
Bertemu keluarga Aldi
Hingga nenek Fia yang mengeluarkan suara menjawab pertanyaan cucu kesayangannya itu.
"Kekasihmu itu tak dapat ditemukan, semua polisi, tentara, tim sar telah berusaha mencarinya tapi gagal, mereka hanya bisa menemukan jasad pembajak pesawat yang terjun bersama kekasihmu itu, dan juga sebuah baju yang kemungkinan milik kekasihmu."Jawaban nenek Fia yang membuat suasana sangat sunyi, tak ada orang yang berani berbicara.
"huhfffff Mereka menemukanya di mana nek?"Tanya Fia menahan kesedihanya dengan sekuat tenaga.
"Mereka menemukanya di lautan yang kemungkinan kekasihmu jatuh kelaut itu juga."Jawab nenek Fia dengan mengelus kepala cucunya.
Fia sekuat tenaga menahan sedihnya, ia menyembunyikan kesedihanya dengan memeluk pinggang neneknya.
Semua orang turut sedih melihat kondisi Fia saat ini, mereka juga tak menyangka nona muda nya sampai sesedih ini ditinggal seorang laki laki yang baru dikenalnya beberapa saat.
"Ayaj janji akan berusaha menemukanya dalam keadaan hidup ataupun mati."Ucap ayah Fia untuk membuat anaknya berkurang rasa sedihnya.
"Aldi belum mati!! Dia masih hidup!!"Fia berkata lantang seakan tak rela ada yang mengatakan Aldi telah mati.
Semuanya akhirnya tau sebesar apa rasa suka Fia kepada Aldi, sayang seorang kekasih pada pasanganya itulah perasaan Fia kepada Aldi.
Karena keadaan tak memungkinkan, Fia dibawa kekamar oleh ibu dan neneknya.
Di ruang keluarga, ayah Fia tenggah berbincang bersama adiknya untuk mencari Aldi dan seluruh informasi tentang Aldi.
"Begini kak, dia anak seorang yang ada di kota F dia mendapat beasiswa di sekolah elit yang ada di kota ini, dia juga sangat pintar, dia memiliki ayah dan ibu yang ada di kota F serta seorang adik perempuan yang masih berusia 13 tahun, dia juga yang berhasil melumpuhkan beberapa pembajak pesawat bersama dengan tuan Raihan, dan akhirnya dia terjun bebas tanpa parasut bersama salah satu pembajak yang membawa boom untuk menelamatkan nyawa ratusan penumpang."Jelas adik ayah Fia dengan informasi yang ia dapatkan mengenai Aldi.
"Baiklah, terima kasih atas bantuanya, mungkin nanti kita akan mengunjungi keluarganya di kota F."Ucap ayah Fia.
............
Hari hari berlalu, sudah hampir satu tahun semenjak kejadian itu.
Fia sudah bisa memulai kambali hari seperti biasa, ia sudah kembali sekolah dan berbagai kegiatan lainya.
__ADS_1
Walaupun sifatnya sangat berubah drastis 180 derajat, sikapnya sangat dingin dan cuek, padahal dulu walaupun Fia cuek tapi itu hanya untuk laki laki saja, tetapi saat ini Fia cuek dan dingin kepada siapapun.
Fia sudah duduk dibangku kelas 11 Fia bersekolah di sekolahan tempat Aldi mendapatkan beasiswa, ia bersekolah di sini karena ingin menjalankan mimpi Aldi untuk bersekolah di sini.
Fia juga masuk kejurusan teknik sipil seperti apa yang Aldi inginkan dulu, meskipun kesedihan masih melanda hatinya tapi Fia berusaha tetap kuat menahan kesedihanya.
Setiap sebulan sekali Fia selalu kepantai dimana baju Aldi ditemukan, ia berada di sana bisa sampai malam merenungi semua kebersamaanya bersama Aldi yang sangat singkat tapi berkesan.
Besok Fia akan pergi ke kota tempat tinggal keluarga Aldi, dia akan mengunjungi keluarga Aldi dan berbicara kepada mereka tentang apa saja yang terjadi.
Keluarga Aldi juga sudah tau anak mereka telah pergi setalah 8 bulan kejadian, mereka tak menyangka anak mereka yang niatnya ingin pergi mengapai impiannya tapi malah pergi selama lamanya.
Meskipun keluarga Aldi sudah tau keadaan anak mereka, tapi bagi masyarakat umum tak ada yang mengetahui sosok pahlawan yang satu tahun yang lalu menyelamatkan nyawa ratusan orang.
Semua informasi tentang sosok Aldi dicekal dari dulu sampai saat ini oleh keluarga Fia karena itulah permintaan terakhir Aldi kepada Fia.
Keesokan harinya, Fia terbang ke kota F untuk menemui keluarga Aldi di sana sekaligus berkenalan kepada mereka.
Lalu Fia dibawa ke rumah keluarga Aldi yang lumayan jauh dari pusat kota.
Sesampainya di sana Fia sangat takjub melihat pemandangan persawahan dan kebun yang sangat indah memanjakan mata.
Hingga sampailah di sebuah rumah yang sederhana dengan halaman luas, rumah itu adalah rumah Aldi dan keluarganya.
Adik Aldi yang berada di halaman rumah sedang menyiram tanaman pun bingung melihat sebuah mobil mewah yang sangat mahal berhenti di halaman rumahnya.
Dengan segera Nana atau adik Aldi memangil ibu dan ayahnya yang berada di sawah belakang rumah mereka.
Mereka bertiga pun lalu berjalan kedepan halaman rumah meyambut orang yang keluar dari dalam mobil mewah tersebut.
Lalu keluarlah Fia daru dalam mobil dengan sangat anggun, kecantikan Fia yang luar biasa membuat orang tua Aldi dan Nana adik Aldi terpana sekaligus bingung, mengapa orang yang sangat cantik ini datang kerumah mereka?
"Halo paman bibi."Ucap Fia sedikit membungkuk di hadapan orang tua Aldi.
__ADS_1
Mereja yang melihat Fia membungkuk terkejut lalu meminta Fia mengangkat tubuhnya lagi.
"Mari masuk kedalam nona, maaf rumah kami kecil begini."Ucap ayah Aldi mempersilahkan Fia masuk.
Setelah sampai di ruang tamu, Fia mengutarakan niatnya datang kesini dan menceritakan semuanya tentang Aldi dan apa saja yang terjadi saat itu.
Orang tua Aldi yang mendengarnya sangat sedih hingga ibu Aldi tak kuasa menahan tangis yang langsung di tenangkan suaminya.
Nana yang baru datang dengan membawa minuman juga ikut sedih dan terkejut mendengar kabar kakak kesayangannya seperti itu.
"Ka.......Kakak."Nana menangis keras setelah itu.
Fia yang melihat keluarga Aldi sangat sedih juga ikut merasakan sedihnya kembali.
Beberaoa saat kemudia setelah kondisi mulai membaik, Nana melihat kearah Fia dengan heran.
"Ada apa?"Tanya Fia saat melihat tatapan heran Adik Aldi tersebut.
"Kakak siapanya kak Aldi? Sepertinya kakak sangat dekat dengan kakak ku."Tanya Nana menyelidik.
Fia gugup saat ditanya seperti itu oleh Nana, ia bingung harus menjawab apa.
Lalu dengan gugup Fia menjawab sejujur jujurnya tentang perasaan dia kepada Aldi.
Nana segera memeluk Fia dengan senang dan bahagia, padahal tadi sedih sekarang malah bahagia.
Fia bingung kenapa hal ini terjadi, lalu Nana bercerita tentang janji Aldi kepadanya sebelum berangkat pergi.
Nana sangat semang ternyata kakak nya menepati janjinya untuk membawakan kakak perempuan kepadanya, meskipun kakak nya Aldi tak ada di sini.
"Baiklah, mulai sekarang Nana adiknya kakak, jadi panggil kak Fia aja ya."Ucao Fia sembari mengelus kepala Nana yang memeluknya.
Keadaan pun kembali bahagia walaupun raut wajah kesedihan masih nampak di wajah mereka.
__ADS_1