Mafia Story : Si Culun King Mafia

Mafia Story : Si Culun King Mafia
Chap 4. Berangkat


__ADS_3

Berangkat


Dua minggu terlewati, anak anak sudah mulai mempersiapkan masuk sekolah, orang orang bersiap siap bekerja kembali setelah liburan panjang selama dua minggu lebih.


Di rumah Aldi, persiapkan Aldi untuk pergi pun sudah mulai di persiapkan dari seminggu lalu, koper berisikan baju baju serta perlengkapan lainya sudah di tata rapi.


Tak lupa juga Aldi selalu bermain dan menamani adik nya karena selama beberapa hari ini Nana sang adik tidak ingin jauh dari kakak nya, bahkan ia meminta agar tidur bersama sang kakak karena ingin menghabiskan waktu sebelum kakak nya pergi.


Bahkan tingkah manja Nana semakin bertambah hingga Aldi hanya bisa tersenyum saja melihat adiknya yang bertingkah seperti itu, Aldi sama sekali tak marah dan mewajarkan tingkah adiknya itu yang ingin selalu dekat dengan dirinya.


"Nak, apa kau sudah siap berangkat?" Tanya ibu pada Aldi yang sedang mengemasi pakaian yang akan dibawa.


"Sudah bu, ini sekarang tinggal mengemasi sedikit saja, setelah itu selesai." Jawab Aldi.


"Baiklah, nanti jika kau sudah siap jangan lupa temui adikmu dulu. " Ucap ibu memberitahu.


"Baik bu." Jawab Aldi.


Lalu ibu meninggalkan Aldi yang sedang mengemasi barang barang, setelah beberapa menit akhirnya Aldi selesai menggemasi barang barangnya.


Aldi keluar sembari membawa sebuah koper dan satu tas punggung, Aldi berjalan menuju ruang tenggah tempat semua keluarganya berkumpul menghabiskan waktu.


Terlihat juga Nana di sana yang sedang asik menonton tv sembari makan cemilan, sangking fokusnya Nana sampai tak sadar saat ini kakak nya sudah berapa di belakangnya.


Aldi memberi kode pada ibu dengan kedipan mata, ibu pun paham dan mengajak ayah pergi dari ruangan itu untuk memberikan waktu berdua pada adik kakak tersebut.


"Asik banget nontonya." Ucap Aldi tepat di samping telinga Nana.


"Setannnnnn!!!" sangking terkejutnya makanan yang ada di depan Nana sanmpai terjatuh berserakan di lantai, hingga berteriak kencang memenuhi seisi rumah.


Setelah tersadar dari terkejutnya Nana menenggok kebelakang dan melihat kakaknya Aldi sedang tersenyum kearahnya yang membuat Nana kesal.


"Ihhhh kakak ngapain sihh ngangetin aku, kaget tau gak." Ucap Nana sebal.


"Tuh liat makanan Nana sampai jatuh jadinya, hump!!" Nana menyilangkan tangan nya di depan dada lalu memalingkan mukanya ke arah lain, mulutnya juga cemberut yang terlihat seperti ikan yang sedang minta makan, sangat imut.


'Kalau bukan adik ku mungkin sudah ku karungin.' Ucap Aldi dalam hatinya.

__ADS_1


"Hehehhehe maaf, kakak cuma mau pamitan aja sama kamu, kakak mau berangkat sebentar lagi." Jawab Aldi yang sudah duduk di samping Nana.


Nana yang mendengar kakak kesayangan nya akan pergi jauh darinya, menjadi sangat sedih, buliran air mata lolos dari sudut matanya hingga membasahi pipinya.


"Kakak g.....gak sa....sayang sama Nana ya hiks.....hiks....."Nana menundukan kepalanya dan menangis hingga suaranya tak terdengar jelas, namun Aldi untungnya mendengar suara Nana walaupun samar samar.


"Kakak sayang kok sama Nana, sayang banget malahan." Jawab Aldi mengelus kepala adik nya itu dengan senyuman di bibirnya.


"Terus kalo kakak sayang sama Nana kenapa kakak pergi? hiks...." Nana mendongak menatap mata Aldi yang dibalas senyuman oleh Aldi.


"Kakak mau belajar dek, pasti nanti kakak bakal sering sering pulang kok." Jawab Aldi mencoba menenangkan Nana.


"Nanti kalo kakak pulang, kakak janji bakalan penuhin permintaan adik." Ucap Aldi.


"Janji ya." Balas Nana mengacungkan jari kelingking tanda berjanji.


"Janji." Aldi membalas ucapan Aldi dan menautkan jari kelingkingnya bersama jari Nana.


"Janji bawain Nana kakak perempuan!" Nana memeluk Aldi dengan sangat erat seakan tak rela ditinggal pergi oleh Aldi.


"Iya, kakak janji." Jawab Aldi membalas pelukan adiknya.


"Adik mau apa lagi, kakak beri tiga permintaan ~ " Ucap Aldi bergaya seperti tokoh jin pada serial Aladin dan di iklan iklan.


"Hihihihi kakak lucu, jadi jin hahahaha " Nana tertawa melihat tingkah kakaknya yang menurutnya lucu itu.


"Nana mauuuu emmmmm...... apa ya?" Nana menaruh kanan tangannya di dagu dan tangan satunya menopang tangan kanannya di bawah, bergaya sedang berfikir.


"ahhh iya, Nana mau mainan boneka, terus kakak perempuan, sama yang terakhir kakak perempuannya harus baik, cantik kayak Nana, pinter kayak Nana, imut kayak Nana, gemesin kayak Nana, lucu kayak Nana, dah itu aja." Jawab Nana dengan gaya narsisnya yang membuat Aldi geleng geleng kepala melihatnya.


"iya iya, kakak turutin." Jawab Aldi.


"Yaudah kakak pergi dulu, ibu ayah, aku pamit dulu." Aldi berpamitan pada semua keluarganya, ibu dan ayah tadi keluar setelah melihat suasana mulai membaik.


"Kamu hati hati di sana ya nak, ayah cuma bisa kasih segini ke kamu." Ayah memberikan sejumlah uang di dalam amplop.


"Iya yah gpp, lagian aku gk minta uang kok nanti juga dapet dari beasiswa. " Aldi bersalaman pada kedua orang tuanya kemudian Nana menyalami kakak nya dan mencium pipi Aldi.

__ADS_1


"dahhh....." Aldi melambaikan tanganya sembari berjalan menuju taksi yang sudah menunggu di depan rumah. ( jangan tanya taksi darimana, sekarang online banyak orang desa pun bisa pesen juga, jadi gk usah heran kok ada nih taksi)


Aldi pun masuk kedalam taksi lalu berjalan menuju arah bandara untuk terbang ke kota A.


"Langsung ke bandara mas?" Tanya sopir taksi.


"Iya pak." jawab Aldi.


Perjalanan memakan waktu 1 jam untuk sampai kebandara, jam sudah menunjukan pukul 12.00, sementara pesawat yang dutumpangi Aldi akan berangkat pada pukul 12.30, masih ada sisa setenggah jam lagi untuk menunggu sebelum berangkat.


Aldi membeli makanan sembari membuka hp nya melihat lihat berita yang ada, dan berita dua minggu lalu tentang kasus skandal politikus masih menjadi perbincangan hangat halayak ramai.


Kasus itu belum terselesaikan dan masih belum menemukan titik terang siapa pelaku dan siapa korbanya.


Setelah setengah jam berlalu, pesawat pun mulai diisi oleh para penumpang, pramugari mengecek kelengkapan surat serta tiket untuk memasuki pesawat.


Setelah di cek Aldi mencari kursi tempat duduknya yang sudah terdaftar di tiket nya yang di kirim melalui online oleh sekolah yang membiayai beasiswa nya.


"nahh ketemu." Aldi menemukan tempat duduknya yang terletak di samping jendela pada tempat duduk kelas ekonomi.


Aldi pun menaruh tas nya di tempat yang tersedia sementara kopernya telah di taruh di bagasi pesawat.


Setelah duduk datang seorang perempuan yang duduk di sebelah tempat Aldi, perempuan itu nampak menutup seluruh tubuhnya, kepala nya di tutupi tudung dari jaket yang dipakainya, lalu masker dan kacamata hitam yang juga di pakai perempuan itu.


Aldi menatap sekilas perempuan itu sebelum kembali menatap ke arah luar jendela.


Perjalanan pun di mulai, pesawat lepas landas dengan sedikit goncangan yang merupakan hal biasa saat lepas landas.


Perempuan di samping Aldi nampak gemetaran saat pesawat lepas landas, ia menekan kursinya dengan kuat menggunakan tangan nya.


Aldi yang melihatnya pun berinisiatif untuk menenangkanya dengan merangkul pundak perempuan itu yang membuat perempuan itu agak terkejut tetapi merasa aman saat di rangkul Aldi.


Setelah selesai lepas landas dan pesawat mulai tenang, Aldi melepas rangkulanya dan tersenyum ke arah wanita itu.


"Maaf nona, aku tadi hanya reflek saja melihatmu ketakutan seperti itu." Ucap Aldi menjelaskan.


"Iya tidak apa apa, terima kasih." Jawab perempuan itu seraya berterima kasih.

__ADS_1


KRITIK DAN SARAN DI PERSILAHKAN, LIKE, COMENT, VOTE, AND FOLLOW.


__ADS_2