
Pembajakan 2
Aldi memulai aksinya dengan menyelinap dari kerumunan sandera, ia mencari titik lemah para pembajak pesawat.
Saat tenggah mencari kelemahan para pembajak, Aldi dikagetkan dengan seseorang yang tiba tiba menepuk pundaknya dari bekalang.
Aldi sontak berbalik badan melihat seorang yang menepuk pundaknya adalah seorang pria muda yang usianya kira kira 25 tahunan dengan tubuh yang penuh otot terlihat dari otot yang tercetak di balik kemeja hitam yang digunakan orang itu.
"Jika ingin bergerak jangan sendirian, ayo bersama sama." Ucap pria itu menawarkan bantuan pada Aldi.
"Namaku Raihan." Lanjutnya memperkenalkan diri kepada Aldi.
"Aldi, maksudmu kau mau membantuku melumpuhkan mereka begitu?" Tanya Aldi.
"Iya, kulihat para pembajak itu membawa perlengkapan yang lengkap jadi lumayan sulit mengalahlanya sendirian." Jawabnya dengan menjelaskan situasi yang ada.
"Baiklah mari kita memulai rencananya." Aldi menjelaskan setiap rincian rencanya yang akan mereka jalankan.
Aldi dan Raihan mereka berbicara dengan nada berbisik agar tak didengar para pembajak, sedangkan penumpang lainya yang menjadi sandera hanya diam saja dan merasa bersyukur ada yang berani melawan para pembajak itu dan menyelamatkan mereka dari sanderaan.
Raihan bertugas mengalihkan perhatian para pembajak dengan membuat sebuah keributan yang akan memancing para pembajak datang.
Sedangkan Aldi akan mencoba merebut beberapa senjata milik para pembajak untuk melumpuhkan mereka dan menyelamatkan para sandera.
Raihan berencana untuk membuat keributan dengan cara mengejek para pembajak untuk memancing emosi mereka.
"Heyy kalian para kecoak, untuk apa sih kalian melakukan hal ini?" Tanya Raihan dengan nada mengejek.
"Kauu!! Beraninya kau mengejek kami, bukan urusanmu kami mau apa." Jawab 01 dengan nada kesal.
Dalam waktu sepersekian detik Aldi sudah berada di dekat para pembajak itu, Aldi menjalankan aksinya mengelabui para pembajak lalu mengambil sebuah pistol di pinggang salah satu pembajak yang dalam keadaan lengah.
__ADS_1
Para penumpang lainya yang menjadi sandera juga tak menyadari pergerakan dari Aldi, hanya Fia dan beberapa penumpang yang memiliki kemampuan yang bisa melihat aksi dari Aldi.
Nafisah yang sedang berjongkong bersama sandera lainnya merasa khawatir pada keselamatan Aldi, bagaimana tidak khawatir Aldi melawan orang orang bersenjatakan laras panjang beserta granat dan pistol yang kapan saja bisa digunakan untuk membunuh mereka semua.
Tapi saat melihat Aldi berhasil mengambil beberapa senjata, rasa khawatir Fia mulai mereda meskipun masih ada sedikit ke khawatiran pada hatinya.
Aldi dapat menerobos ke dekat para pembajak dengan cara melewati sela sela kursi dan para penumpang, hal itu dilakukan agar para pembajak tak curiga akan aksinya.
Raihan juga sukses memecah konsentrasi para pembajak dengan mengajak mereka debat.
"Kalian lah yang bodoh karena membajak pesawat tanpa sebuah alasan" Ucap Raihan makin membuat para pembajak meradang menahan kesal.
Dorrr
Satu buah tembakan mengarah ke kaki Raihan yang dilakukan oleh 01 karena sudah tak tahan dengan celotehan Raihan sedari tadi.
Akhhh
Erangan Raihan memegangi bekas tembakanya yang sangat menyakitkan, para penumpang lainya pun panik dan berteriak histeris saat melibat kaki Raihan mengeluarkan banyak darah.
"Tuan Raihan Void, aku tak membunuhmu karena aku akan memeras seluruh harta milik ayah dan keluargamu dengan jaminan nyawa anak kesayangan mereka hahahaha" Bisik 01 di telinga Raihan lalu tertawa senang.
Raihan tak menyangka bahwa dirinya menjadi salah satu target dalam rencana pembajakan ini.
Sementara itu Aldi yang sudah berhasil menjalankan aksinya lalu bersiap menyerang para pembajak dengan menggunakan senjata yaitu sebuah tongkat besi yang berasal dari salah satu penumpang.
Sebelum menyerang Aldi lebih dulu memberu kode pada Fia agar menyuruh para penumpang menyingkir dari jalan, karena para penumpang saat ini tenggah menunduk di kursinya sementara beberapa lainya sedang berjongkok di sepanjang jalan dalam pesawat.
Raihan yang melihat Aldi akan menyerang juga ingin ikut bertarung bersama Aldi, tapi ia ditahan oleh Fia yang sudah ada disampingnya.
"Aku seorang dokter, biar aku obati dia" Ucap Fia kepada para pembajak mengaku sebagai dokter.
__ADS_1
"apa kau pikir aku akan percaya begitu saja ? Hahaha seseorang berpenampilan misterius mengaku sebagai dokter, sungguh malang nasibmu nona " Ucap 01 dengan segera membuka tudung yang dipakai Fia beserta maskernya.
Nampaklah wajah cantik Fia yang membuat setiap pria di sana terpana lantaran takjub dengan ciptaan tuhan satu ini.
"Hahaha kakak, kita dapat bonus yang sungguh indah" Ucap 03 dengan pandangan mata mesum kearah Fia.
"Benar kakak, sepertinya kita akan menikmati hidangan yang sangat lezat sesaat lagi" Sambung 04
"Sebelum kalian aku akan menikmatinya lebih dulu baru akan kuberikan sisanya pada kalian hahaha" Jawab 01 memandang wajah Fia dengan seringai mesum nya.
Fia yang terpojok pun hanya diam karena ia tak memiliki kemampuan untuk melawan para pembajak tersebut, sedangkan Raihan yang lukanya makin parah juga tak bisa berbuat banyak.
Saat tangan 01 akan menyentuh wajah cantik milik Fia, sebuah tongkat menghentikan aksinya hingga membuat tanganya kesakitan lantaran di hantan dengan menggunakan tongkat besi yang keras.
"Brengsek!! Siapa yang berani menghalangi kesenanganku!!" Umpatnya marah lalu menoleh kebelakang dan mendapati seorang pemuda yang masih sangat muda dengan tangan mengenggam tongkat besi dan tangan satunya mengepal keras dengan wajah menatap 01 dingin.
"Siapa kamu!? Dimana para anak buahku !?" Ucap 01 marah lalu melihat bahwa anak buahnya yang tersisa 3 orang telah pingsan dengan keadaan terikat oleh para penumpang yang menjadi sandera mereka.
Aldi memang sedaru tadi sudah membuat 3 orang lainya pingsan dengan cara menotok titik titik vital para pembajak hingga membuatnya pingsan tanpa menimbulkan suara sama sekali.
"Semua anak buahmu sudah kalah, sekarang giliran kau menerima akibatnya!!" Aldi berkata dengan nada yang sangat mengerikan, suaranya berat sorot mata tajam seakan mencabik tubuh lawanya berkeping keping.
"Ka...Kau, aku akan membunuhmu, dasar brengsek!!" 01 mengarahkan senjatanya ke arah Aldi namun sebelum hal itu terjadi Aldi secara cepat membalikan keadaan.
Tongkat besi milik Aldi memukul senjata 01 hingga membuatnya terlepas dari gengaman 01 yang membuatnya panik bukan main.
Namun tak kehabisan akal, 01 membuka bajunya lalu memperlihatkan deretan bom yang terpasang di tubuhnya dengan keadaan aktif.
Semua orang pun menjadi semakin panik melihat ada bom di pesawat mereka, ada yang berteriak histeris, bahkan ada yang pingsan karena terkejut melihat kejadian ini.
"Hahahaha bocah tengik, kau pikir aku tak memiliki rencana cadangan untuk mengalahkanmu!" Ucap 01 merasa dirinya telah menang dan membuat Aldi takut.
__ADS_1
Aldi memang merasa takut saat melihat bom itu hingga membuatnya mundur beberapa langkah, tapi dia berusaha bersikap tenang agar tak membuatnya panik hingga bertindak gegabah yang dapat membahayakan keselamatan banyak orang.
**maaf kalo alur gak jelas, dan banyak typo**