang lebih seperti itu ucapan-ucapan yang mereka katakan ketika melihat alex tidak berdaya
Alex yang mendengar nya sebenarnya kesal tapi jika ia menghukum semua pelayan dan anak buahnya maka bisa dipastikan Wilda akan lebih marah lagi
Sedangkan di dalam sana Wilda tertawa mendengar perkataan para pelayan
Ia merasa sudah berhasil merubah singa yang ganas menjadi kucing yang lucu
"Sayangg ayo keluarlah kita bicara"
"Aku ingin kau memasak untukku"
"Tapi kau tau bukan? Aku tidak bisa memasak"
"Tapi aku ingin kau memasak"
"Baiklah baiklah, kau ingin dimasakkan apa?"
Wilda membuka pintunya, dan alex yang sedang bersandar di pintu itupun terjungkal kedalam sehingga wilda yang tidak kuat menahan beban tubuh alex pun jatuh dan alex diatas nya
Dalam hati alex berkata 'pendaratan yang bagus alex'
Mereka berpandangan lama dan akhirnya wilda tersadar lalu memukul-mukul alex agar dia bangun dari tubuhnya
"Alexx cepat berdiri"
Alex pun berdiri lalu berkata
"Maaf aku tidak sengaja"
"Cepat masakkan aku"
"Kau ingin makan apa?"
"Spaghetti bolognese"
"Tapi itu sulit, akan ku buatkan mie instan saja"
"Spaghetti bolognese"
"Baiklah-baiklah"
Mereka pun menuju ke dapur bersama-sama lalu alex mulai membuat makanan yg diinginkan wilda
Satu setengah jam alex berkutat di dapur akhirnya dia selesai membuat spaghetti bolognese yang diinginkan wilda
Wilda pun mencicipi nya dan ternyata rasanya enak sekali, wilda fikir rasa nya akan amburadul tetapi sepertinya alex berbakat untuk menjadi master chef.
"Bagaimana rasanya?"
"Emm biasa saja" wilda tidak mau alex menjadi sombong jika ia mengatakan masakannya enak xixi
"Kau sudah memaafkan ku?"
"Akan ku fikirkan lagi"
"Eeh aku sudah memasak untukmu bby, tapi kau tidak mau memaafkan ku?"
"Emm alex"
"Aku ingin mengatakan sesuatu padamu, tapi tolong jangan marah" raut wajah wilda tiba-tiba serius
"Katakan? Aku tidak mungkin marah padamu"
"Aa-akuu"
"Kau? Apa?"
"Saat aku pergi dari rumahmu, aku hamil"
"APA? Jadi sekarang kau hamil?" Alex terlihat bahagia setelah mendengar wilda hamil tapi wilda melanjutkan perkataannya yang membuat alex diam seribu bahasa
"Tapi aku- aku keguguran"
Jleb bagai disambar petir rasanya, baru saja merasakan kebahagiaan alex merasa dirinya di bawa terbang tinggi lalu dihempaskan begitu saja ke tanah
Wilda mulai menangis saat alex diam dan tidak mengucapkan 1 katapun
NEXT
__ADS_1