Mafia Story : Si Culun King Mafia

Mafia Story : Si Culun King Mafia
Chap 11. Sama sama rindu


__ADS_3

Renaldi dan keluarga angkat


Di sebuah tempat yang berada di gunung, ada seorang laki laki berbadan atletis sempurna sedang meninju samsak di depanya.


Samsak tersebut bukanlah samsak pada umumnya yang terbuat dari bahan yang bagus, melainkan terbuat dari batang pohon pisang yang di pukul untuk melatih kekuatan tangan laki laki itu.


"Huhfff sudah satu tahun sejak kejadian itu, bagaimana kabar mereka ya, mungkin saja bagi mereka aku sudah mati ahahaha"Ucap laki laki itu selesai latihan memukul.


Dia duduk di depan gubuk yang terbuat dari bahan bahan yang berasal dari alam, seperti daun sebagai atap serta kayu kayu kokoh sebagai penyanganya.


Laki laki itu nampak sedang merenungi sesuatu di pikiranya, tatapan matanya seakan menahan sebuah kerinduan yang sangat amat mendalam.


Kesedihan pun terpancar dari mata nya yang memiliki tatapan tajam bagaikan elang mencari mangsa.


Di balik kacamata yang dikenakanya, tersimpan sebuah tragedi kejadian yang akan selalu ia ingat seumur hidupnya.


Kejadian yang membuatnya harus menderita selama berminggu minggu hingga tak bisa bertemu keluarganya yang sangat ia sayangi.


"Hemm bagaimana kabar dia ya? Mungkin dia sudah punya pacar hahaha sudahlah jangan terlalu banyak bermimpi Aldi."Ucap laki laki itu.


Laki laki tersebut tak lain dan tak bukan adalah Aldi, orang yang telah dinyatakan mati tapi ternyata dia masih hidup bahkan terlihat lebih kuat dan sehat dari Aldi yang dulu.


Meskipun kesan culun tak bisa hilang dari dirinya karena kacamata selalu bertengger di matanya yang sangat identik dengan anak culun kurang pergaulan.


Aldi sangat berbeda dari ia yang dulu, perbedaan dapat terlihat jelas dari badanya yang terlihat sangat terawat dengan otot otot atletis yang menghiasi.


Perutnya terdapat barisan roti sobek kotak kotak dengan dada yang bidang serta otot yang kuat.


Lengan yang terlihat berotot tapi tak terlalu besar yang membuat kesan maskulin sangat terasa pada diri Aldi.


Rambutnya pun tak kalah keren, potongan belah samping dengan gelombang ke atas di bagian depan serta potongan tipis di kedua sisi rambutnya yang membuat Aldi seperti artis muda yang sedang naik daun.


"Sebaiknya aku kembali sebelum momy marah."Ucap Aldi bergidik ngeri membayangkan sosok yang dipanggilnya momy itu marah.


Aldi pun berjalan turun dari gunung setelah membereskan barang barangnya dari tempat ia latihan tadi.


Di bawah gunung sudah ada sepeda motor sport mahal (bayangin ZX atau motor sport lainya aja gitulah kira kira motornya) terparkir di depan sebuah hotel mewah yang berada di kaki gunung tersebut.

__ADS_1


"Selamat datang tuan Al, apakah tuan ingin pulang?"Tanya orang yang menjaga hotel itu kepada Aldi yang hendak menaiki motornya.


"Iya."Jawab Aldi dengan sikap dinginya.


Lalu penjaga itu bergegas membuka pagar agar Aldi bisa keluar dari area hotel.


Aldi menaiki motornya melaju di jalan pegunungan hingga sampai di jalan raya besar perkotaan yang terlihat sangatlah ramai.


Kota ini berada di negara Z tepatnya di kota S, kota yang sangat bagus dan maju, bahkan kota A tempat Aldi akan belajar dulu masih kalah jauh dibanding kota S ini.


Sedikit penjelasan, negara Z adalah negara paling maju dan berpengaruh di dunia, berbagai peradaban manusia terdapat di sini.


Semua bisnis yang ada di dunia hampir seluruhnya berpusat di negara ini dan ber ibu kota di kota S tempat Aldi berada sekarang.


Kembali ke Aldi yang sedang menuju tempatnya tinggal di sini, hari sudah mulai malam Aldi belum juga sampai di kediamanya.


Jam 9 malam Aldi baru sampai di sebuah rumah yang sangat besar dan berbeda dari rumah rumah di sekelilingnya.


Sebuah komplek rumah yang sangat besar bahkan bisa berukuran satu kota kecil bila di bandingkan dengan tempat lainnya.


Lalu Aldi pun masuk melalui gerbang depan rumah mewah tersebut.


Aldi memarkirkan motornya di garasi bersama dengan ribuan sepeda motor keluaran terbatas lainya, juga ada ribuan mobil mewah sampai mobil langka yang ada di garasi luas tersebut.


"Akhirnya sampai juga, huhffff harus sembunyi sembunyi nih, takutnya ketahuan momy lagi."Ucap Aldi terlihat ketakutan, berbeda dari sifat dinginya sebelumnya.


Lalu secara perlahan lahan Aldi masuk melalui pintu samping dengan mengendap endap, melihat kiri kanan takut ketahuan.


Namun saat hampir sampai di kamar nya ada sebuah tarikan pada telinganya, ya telinga Aldi di jewer seseorang dengan sangat keras hingga membuat Aldi meringis menahan sakitnya.


"Aduhh.....sakit.....siapa sih yan.......je..wer...Ehhh momy."Aldi hendak marah tapi saat berbalik dan melihat bahwa itu adalah orang yang ia panggil momy, membuat nyali Aldi ciut seketika.


"Darimana kamu!? 2 hari gak pulang pulang, mau dihukum lagi hah!!"Ucap Momy dengan nada kesal dan marah memelototi Aldi sembari terus menjewer telinganya.


"Maaf mom, Aldi cuman latihan aja kok gak macem macem."Jawab Aldi ketakutan.


Lalu momy menarik tanganya dari telinga Aldi lalu menarik nafas dalam dalam menenangkan emosinya yang meluap luap tadi.

__ADS_1


"Lain kali ijin ke momy dulu ya, momy khawatir kamu kenapa napa, momy gak mau anak kesayangan momy ini sampai kenapa napa, momy bakal pites terus kasih ke kandang buaya kalo sampe ada orang yang bikin anak momy kenapa napa!"Ucapan momy yang terlihat sangat menyeramkan bagi siapapun yang melihatnya.


"Udah ya momy ku sayang, Aldi gak kenapa napa kok."Aldi memeluk momy nya untuk menenangkan sang momy.


"Yaudah, kamu udah makan belum? Kebetulan momy tadi masak makanan kesukaan kamu, ayam goreng sama sambel goreng pedas."Momy menawari Aldi yang masih memeluknya erat lalu momy mengelus rambut Aldi dengan menampilkan senyum indah di wajahnya yang terlihat masih sangat cantik di usianya sekarang.


"Mau mom, aku juga udah laper."Jawab Aldi antusias mendengar makanan masakan momy nya.


Lalu mereka berjalan menuju ruang makan, Aldi pun makan di temani sang momy di sampinya.


Aldi sangat lahap memakan makanannya yang dibuatkan oleh momy nya.


Setelah makan selesai, Aldi pamit menuju kamarnya untuk mandi lalu istirahat karena hari sudah larut malam.


Aldi mandi lalu berganti pakaian menggunakan kaos oblong tanpa lengan dan celana pendek putih.


Ia berjalan menuju balkon kamarnya dengan membawa secangkir kopi di tanganya sembari menikmati suasana malam yang indah.


Deretan lampu yang menghiasi setiap gedung dan bangunan di kota S yang terlihat sangat cantik bila di lihat dari ketinggian.


Aldi menyeruput kopinya lalu memandang ke depan dengan tatapan kosong seakan merindukan sesuatu.


"Sebentar lagi aku akan kembali dan bertemu kalian lagi, jadi sabarlah aku pasti akan pulang, ayah, ibu, Nana."Ucap Aldi yang sangat merindukan keluarganya di sana yang entah tau apa tidak bahwa dirinya masih hidup sampai sekarang.


"Nafisah, meskipun pertemuan kita cuma sebentar tapi entah kenapa aku sangat merindukan mu juga, apakah kamu merindukan ku di sana Fia?"Senyum manis yang sangat jarang di perlihatkan oleh Aldi terpampang jelas di wajahnya.


Setelah menghabiskan kopinya, Aldi bergegas istirahat tidur untuk mengisturahatkan badanya sehabis latihan tadi yang sangat melelahkan.


............


Di sebuah kamar yang memiliki interior serba pink dengan foto foto Aldi yang berjejer rapi di setiap sudut ruangan kamar tersebut.


Terdapat seorang gadis yang sangat cantik sedang tiduran di temani guling kesayanganya yang menggunakan gambar Aldi sebagai kain penutupnya.


"Aldi.....Hiks.....Hiks....Aku kangen banget sama kamu, aku yakin kamu masih hidup dan pasti nanti kita bisa bertemu."Ucap gadis itu menangis sambil memeluk guling bergambar Aldi.


"Aku gak mau laki laki lain, aku maunya cuma kamu, karena cuma kamu yang bisa membuat hatiku luluh seperti ini, tapi sekarang aku tak bisa melihatmu lagi huaaaa.......Hiks.....Hiks....."Tangisnya pun pecah memenuhi seisi ruangan kamar.

__ADS_1


"Pertemuan singkat kita yang tak akan kulupakan sampai kapanpun."Lanjutnya lalu tidur dengan memeluk guling kesayanganya.


Setiap orang pasti mengalami masa masa terpuruk, tapi tidak semua orang bisa menghadapinya dengan baik tanpa berfikiran buruk.


__ADS_2