
hai readers happy reading:*
_
"tante ka alex lama kali ya, sampe jam 9 belum dateng juga"
"gatau juga sann, bentar biar tante telfon dulu"
"iya tan"
nyonya liana mengambil handphone dan menelfon alex tetapi tidak diangkat
"emmm ga diangkat nih san"
"mungkin lagi sibuk tan, udah yuk kita minum teh dulu"
"iya deh"
_
di kamar alex sedang bersiap-siap memakai jasnya untuk meeting nanti tapi sebelum itu ia akan mengantar wilda ke rumah besar, karna kemarin ia sudah berjanji ke ibunya akan datang ke rumah itu
sedangkan wilda juga sedang berganti pakaian dikamar mandi karna ia tidak mau mengganti pakaian didepan alex, lalu ia langsung keluar kamar dan berpapasan dengan Nick, ia tersenyum pada Nick lalu melangkahkan kakinya ke ruang tamu
lalu nick masuk kekamar alex dan memberikan tas berisi dokumen"nya.
"boss ini tasmu dan dokumen-dokumen nya sudah lengkap didalam situ"
"lalu ALGral X?"
"oh iya aku mendengar dari deviz bahwa ada yang ingin menghancurkan kekuasaan kita, dia bilang jika bukan jack daniel ya cococavier. menurutmu siapa yg ingin melakukannya?"
__ADS_1
"aku tau pelakunya, suruh deviz dan alina menungguku ditempat biasa" pintah alex dengan mengeluarkan senyum smirk nya
"oke"
alex pun menuju ruang tamu dan mengajak wilda ke rumah besar
"sayang, ayo kita berangkat"
"kemana?" memang alex belum mengatakan bahwa ia akan mengajak wilda ke rumah besar
"ke rumah besar, rumah orang tua ku"
"ta-tapi aku takut"
"kenapa takut?"
"aku tidak mengenal mereka"
"karna itu aku mengajakmu kesana"
alex diam sebentar lalu bertanya pada wilda
"emm wilda"
"iya?"
"apa masih sakit?" wilda mendadak gugup, ia malu jika harus mengatakan tentang itu ke alex, meskipun kemarin mereka telah menikmati malam bersama
"emm"
"maaf, maafkan aku, aku tau kau terpaksa dan aku tau kau tidak mencintai ku. tapi aku telah memaksamu melakukannya semalam"
"emm tidak apa apa"
__ADS_1
"kau marah?"
"tidak"
"kenapa tidak marah?"
"kenapa harus marah, bukankah kau menikahi ku memang untuk itu, aku juga sudah menerima bayaranku"
"bayaran? bayaran apa?"
"bukankah kau membayar ku 4 milyar untuk ini" terlihat air mata mengembun di mata wilda, ia sadar bahwa ia menikah hanya untuk menyelamatkan perusahaan ayahnya, dan alex menikahinya juga untuk melakukan hal itu
"wilda aku tidak bermaksud seperti itu, aku memang ingin menikahimu meskipun perusahaan ayahmu tidak membutuhkan bantuan ku"
"lalu apa alasannya? kau tidak memiliki alasan untuk menikahiku, apa kau ingin mempermainkan ku? setelah kau bosan nanti kau akan membuangku seperti sampah"
"aa-akuu memang tidak memiliki alasan, ta-tapi"
"kau bahkan tidak bisa menjawabku, aku tau kau hanya ingin menikmati tubuhku karna malam itu aku tidak mengizinkanmu menyentuhku jadi kau mengancam tidak akan membantu perusahaan ayahku jika aku tidak mau menikah denganmu, karna jika aku sudah menikah denganmu aku tidak mungkin bisa menolakmu"
"CUKUP! KAU TERLALU BANYAK BICARA" Terlihat wajah alex memerah menahan emosi karna wilda daritadi memancing emosinya, bahkan meskipun ia tau dirumah itu masih ada nick dan pasti nick juga mendengar perdebatan mereka, alex pergi ke mobil dan mengendarai mobil nya entah kemana meninggalkan wilda sendirian di rumah.
ALEX POV
ahhh shit kenapa dia selalu saja negative thinking kepadaku bahkan tidak mendengarkan penjelasan ku, aku sadar aku salah telah memaksa menikahinya dan memaksa melakukan itu padanya, itu kulakukan hanya agar dia tidak pergi dari hidupku entah kenapa aku ingin dia selalu disisiku, tapi entah aku harus bagaimana lagi untuk meluluhkan hatinya.
aahhh kenapa aku tadi membentaknya, aku menyakitinya lagi shitt. aku akan meminta maaf besok dan hari ini aku tidak akan pulang agar dia tenang
ALEX POV END
Next???
jan lupa likenya ya readers
__ADS_1
See you ily:*