
hallo readers happy reading:*
***
"Tamam doktor, o zaman nasıl?"
(tidak apa dokter, lalu bagaimana keadaannya?"
"Tebrikler efendim, eşiniz şu anda hamile. ve rahim iki hafta yürüyor "
(selamat tuan, istri anda saat ini sedang mengandung.dan usia kandungannya jalan dua minggu)
"Ne?"
(APA?)
***
Lucas dan wilda pergi dari rumah sakit itu, saat dimobil mereka hanya diam saja, saat sampai dirumah wilda hendak masuk kamarnya tetapi lucas memanggilnya
"Wilda?"
"Ya"
"Bagaimana bisa kau hamil?"
"Aa-aku tidak tau"
"Selama kita tinggal bersama, kau tidak pernah mau berhubungan denganku, lalu anak siapa yg kau kandung? Apa kau mengandung anak dari alex*
"Hmmm" wilda bingung harus menjawab apa, ia memang tidak pernah mau saat lucas mencoba mengajaknya bercinta tetapi bagaimana ia bisa hamil? Apa karna alex? Tapi itu sudah 1 bulan yang lalu
"Jawab aku!" Lucas baru pertama kali berbicara dengan wilda dalam keadaan marah dan suara tinggi, wilda yang mendengarnya pun kaget dan tidak menyangka
"Aku tidak tau Lu aku tidak tau, aku bingung" wilda tiba-tiba terisak dan ia langsung masuk ke kamarnya
Lucas menyadari kesalahannya, ia segera menuju kamar wilda untuk meminta maaf kepada wilda
"Astagaa apa yang aku lakukan, aku membentaknya meskipun aku tau dia sedang hamil"
Lucas mencoba membuka pintu kamar wilda tetapi wanita itu mengunci pintunya
"Wilda, kumohon bukalah pintunya"
"Aku tau aku salah, maafkan aku."
"Wildaa"
"Aku mohon maafkan aku, kita akan tetap seperti biasanya bukan? Aku tau kau memang ingin melupakan alex, tetapi kau memang masih mencintainya. Bahkan saat aku mengajakmu berhubungan denganku kau selalu menolak, aku tau kau memang bukan wanita yang bisa menyerahkan harga dirinya kepada para pria tapi aku telah lancang bertanya seperti itu padamu tadi, percayalah aku hanya cemburu. Kau tau bukan aku sangat mencintaimu meskipun kau tidak pernah mencintaiku dan selalu menolakku"
"Kau selalu menolakku karna satu alasan, kau tidak pernah bisa melupakan alex meskipun kau menginginkannya, kau mencintai dia bahkan saat ini kau mengandung anaknya"
Wilda diam saja mendengar lucas berbicara, ia sadar selama ini ia telah sangat menyakiti lucas, tapi ia tidak bisa berbuat apapun. Lucas menghiburnya saat ia terpuruk hingga detik ini lucas selalu berada disisinya dan menemaninnya, tapi entah kenapa ia tidak bmpernah bisa mencintai lucas. Dan saat lucas hendak menciumnya ia slalu ingat alex dan akan menolaknya, bahkan selama tinggal serumah dengan lucas, sekalipun lucas tidak pernah marah dan memaksanya melakukan sesuatu.
"Maaf" hanya kata itu yang mampu wilda ucapkan saat ini
Lucas yang mendengarnya pun mencoba membujuk wilda lagi untuk mau membukakan pintunya
"Bukalah pintumu, mari kita bicara dengan fikiran dingin"
Wilda pun mau membuka pintu kamarnya, lucas masuk dan duduk disofa kamar itu
"Kita akan membesarkan anak kita bersama-sama"
"Tapi lu, ini bukan anakmu. Bagaimana kau mau membesarkan anak ini"
__ADS_1
"Aku tidak peduli siapa ayah dari anak itu, yang terpenting aku akan menganggapnya sebagai anakku sendiri"
"Aku tau kau kecewa tapi maafkan aku belum bisa mencintaimu"
"Aku tau semakin kau jauh darinya kau malah semakin mencintainya, dan cukup jadikan aku temanmu aku sudah sangat bahagia"
"Terimakasih lu, tidak pernah kutemukan orang sebaik dirimu" wilda memeluk lelaki itu, ia senang lucas mau menerima anaknya meskipun ia tau itu adalah hasil hubungan wilda dengan Alex
_
Disisi lain alex yg selalu menyesali kepergian wilda, ia sudah mengerahkan anak buahnya untuk mencari istrinya tetapi tidak ada tanda-tanda keberadaan wilda, ia sudah mencari di setiap penjuru negara ini tapi tidak pernah menemukannya
"Nick ada info ttg keberadaan wilda?"
"Tidak bos, masih belum ada info tentang keberadaan nona wilda"
"APA SAJA YANG DILAKUKAN MEREKA! KENAPA MEREKA TIDAK BISA MENEMUKAN 1 ORANG PUN"
"Bos mereka sudah mencari pagi, siang, malam selama satu bulan ini tapi seperti hilang ditelan alam, mereka tidak menemukan apapun tentang keberadaan nona wilda"
"Aaaaah kau dimana sayanggg"
Alex membuang semua yang ada di mejanya, ia frustasi karna tidak bisa menemukan wanitanya
_
Sementara itu saat ini pak husain sedang video call dengan putri semata wayangnya, pak husain melihat putrinya saat ini lebih gemukan daripada beberapa waktu yang lalu
"Nak, kau terlihat gemukan sekarang"
"Ah tidak ayah, aku merasa biasa saja"
"Yang tau perubahanmu adalah orang yang melihatmu bukan dirimu sendiri"
"Yayaya ayah slalu mengatakan itu padaku"
"Ti-" baru saja wilda akan melanjutkan ucapannya tetapi seorang pelayan masuk kekamarnya dengan membawa sesuatu ditangannya
"Nona ini mangga muda yang anda minta"
"Taruh saja dimeja"
"Baik nona"
Pak husain yang mendengarpun heran kenapa wilda ingin memakan mangga muda padahal sejak kecil wilda paling tidak suka dengan buah mangga
"Nak kau makan mangga muda?"
"Iya ayah"
"Kau hamil?"
"Aa-apaa?"
"Jawab dengan jujur"
"Tii-tidak ayah"
"Sudah pasti kau hamil, aku akan segera memberi tahu alex"
"Tidak jangan ayah"
"Tapi kenapa, dia ayah dari bayi itu dia harus tau tentang kondisimu"
"Ayah aku sudah sangat kecewa dengannya dan aku tidak ingin kembali bersamanya lagi" wilda terlihat menyeka air matanya
__ADS_1
"Jangan menangis nakk, ayah tidak akan lagi membicarakannya, maafkan ayah sayang"
"Hmm"
"Pulanglah kita hidup berdua seperti dulu, kau tidak perlu kembali kpd alex"
"Tidak ayah, aku tidak ingin lagi kembali ke negara itu"
"Ayah sangat merindukanmu"
"Aku juga, tapi aku tidak bisa pulang"
"kenapa?"
"kenapa tidak ayah saja yg kesini?"
"tapi kau tidak pernah memberitahu dimana kau tinggal sekarang"
"aku akan mengatur keberangkatan ayah, ayah siap-siap saja"
"baiklah kalau itu maumu"
"yasudah ayah aku akan mandi dan makan, ayah juga jagalah kesehatan"
"iya nak"
"see you ayah, love you"
"love you too"
wilda pun menutup panggilannya lalu berjalan keruang kerja lucas untuk mengutarakan keinginannya
ia melihat lucas tengah sibuk mengerjakan entah apa itu, ia akan kembali kekamarnya karna tidak mau mengganggu lucas dulu tetapi lucas sudah melihatnya dan memanggilnya
"wilda"
"ah iya?"
"apa kau butuh sesuatu?"
"lucas sebenarnya aku ingin sesuatu"
"katakan, aku pasti akan memberikannya untukmu"
"emm sebenarnya"
"hemm?"
"aku merindukan ayahku"
"lalu?"
"aku ingin ayahku datang kesini"
"tapi wilda, bisa saja alex mengetahui keberadaan mu jika ayahmu datang kesini"
"tapi aku sangat merindukannya luu"
"baiklah bilang ke ayahmu untuk datang ke rumahku disana anak buahku akan menjemputnya dan membawanya kesini dengan pesawat pribadiku" ucap lucas sembari tangannya mengusap pipi wilda
"sungguh?"
"tentu, apapun untukmu"
"terimakasih luu" wilda memeluk lucas karna bahagia
__ADS_1
***
next??