
Flasback dan kesedihan Fia
Semua itu adalah permintaan Aldi sendiri, sebelum melakukan aksi nekatnya Aldi sudah berpesan pada Fia agar tak membuka identitasnya bila nyawanya tak selamat nantinya.
Flasback
Saat tenggah tersandera dan akan malakukan aksinya, Aldi berbicara kepada Fia.
"Fi, nanti kalau aku gak selamat, tolong jangan buka identitasku ya, aku gak mau keluargaku di sana sedih ataupun khawatir."Ucap Aldi dengan senyum nya yang indah membuat Fia terpana sesaat.
"Kok gitu, kita harus keluar dari sini sama sama, gak boleh ada yang mati!"Balas Fia tegas.
Aldk hanya tersenyum saja lalu menjalankan aksinya dengan berbagai resiko yang dialaminya hingga membuat dirinya tinggal nama saja saat ini.
Flasback off
Beberapa minggu setelah kejadian tersebut berlalu, semua pun mulai berjalan seperti biasa.
Sekolah tempat Aldi mendapatkan beasiswa juga sudah mendapatkan kabar tentang keadaan Aldi saat ini karema diberitahu oleh keluarga Fia, dan meminta pihak sekolah agar tak membuka rahasia ini ke publik.
Pihak sekolah pun mengerti dan hanya bisa mendoakan agar Aldi mendapatkan kebaikan di sana.
Mereka juga terkejut saat mendengar bahwa salah satu calon murid berprestasi mereka adalah seorang pahlawan yang menjadi perbincangan hangat beberapa minggu ini.
Saat pihak sekolah akan menghubungi pihak keluarga dari Aldi, Fia melarangnya lantaran ingat pesan dari Aldi agar tak membuat keluarga nya khawatir.
Dalam beberapa minggu ini keadaan Fia juga sangat memprihatinkan.
Dia jarang sekali makan karena tak bernafsu sama sekali, keluar kamar saja ia sangat jarang sekali, sekolah nya pun selalu bolos dan hanya berada didalam kamar saja tanpa menghiraukan dunia luar.
Orang tua Fia sangat khawatir melihat kondisi anaknya, mereka juga menyadari bahwa anak mereka memiliki perasaan khusus pada Aldi, padahal Fia sangatlah benci laki laki karena dipikiranya laki laki hanya memikirkan nafsu saja, dan ia jijik saat ada laki laki melihat tubuhnya yang sangat indah.
Tapi semua itu sirna saat Fia bertemu Aldi, sosok laki laki yang sangat berbeda dari lainya, bahkan saat Fia memperlihatkan sedikit tubuhnya Aldi tak tergoda meskipun sedikit terpana melihat keindahan milik Fia.
Sikap baik dan lembut Aldi juga yang membuat hati dingin seorang Fia luluh hingga tertanam perasaan di hatinya.
Meskipun baru kenal tapi Fia sudah jatuh hati pada sosok Aldi, apalagi saat melihat Aldi berkorban menyelamatkan orang orang dari para pembajak yang membuat Fia kagum dan makin bertambah rasa sukanya.
__ADS_1
Dan saat melihat Aldi terjatuh dari pesawat membuat hati Fia sangat hancur hingga membuatnya menjadi seperti dulu lagi bahkan lebih, dia jadi sangat dingin pada orang lain bahkan keluarganya pun ia hiraukan, kecuali orang tuanya yang memang sikap Fia sedikit cuek pada mereka tapi tak secuek kepada orang lainya.
Ibu Fia masuk kedalam kamar Fia untuk melihat keadaan anak kesayanganya sekaligus membawakan makan karena Fia sudah 3 hari tak makan sama sekali dan selalu mengunci diri didalam kamar.
Tok Tok Tok
"Fia sayang, buka pintunya, ini ibu nak."Ibu Fia mengetuk pintu agar anaknya membuka kuncinya.
Ceklek
Fia membuka pintu kamarnya dan melihat ibunya membawa nampan berisi makanan di tanganya.
Saat melihat kondisi Fia, ibunya sangat prihatin.
Rambut acak acakan tak beraturan, bajunya pun sangat lusuh seperti orang tak mandi berhari hari (emang gk mandi sihh) lalu wajahnya nampak sembab dengan kantung mata yang terlihat jelas di sana.
"Ibu boleh masuk?"Ibu nya bertanya.
"Boleh."Jawab Fia mempersilahkan ibunya masuk kedalam.
Keadaan kamarnya pun sama sama berantahan dengan berbagai barang berserakan bahkan ada beberapa barang yang pecah di lantai.
Fia pun melihat kerah ibunya lalu tak lama buliran air mata pun turun tanpa permisi merembes di pipi Fia, Fia pun menangis keras.
Ibu Fia segera memeluk anaknya dan menepuk nepuk pungungnya agar membuat Fia tenang.
"Huaaaa......Kenapa ini semua terjadi saat aku merasa akan bahagia bu hiks.....hiks....Kenapa.....kenapa....."Suara tangisan Fia yang terdengar memilukan.
Ibu Fia pun hanya bisa menenagkan anaknya yang sedang sangat terpukuk itu, hati seorang ibu mana yang tega melihat anaknya sedang dilanda sedih yang sangat mendalam.
"Nak, ibu mengerti memang rasanya sangat menyakitkan, tapi kamu harus berusaha kuat agar tak membuat dia di sana sedih melihat keadaan mu, apa kamu mau Aldi melihat kamu dengan keadaan seperti ini.
Kusam, dekil, kotor, berantakan, apa kamu gak malu saat dilihat Aldi, kamu harus kuat untuk dirimu sendiri anakku, jangan buat Aldi di sana merasa bersalah karena melihat mu seperti ini."Nasehat seorang ibu memang paling ampuh untuk segala urusan, baik itu urusan hati ataupun lainnya.
Fia mulai bisa tenang dan memikirkan ucapan ibunya itu, ia juga tak mau berlarut larut dalam kesedihan, Fia akan berusaha bangkit demi dirinya, keluarga, orang tua, dan tentunya demi Aldi yang ada di sana.
"Iya, aku bakal jadi lebih tegar dan kuat lagi supaya bisa menghilangkan rasa sedih ini, walaupun sangat berat."Ucap Fia penuh tekad.
__ADS_1
Ibunya pun tersenyum melihat anaknya kembali semangat setelah berminggu minggu dibujuk tapi tak mengubris sama sekali.
"Ibu jadi penasaran seperti apa rupa Aldi yang bisa membuat anak ibu yang sangat cuek kepada laki laki ini takluk hingga sangat sedih seperti ini hahaha"Ibu Fia menggodanya yang membuat Fia sangat malu.
"Ibuuu ihhh"Fia merasa sangat malu karena digoda ibunya.
"Sudah jangan sedih terus, nanti Aldi di sana ikut sedih melihatmu sedih terus seperti ini."Ucap ibu kembali memberi nasehat.
"Baiklah bu."Jawab Fia dengan senyum yang belum pernah diperlihatkan nya.
Lalu Fia makan dengan makanan yang dibawa ibunya tadi, setelah makan ia membersihkan tubuhnya.
"Astagaa jika aku bertemu Aldi dengan keadaan seperti ini matilah aku."Fia melihat pantulan dirinya di cermin yang membuatnya sangat terkejut.
Fia pun mandi membersihkan seluruh badanya lalu dilanjut membersihkan kamarnya sendiri.
Meskipun banyak pelayan yang ada dirumahnya, Fia sama sekali tak pernah bergantung pada pelayannya, ia adalah gadis yang mandiri, melakukan semua pekerjaannya sendiri.
Setelah beres beres, Fia keluar kamar untuk pertama kali setelah sekian lama mengurung diri di kamar.
Semua orang yang melihat nona muda mereka keluar kamar sangatlah senang, karena mereka juga sangat sedih saat mendengar nona muda mereka mengurung diri dikamar saat melihat orang yang disukainya mati.
Fia berjalan ke bawah di ruang keluarga dan nampaklah keluarganya sedang berkumpul, ada ayahnya Fia, Ibu, nenek, kakek, paman, bibi, kakak, adik, keponakan, serta beberapa anggota keluarga lainya.
Semua keluarga Fia nampak kaget sekaligus senang melihat Fia sudah mau keluar kamar.
Fia lalu duduk di lantai bersama keluarga lainya, semua orang memang duduk di lantai karena ini adalah waktu santai bagi mereka setelah lelah bekerja.
"Cucuku, kemarilah, nenek kangen sama kamu."Ucap nenek Fia.
Fia pun menghampiri neneknya lalu memeluk neneknya itu dan tiduran dipangkuan sang nenek.
Keluarga itupun kembali berincang sembari diiringi tawa saat ada anggota keluarga yang mengeluarkan candaannya.
Tapi suasana seketika menjadi tegang dan canggung saat Fia mengeluarkan suara pertanyaan yang membuat mereka terdiam seketika.
"Ayah, apakah Aldi sudah ditemukan?"Tanya Fia kepada sang ayah.
__ADS_1
Semua orang diam tak berani berkata, mereka tak ingin membuat hati Fia kembali larut dalan kesedihannya.