
Hello readers happy reading:*
Maaf ya kemarin"telat up. Ya seperti buasa emang aku kehabisan kuotaa tapi sekarangg aku bakalan rajin up deh. Ditunggu up selanjutnya ya
***
lucas dan pak husain pun keluar dari ruangan dokter dan menuju kamar rawat wilda, mereka tidak tau apa yang harus mereka lakukan bahkan pak husain hanya diam sejak tau bahwa wilda keguguran dan membutuhkan donor ginjal
_
"Pak"
"Hmm?"
"Saya akan mendonorkan ginjal saya untuk wilda" ucap lucas yang membuat pak husain terkejut
"Ta-pi"
"Tidak usah khawatir, saya akan mencoba semoga saja saya bisa mendonorkannya"
Pak husain menitikkan air matanya ia langsung memeluk lucass
"Jangann, saya tau kamu berniat baik tetapi kamu sudah saya anggap seperti anak saya sendiri jadi tidak mungkin saya mengorbankan 1 anak untuk menyelamatkan anakku yang lain"
"Tapi pak, saya tidak bisa melihat wilda terbaring lemah dengan menutup matanya diranjang itu, saya tidak tega"
"Pasti akan ada pendonor untuknya" pak husain menepuk pundak lucas memberi harapan untuk pria itu juga hatinya
"Hmmm"
***
Hari hari berlalu, sudah 5 hari wilda kritis dan sudah 5 hari anak buah memata-matai kantor lucas tetapi tidak menemukan apapun, bahkan mereka tidak melihat lucas sekalipun
tetapi hari ini, kondisi wilda semakin parah saat lucas pergi kekantor untuk meeting sebentar dan akhirnya anak buah alex dengan sigap melihat dengan teliti gerak gerik lucas.
Setelah meeting lucas segera pergi kerumah sakit karena pak husain sempat mengirimkan pesan padanya yang mengatakan bahwa kondisi wilda tidak stabil. Lucas dengan buru-buru pergi ke rumah sakit, anak buah alex mengikutinya dari belakang bahkan mereka mengikuti lucas sampai kedepan kamar wilda.
Pak husain sedang duduk dikursi depan kamar dengan menunduk. Ia bingung harus bagaimana lagi, ia dan alex sampai saat ini tidak bisa menemukan pendonor untuk wilda
Lucas melihat pak husain lalu menghampiri nya, anak buah alex yang melihat pun kaget, kenapa pak husain bisa ada disanam mereka pun dengan sigap langsung menelfon alex
Tutt tu-
"Hallo adaapa?"
"Boss kami sedang mengikuti lucas, saat ini ia ada dirumah sakit, tapi anehnya pak husain sedang bersamanya"
"Apa?, Kau yakin itu pak husain?"
"Yakin sekali bos, karna kami juga sedikit mendengar saat lucas memanggil seorang pria dengan nama pak husain"
"Jadi benar dugaanku"
"Iya bos"
"Kirimkan alamat rumah sakitnya padaku"
Alex berfikir keras apa yang dilakukan pak husain dirumah sakit itu
"Baik bos"
Tutt tutt alex mematikan sambungan telpon nya lalu anak buahnya mengirimkan alamat rumah sakit, alex pun segera berangkat bersama nick dan anak buahnya yang lain
_
Lucas dan pak husain saat ini sedang membicarakan sesuatu setelah bertemu dengan dokter membicarakan kondisi wilda yang semakin parah
"Pak husain, seperti nya saya harus meminta para anak buah saya untuk mencari pendonor"
"Lakukan saja lu, lakukan apapun untuk menemukan pendonor untuk wilda, aku ingin dia sedera sadar dan sehat kembali. Sungguh bagaimana ini bisa terjadi hanya kecelakaan kecil membuat putriku kritis. Ini semua salahku membiarkan dia berlari padahal aku sudah tau wilda sedang hamil"
"Pak tidak ada yang bersalah disini, ini semua sudah takdir. TidAk ada yang tau jika sesuatu yang kita anggap remeh bisa sampai mengancam nyawa seseorang"
"Hmm kau benar nak"
__ADS_1
"Yasudah saya akan memanggil salah satu anak buah saya dulu"
"Ya"
Lucas beranjak dari sana menuju keluar rumah sakit untuk menemui anak buahnya yang ia perintahkan untuk menunggu dimobil, tetapi saat ia berjalan di tempat parkir itu ia bertabrakan dengan seorang pria dan saat ia lihat siapa pria tersebut ia jadi sangat terkejut
"Aa-alex"
"Wow kita bertemu disini?"
"Kenapa kau ada disini"
"Apa urusanmu menanyakan itu padaku?"
Lucas sangat terkejut dan keringat dingin melihat alex ada disinu, ia takut alex akan menemukan wilda dan membawa wilda pergi darinya. Sungguh ia tidak bisa melepaskan wilda begitu saja.
Alex beranjak pergi untuk masuk kedalam rumah sakit sedangkan lucas menyusulnya untuk menghentikan alex, agar tidak bertemu dengan pak husain
"Alex!"
Alex berhenti tanpa menoleh dan menjawab
"Ya?"
"A-aku ingin berbicara denganmu"
"Bicaralah"
"Tidak disini"
Alex sudah tau bahwa lucas sedang menyembunyikan sesuatu dan ingin menghentikan nya saat ini, tapi ia akan mengikuti lucas dan ia tentu saja akan memerintahkan nick mengecek rumah sakit itu kala ia sedang pergi dengan lucas
"Lalu?"
"Masuklah kedalam mobilku"
"Dengan syarat bodyguard ku akan menyusul dari belakang"
"Terserah"
"Kita akan kemana bos?" Tanya si supir
"Apart"
Si supir hanya mengangguk
Lucas lupa sebenarnya ia keluar untuk memerintahkan anak buahnya mencari pendonor bagi wilda, ia sibuk menghentikan alex untuk masuk kedalam rumah sakit
Sedangkan di California kesehatan pak wijaya(ayah alex) juga sedang memburuk. Ia ingin bertemu dengan alex ia berulang kali berucap
"Aku ingin segera bertemu dengan alex, aku tidak tau akan mati besok atau nanti tolong panggilkan alex"
Nyonya liana hanya menangis melihat kondisi suaminya yang semakin buruk, entah kenapa 3 hari lalu tiba-tiba suaminya sakit dan bahkan sekarang tubuhnya tidak dapat digerakkan. Ia memang belum menghubungi alex, karna ia fikir alex sedang sibuk mencari wilda. Ia juga tau bagaimana keadaan putranya setelah ditinggal oleh wilda, ia juga kecewa bagaimana bisa sandra melakukan itu kpda kakak iparnya sendiri dan membuat kakaknya jadi seperti itu
Tapi karna pak wijaya semakin parah ia tidak punya pilihan lain selain menelfon alex
Tutt tutt
Panggilan tersambung
"Hallo lex hiks" ia berbicara sambil menangis
"..."
"Mommy, mommy baik-baik saja tapii" mommy liana semakin keras menangis, ia tidak bisa membendung air matanya lagi
"..."
"Daddymu..."
"..."
"Daddy mu sedang sakit, ia memintamu untuk segera pulang. Ia selalu bilang 'Aku ingin segera bertemu dengan alex, aku tidak tau akan mati besok atau nanti tolong panggilkan alex' mommy takut lex, mommy sangat takut"
"..."
__ADS_1
"Pulanglah nak, pulanglah sebentar saja"
"..."
"BerHati-hati lah, mommy menyayangimu"
"..."
Mommy liana pun menutup telfonnya lalu menjaga suaminya kembali
ALEX POV
entah kemana Lucas membawaku yang terpenting aku harus menyuruh nick untuk tetap mencari pak husain yg katanya ada di rumah sakit
aku akan mengirimkan pesan saja karna jika aku menelfonnya maka lucas akan tau
nick, tolong kau cari pak husain. anak buahmu bilang pak husain berada di rumah sakit itu
tidak berapa lama nick pun membalas
baik bos, tapi kau kemana dengan lucas? aku takut dia menjebak mu
aku sangat tau, nick selalu mencemaskanku. ternyata kebaikanku wkatu itu kepada nick membuahkan hasil, ia sangat setia bahkan ia selalu melindungiku
kau tenang saja
tapi tiba-tiba telfonku berdering dan kulihat nama mommy tertera, akupun mengangkat telfonku
"Hallo lex hiks" mommy berbicara sambil menangis
"ada apa mom? kenapa kau menangis? apa kau baik-baik saja"
"Mommy, mommy baik-baik saja tapii" mommy terdengar sangat khawatir
"tapi apa mom?"
"Daddymu..."
"Daddy? ada apa dengan daddy? tolong jangan membuatku khawatir"
"Daddy mu sedang sakit, ia memintamu untuk segera pulang. Ia selalu bilang 'Aku ingin segera bertemu dengan alex, aku tidak tau akan mati besok atau nanti tolong panggilkan alex' mommy takut lex, mommy sangat takut"
"apa? bagaimana bisa? saat aku pergi dia masih baik-baik saja bukan? lalu kenapa sekarang?"
"Pulanglah nak, pulanglah sebentar saja" aku tau mommy takut, dan tidak mungkin aku menolak permintaan nya apalagi daddy sedang sakit saat ini
"baik mom, aku akan segera pulang hari ini. mommy tenang saja, daddy pasti akan baik-baik saja"
"BerHati-hati lah, mommy menyayangimu"
"aku juga menyayangi mommy"
mommy mematikan telfonnya
aku menoleh pada lucas dan berbicara
"turunkan aku disini"
"hah?"
"aku harus segera kembali ke California. mobilku dibelakang jadi turunkan aku disini"
aku melihat lucas menyimak perkataanku lalu dia terlihat lega saat mendengar aku akan kembali ke California
"tentu"
mobil berhenti akupun langsung turun dan kembali ke mobilku yg ada dibelakang
ALEX POV END
Nexttt?!
Bagi yang suka story aku, kasih dukungan ya. Kalau perlu tip juga hehe biar makin semangat up nya
Buat yg gasuka gapapa deh skip aja wkwk
__ADS_1