Mafia Story : Si Culun King Mafia

Mafia Story : Si Culun King Mafia
Chap 1. Beasiswa


__ADS_3

Beasiswa


Seorang remaja laki-laki nampak tengah duduk-duduk di sofa bersama kedua orang tuanya, di sebuah ruangan lumayan besar.


Remaja laki-laki itu nampak senang sekali, di wajahnya selalu terukir senyum, yang mana bibirnya tidak turun-turun.


Di depan remaja itu ada dua orang, yang satu laki-laki setengah baya, dan satunya lagi seorang wanita cantik. Mereka adalah ayah dan ibu dari remaja itu.


Melihat wajah sang anak yang selalu menampilkan senyum dan nampak kebahagiaan dari senyumnya itu, sang ibu pun bertanya pada anaknya.


"Nak, kamu kenapa? Kenapa dari tadi ibu lihat, kamu senyam-senyum terus. Apa ada hal baik yang menimpa kamu, sampai-sampai kamu sesenang itu?" Tanya si ibu kepada anaknya dengan ekspresi penasaran sekaligus heran.


"Betul kata ibumu, sejak dari tadi ayah liat ekspresimu nampak sangat bahagia, memang ada apa sih?" Tambah ayah yang ikut penasaran.


"Ini yang ingin aku beritahu sama kalian, makanya aku minta ibu dan ayah berkumpul di sini."


"Kau ingin menyampaikan apa ke ayah sama ibu?" Tanya ibu penasaran.


Remaja itu tak menjawab, melainkan membuka resleting tas di sampingnya. Lalu mengambil sebuah amplop coklat besar dan di berikannya amplop coklat itu pada orang tuanya.


Orang tua remaja itupun bingung, karena bukan jawaban yang mereka terima, tetapi kertas amplop berwarna coklat, dan tak tau apa isinya karena si anak tak menjelaskan apa isi dari kertas amplop tersebut.


"Nak apa ini?" Tanya ayah, sambil memutar-mutari amplop itu.


"Lihat saja sendiri ayah."


Lalu ayah membuka amplop tersebut, lalu mengeluarkan sebuah surat yang ada di dalamnya, dan membaca bersama-sama dengan istrinya, yang daritadi sudah sangat penasaran dengan isi dari amplop itu.


Setelah beberapa menit membaca, nampak ekspresi ayah dan ibu anak tersebut berubah, ekspresi senang, bahagia, terharu, kaget, heran, bangga. Semuanya menjadi satu dan bercampur aduk.


Beberapa rintik air mata jatuh dari ujung mata ibu, dan beberapa tetesnya juga jatuh membasahi surat itu.

__ADS_1


Si anak hanya tersenyum memandangi kedua orang tuanya yang masih nampak terkejut dengan isi surat itu, lalu ia mendekati kedua orang tuanya dan memeluk mereka berdua. Alhasil, mereka bertiga berpelukan selama beberapa saat.


Setelah berpelukan anak tersebut kembali ke tempat duduk awalnya, lalu mulai menjelaskan apa yang terjadi.


"Sebenarnya sebelum lulus sekolah aku telah mendaftar di sebuah sekolah melalui jalur beasiswa, aku mengikuti seleksi demi seleksi yang di lalui agar bisa menerima beasiswa di sekolah itu, aku berhasil lolos di semua tes dan mendapatkan nilai terbaik. Tadi pagi pihak sekolah mengirimiku surat itu, lalu kuberikan kepada ayah dan ibu sebagai kejutan, hehehe." Ucap si anak menjelaskan dengan tetap menampilkan senyumnya.


Akhirnya ayah dan ibu anak tersebut pun mengerti dan merasa sangat bangga kepada anaknya karena berhasil lolos.


"Memang kamu mendaftar di sekolah mana, nak?" Tanya ibu.


"Aku mendaftar di sekolah SMK Tuna Mandiri, bu "


"Hah.. ! Nak, itu kan sekolah terkenal di kota A!" Seru ibu.


"Bukannya biaya di sekolah itu sangat mahal ya nak? Apa semua biaya itu ditangung beasiswa?" Tanya ayah.


"Tenang yah, semua biaya ditangung beasiswa, dan aku juga diberi uang saku sebulan sekali "


"Ayah dan ibu sangat bangga kepadamu nak, kita memang tidak terlalu miskin dan masih bisa membayarkan biaya sekolahmu, tapi kamu telah memilih mandiri, ayah sangat bangga kepadamu nak. " Ucap ayah sambil menepuk-nepuk bahu kiri remaja itu.


"Oh iya, nanti bagaimana kamu memberitahukan adikmu nak? Dia kan sangat dekat deganmu, pasti dia akan merasa sedih ditinggal oleh kakaknya yang di cinta." Tanya ibu, sambil sedikit memajukan tubuhnya.


"Tenang saja bu, nanti aku akan berusaha membujuk adik, supaya tidak terlalu sedih."


"Kapan kamu akan berangkat nak?" Tanya ayah.


"Mulai semester depan aku berangkat yah, biaya transportasi juga sudah di tangung jadi tinggal berangkat saja."


"Baiklah kita cuma bisa mendoakan saja, agar kamu selalu sehat dan selamat di sana." Ucao ibu.


Lalu merekapun kembali ke aktifitas masing-masing, ayah bekerja, ibu memasak, dan si anak remaja itu pergi ke kamarnya, belajar untuk mempersiapkan sekolahnya nanti.

__ADS_1


...


Renaldi atau biasa dipanggil Aldi, seorang anak remaja laki laki yang baru lulus SMP dan akan masuk ke sekolah bergengsi.


Renaldi berpenampilan culun, tingginya lumayan, badannya sedang, rambutnya klimis belah samping dengan kacamata bulatnya yang menambah kesan culun dan penakut pada dirinya.


Sifat Aldi pun begitu juga, naif, rendah hati, suka menolong, murah senyum. Cara berpakaian nya juga hanya itu itu saja, karena memang Aldi yang tak terlalu suka memakai pakaian yang mencolok.


Walaupun penampilan Aldi culun dan terkesan penakut, tapi tak ada yang berani membulinya di sekolahnya saat SD maupun SMP, hal ini karena kemampuan Aldi dalam bela diri lumayan tinggi walaupun tak terlalu hebat, tapi cukup untuk membela diri jika terancam.


Apalagi ditambah ayah Aldi yang lumayan terpandang di desanya, ayah Aldi adalah pemilik kebun terbesar di desa mereka. Kebun yang lumayan luas ditanami banyak sekali tanaman. Mulai dari padi, sayur, kelapa, dan lain-lain.


Walaupun keluarganya lumayan kaya, itu tak menjadikan Aldi menjadi sombong dan bertindak semaunya, Aldi anak yang mandiri dan suka menolong.


Terbukti sekarang ia mendapatkan beasiswa untuk sekolah, yang mana hal ini menjadikan orang tua Aldi tak perlu lagi repot-repot membayar sekolah Aldi.


Ya.. anak remaja di awal cerita tadi adalah Aldi yang baru saja menerima surat keberhasilannya dalam tes beasiswa di sekolah elit tersebut.


Aldi memiliki adik juga yang masih duduk di bangku kelas 1 SMP, adiknya baru saja masuk ke SMP tahun ini.


Mendapatkan beasiswa bukanlah hal yang mudah, apalagi di sebuah sekolah yang notabenya terkenal sebagai sekolah elit, yang berisikan para murid yang berasal dari berbagai kalangan. Anak orang kaya, anak lenjabat, anak pengusaha. Intinya kebanyakan kalangan berekonomi did atas rata-rata, anak orang pas-pasan seperti Aldi bisa masuk di sekolah itupun sangatlah sedikit.


Walaupun orang tua Aldi lumayan berada, tapi itu tak cukup digunakan untuk masuk ke sekolah tersebut. Lantaran biayanya sangatlah mahal.


Per-bulan biayanya saja bisa mencapai 5 juta rupiah, belum termasuk asrama bila yang tinggal di asrama, belum termasuk biaya kebersihan sekolah, biaya lainya juga masih banyak. Kira-kira jumlah totalnya berkisar antara 8-10 juta rupiah per-bulannya, sangat mahal bukan.


Aldi bertekad masuk ke sekolah itu karena ingin mengapai cita-citanya, yaitu menjadi seorang arsitek handal. Aldi masuk ke sekolah itu juga karena sekolah itu adalah sebuah sekolah kejuruan yang lebih mengajarkan skill dan pengetahuan tentang jurusan yang mereka ambil, agar para murid saat lulus nanti bisa memiliki sebuah keterampilan.


Sekolah ini sangat diminati para orang orang kaya, karena saat anak mereka lulus diharapkan anak-anak mereka bisa mengelola usaha ataupun pekerjaan orang tuanya, yang mana nantinya akan diwariskan kepada anak mereka juga.


Aldi bertekad mencapai cita-citanya, dan menaikan derajat orang tuanya menjadi lebih lagi dari yang sekarang.

__ADS_1


Perjalanan seorang Aldi tak mudah dan akan melalui berbagai rintangan yang menghadang, mampukah Aldi menghadapi setiap masalah yang menghalanginya? Ikuti terus kisah RENALDI.


SARAN DAN KRITIK DIPERSILAHKAN, MAAF JIKA BANYAK KEKURANGAN.


__ADS_2