
"aku sudah mandi sayangg" alex terkejut mendengar wilda memanggil nya dengan sebutan sayang, ia tau wilda tidak pernah memanggil nya dengan sebutan sayang seperti itu
"sayang? tumben sekali kau memanggil ku sayang?"
"tidak boleh?"
"tentu saja boleh, aku sangat senang mendengar mu memanggil ku dengan sebutan sayang"
.
"yasudah cepat mandii, aku akan ke ruang makan lebih dulu"
"iya"
wilda pun pergi ke ruang tamu, ia melihat ayahnya sedang berbicara dengan seseorang di telfon, ia pun langsung duduk di sisi kanan ayah nya
"baiklah tuan stiff, aku pasti akan mengajak keluargaku datang untuk makan malam"
"..."
"ya sampai jumpa besok malam" ucap pak husain
lalu pak husain menutup telfonnya dan berbicara pada wilda
"sayang"
"iya yah?"
"rekan bisnis ayah, mengajak ayah untuk makan malam dirumahnya sambil membicarakan bisnis. ia meminta ayah untuk membawa keluarga ayah, sedangkan ibumu-" belum sempat pak husain meneruskan kata-katanya wilda sudah menjawab
"aku akan ikut bersama ayah, aku juga akan mengajak alex untuk ikut bersama kita"
"ikut kemana bby?" sela alex yang tiba-tiba datang diantara pak husain dan wilda
"oh nak alex, ini ayah mendapat undangan dari rekan bisnis ayah untuk makan malam bersama sambil membicarakan bisnis, kau mau ikut bersama kami?"
"memangnya kapan yah?"
"besok malam"
__ADS_1
"oke kalau aku tidak ada kepentingan mendadak aku pasti ikut bersama kalian"
"ya sudah ayo kita makan"
( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( )
saat ini wilda, alex, dan pak husain sedang berada di ruang tengah sedang berbincang-bincang tetapi pak husain tiba-tiba ingat akan sesuatu
"oh ya, nak ayah ingin kau segera program hamil lagi, karna ayah tidak tau umur ayah panjang atau tidak ayah ingin segera menimang cucu"
"ta-tapi-" Wilda ingin mengucapkan sesuatu tetapi alex menyela nya
"ah tentu saja yah, tadi kami baru membuatnya. maka nanti kami akan membuatnya lagi sampai pagi, iya kan sayang?" wilda malu karna alex secara blak-blakan membicarakan itu pada ayahnya, apalagi ia sambil berkedip pada wilda
"ha ha ha kau ini"
"kalau begitu kami akan ke kamar dulu, tenang saja yah, aku pasti akan bersemangat untuk ini" ucap alex lagi sambil menarik tangan wilda
"iiiih alex"
sesampai nya di kamar wilda langsung berbaring membelakangi alex, alex pun mendekat pada wilda lalu memeluk wilda dari belakang
"kita bisa membuat nya tanpa perlu kau katakan pada nya alex! kau membuat ku malu di depan ayah ku sendiri"
"kenapa kau harus malu bby? kita sudah menikah dan itu sangat wajar, sex itu kebutuhan biologis yang harus terpenuhi"
"emm alex"
"ya?"
"mungkin kah ayah membutuhkan wanita untuk memenuhi kebutuhan biologis nya? mengganti kan tugas ibu ku? sedangkan ayah ku sudah lama tidak memiliki seorang istri"
"dia pasti membutuhkan nya bby, hanya saja dia tidak mau kau merasa tidak nyaman jika ada ibu tiri disini"
"perlukah aku mencari kan istri baru untuk ayah ku?"
"memang nya kau mengizinkan nya menikah lagi?"
"tentu saja, apalagi sekarang aku sudah bersama mu dan tidak bisa selalu bersama nya, dia pasti butuh teman disini"
__ADS_1
"kita bisa mencari kan ibu tiri untuk ayah besok, sekarang mari kita membuat cucu untuk nya dulu"
"tunggu, aku akan berbicara pada ayah sekarang"
wilda langsung beranjak pergi ke ruang tamu, ia ingin menemui ayahnya dan membicarakan itu bersama ayah nya, tapi di ruang tamu tidak ada siapa-siapa, ia fikir mungkin ayah nya berada di kamar, ia pun menuju kamar ayah nya tetapi semakin ia dekat dengan kamar itu ia mendengar suara desahan wanita, ia kira ayah nya menonton blue film tetapi semakin kesini suara itu semakin nyata dan ia mendengar suara ayah nya juga
"pelan kan suara mu, bagaimana jika putri ku mendengar nya."
"tenang saja sayang, dia pasti tidak akan mendengar emmh suara kita, aaaahh pelan-pelan saja husainnnhhh"
wilda mencoba mengintip ayah nya, karna ia ingin tau siapa wanita yang ada di dalam sana, ia akan membuka pintu kamar ayahnya tapi tiba-tiba pundaknya di tepuk, ia kaget dan menoleh ternyata alex yang menepuk pundaknya
"ssstt kau ini kenapa disini?"
"aku hanya mencari mu dan tidak sengaja mendengar suara ini" tanpa butuh waktu lama alex segera menggendong wilda untuk membawa nya ke kamar, karna mendengar suara desahan dari kamar ayah nya ia jadi ikut ingin melakukan nya
"alexx turunkan aku"
sesampai nya di kamar, alex menurunkan wilda di ranjang nya lalu dengan cepat membuka pakaian nya
"aku tidak mau melakukan nya! aku bukan boneka yang bisa selalu kau gunakan memuaskan nafsu mu"
"a-apa maksudmu bby? aku menikah karna aku ingin bisa melakukan nya dengan mu kapan pun juga"
"AKU LELAH ALEX! AKU LELAH!"
alex segera mengambil pakaian nya memakai nya lalu pergi dari rumah pak husain, ia selalu pergi ke club jika hati nya tidak tenang.
sesampai nya di club, seorang wanita menghampiri nya dan menggoda nya, alex yang memang sedang ingin pun tidak menolak perlakuan wanita itu, itu pertama kali nya alex mau menggunakan jasa wanita malam
"come on honey, let's just go to the room" ucap wanita malam itu sambil menggoda alex. andai kan disana ada nick, pasti nick akan menghentikan alex, tetapi nick saat ini tidak bersama alex maka alex pun dengan cepat terpancing lalu membawa wanita malam itu masuk ke salah satu kamar di sana
alex membaringkan wanita itu, membayangkan yg ada di hadapan nya adalah wilda tetapi ia sadar bahwa itu wanita malam dan bukan wilda, ia pun memainkan nya dengan kasar dan saat ia sudah keluar dan wanita itu juga sudah lemas, ia segera menaruh beberapa lembar uang dimeja nya lalu pergi dari kamar itu. wanita itu memandang kepergian alex sambil merasakan nyeri di pangkal paha nya karna P alex lebih besar dari pelanggan-pelanggan nya biasa nya, dan juga cara bermain alex yang brutal membuatnya kewalahan menghadapi alex. ia sangat menyukai alex tetapi ia juga kesal karna alex hanya menyebut nama wilda saat bermain bersama nya.
alex yang sedang kesal itu mengendarai mobil dengan kecepatan penuh lalu menghentikan nya di depan restoran, ia ingin membeli makanan hanya untuk sekedar mengembalikan tenaga nya, karna biasa nya seusai ia bermain fengan wilda ia pasri segera tertidur tapi saat ini perasaan kesal memenuhi nya.
alex masuk ke restoran yg 24 jam buka itu karna sudah jam 1 malam, ia dengan cepat menghabiskan makanan nya lalu pergi ke hotel.
di sisi lain wilda masih saja menunggu alex pulang, ia memang kesal pada alex, bisa-bisa nya alex meminta terus padahal rasa nya masih sakit sekali, tapi jika saja wilda tau alex telah bermain dengan seorang psk ia pasti tidak akan menolak tadi.
__ADS_1
next?